Mengenal Anak Diskalkulia - Urban - www.indonesiana.id
x

Diambil dari Pinterest

Winda Yustika

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 November 2021

Senin, 6 Desember 2021 12:35 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Mengenal Anak Diskalkulia


    Dibaca : 605 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Diskalkulia merupakan kesulitan belajar yang dialami oleh seorang anak yang ditandai dengan kesulitan dalam berhitung atau pengoprasian matematika. Diskalkulia memiliki konotasi yang memandang adanya keterkaitan dengan gangguan sistem saraf pusat. Dimana diskalkulia juga mengacu kepada kesulitan belajar matematika terhadap adanya konsep-konsep matematika dan komputasi.

    Siswa yang memiliki kesulitan belajar biasanya memiliki masalah dalam perhitungan matematika dan penalaran matematika. Kesulitan belajar matematika juga bisa terdapat dalam kemampuan anak dalam daerah kognisi matematika seperti kemampuan untuk memecahkan masalah cerita yang relative kompleks dan yang terkait dengan bilangan.

    Ciri Anak Kesulitan Belajar Matematika secara umum, berikut adalah ciri-ciri anak berkesulitan belajar matematika :
    •    Kesulitan membedakan angka, simbol-simbol matematika, serta bangun ruang atau keruangan (spatial sense).
    •    Kesulitan mengoperasikan perhitungan matematika.
    •    Kesulitan memahami konsep matematika dan penguasaan teori matematis.
    •    Kesulitan pada angka. Misalnya magnitude (jarak) dan hubungan antar angka.
    •    Masalah pada pemaknaan angka. Anak kesulitan dalam memahami secara intuisi tentang bagaimana angka bekerja, dan bagaimana membandingkan angka (lebih besar/lebih kecil) pada kuantiti.
    •    Kesusahan dalam mengingat matematika. Anak kesusahan dalam mengingat rumus dan persamaan yang menyulitkan mereka untuk memanipulasi angka dan menyelesaikan masalah matematika.
    •    Kesusahan dalam mengikuti pertimbangan matematika. Anak kesusahan dalam memahami setiap langkah-langkah rumus penyelesaian masalah matematika sehingga mereka mengandalkan hafalan rumus yang susah diingat.
    •    Menjalar ke masalah lain seperti kesusahan dalam menghitung rumus, kesulitan dalam membaca grafik atau chart.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.

    Oleh: Nadilla Madjid

    1 hari lalu

    6 Tanda Kamu Cocok Menjadi Teknososiopreneur ala Mahasiswa Universitas Trilogi

    Dibaca : 107 kali

    Hadirnya virus COVID-19 sampai saat ini merupakan suatu tantangan yang besar bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia begitupun di Indonesia, kemunculan virus tersebut bahkan berhasil mengguncangkan perekonomian hingga jatuh merosot di beberapa negara. Dan nasib terburuknya adalah terkena PHK dikarenakan pendapatan perusahaan kian menurun drastis. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan yang dirilis 11 April, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia telah kehilangan pekerjaan karena imbas pandemi COVID-19. Sebanyak 10,6 persen atau sekira 160 ribu orang kehilangan pekerjaan karena PHK, sedangkan 89,4 persen lainnya dirumahkan. Dengan adanya peristiwa tersebut mengakibatkan tulang punggung keluarga harus mengurangi jatah kebutuhan keluarganya. Dan berdampak pengurangan jatah uang saku atau kebutuhan anaknya yang menjadi mahasiswa. Lantas, apa solusi yang bias dipertimbangkan untuk mahasiswa tersebut? Alangkah baiknya apabila kita mampu melihat masalah ini semua dengan bijak, bisa menjawab tantangan, dan tangguh menghadapi semua persoalan. Salah satu cara yang dirasa cukup ampuh adalah menumbuhkan dan menguatkan jiwa wirausaha terutama dikalangan milenial. Banyak mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, hanya mengandalkan uang saku dari orangtua saja. Hal tersebut menjadi beban tersendiri untuk mahasiswa tersebut. Karena kebutuhan terus bertambah sedangkan pendapatan hanya itu-itu saja. Penghasilan bisa dicari dari mana saja. Salah satunya menjadi seorang teknososiopreneur. Lalu, apa ajasihh tanda kalau mahasiswa tersebut cocok dan bisa menjadi teknososiopreneur. Disusun oleh : Kelas INOVASI ( Nadilla Madjid, Anik Kristiana, Winda Dwi Oktaviani, Wulandari Purnama Santi, Yasmin Fitria )