Tip dan Cara Gampang Membeli Saham-saham IPO - Urban - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 7 Desember 2021 21:19 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Tip dan Cara Gampang Membeli Saham-saham IPO

    Jika pasar menyambut dengan antusias maka saham IPO bisa saja ARA hingga beberapa hari. Tetapi jika pasar tidak berkehendak maka begitu melantai bisa langsung terjun bebas kena ARB.

    Dibaca : 982 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Saham-saham yang akan melakukan aksi pencatatan perdana (IPO) menarik untuk diincar, kendati saham-sahaam IPO (Initial Public Offering) ini tidak otomatis memberikan cuan.

    Saat melantai pertama kali di pasar bursa, ada saham IPO yang bisa langsung ARA (Auto Reject Atas), tapi tak dipungkiri ada saja saham IPO yang justru langsung ARB (Auto Reject Bawah).

    Saham yang akan menjadi penghuni baru di bursa memang penuh pertaruhan dan pasar memainkan perannya yang cukup besar. Jika pasar menyambut dengan antusias maka saham IPO bisa saja ARA hingga beberapa hari, tetapi jika pasar tidak berkehendak maka begitu melantai bisa langsung terjun bebas kena ARB.

    Jadi tidak ada kepastian bahwa saham-saham IPO pasti mendatangkan cuan dan ARA begitu melantai. Oleh sebab itu, ada baiknya memperhatikan beberapa tip memilih saham-saham IPO biar bener-benar mendatangkan cuan.

    1. Cermati Prospektusnya

    Prospektus biasanya diterbitkan sebelum perusahaan melakukan go public yang berisi histori usaha, sektor usaha, prospek bisnis yang digeluti emiten, bahkan laporan keuangan perseroan secara detail. Cermati dengan teliti apakah sektor usaha perusahaan yang akan IPO ini memiliki prospek bagus di masa depan.

    2. Amati Tujuan IPO

    Setiap perusahaan yang akan IPO biasanya memiliki tujuan. Tujuannya ada yang butuh dana segar untuk ekspansi bisnis, namun ada pula yang butuh suntikan dana untuk bayar utang. Nah, jika IPO untuk mendapatkan dana segar supaya bisa meningkatkan pendapatan baru maka sahamnya menarik untuk dimiliki. Namun jika tujuan IPO hanya sekadar untuk bayar utang maka tentu saja prospek ke depannya bisa jadi kurang menarik.

    3. Lakukan Analisis Fundamental

    Sebelum memilih saham-saham IPO, ada baiknya melakukan analisis secara fundamental, mulai dari price earnings ratio (PER) dan price to book value (PBV) untuk melihat valuasi saham berdasarkan besaran laba yang dicatatkan perusahaan dan nilai ekuitas dalam laporan keuangan perseroan setiap kuartalnya. Keuangan yang kuat memiliki prospek bagus di masa depan.

    Setelah memiliki incaran saham IPO maka langkah selanjutnya adalah memesan sahamnya yang sudah gampang dilakukan secara online, semisal dengan aplikasi IPOT EZ, milik ekuritas karya anak bangsa dengan tagline #SemuaBisaInvestasi bernama Indo Premier Sekuritas yang memiliki sistem e-IPO sendiri.

    Cara memesan saham IPO cukup gampang, yakni cukup login ke IPOT EZ menggunakan Username, Password dan Secure Pin, lalu pilih fitur e-IPO dan langsung pilih saham-saham IPO yang diincar, lihat jadwal public expose, peminatan awal dan penawaran umumnya serta wajib membaca dengan teliti prospektusnya.

    Selanjutnya, tinggal melakukan order dengan melakukan swipe. Jika sudah yakin dengan pilihan saham IPOnya maka bisa langsung melakukan order dengan memasukkan jumlah lotnya, contreng syarat dan ketentuan yang berlaku lalu swipe to order. Order selesai dan telah otomatis tersimpan. Silakan tunggu hingga tanggal distribusi dan cek hasil penjatahan final yang didapatkan di menu Portofolio pada tanggal tersebut.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.

    Oleh: Nadilla Madjid

    1 hari lalu

    6 Tanda Kamu Cocok Menjadi Teknososiopreneur ala Mahasiswa Universitas Trilogi

    Dibaca : 107 kali

    Hadirnya virus COVID-19 sampai saat ini merupakan suatu tantangan yang besar bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia begitupun di Indonesia, kemunculan virus tersebut bahkan berhasil mengguncangkan perekonomian hingga jatuh merosot di beberapa negara. Dan nasib terburuknya adalah terkena PHK dikarenakan pendapatan perusahaan kian menurun drastis. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan yang dirilis 11 April, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia telah kehilangan pekerjaan karena imbas pandemi COVID-19. Sebanyak 10,6 persen atau sekira 160 ribu orang kehilangan pekerjaan karena PHK, sedangkan 89,4 persen lainnya dirumahkan. Dengan adanya peristiwa tersebut mengakibatkan tulang punggung keluarga harus mengurangi jatah kebutuhan keluarganya. Dan berdampak pengurangan jatah uang saku atau kebutuhan anaknya yang menjadi mahasiswa. Lantas, apa solusi yang bias dipertimbangkan untuk mahasiswa tersebut? Alangkah baiknya apabila kita mampu melihat masalah ini semua dengan bijak, bisa menjawab tantangan, dan tangguh menghadapi semua persoalan. Salah satu cara yang dirasa cukup ampuh adalah menumbuhkan dan menguatkan jiwa wirausaha terutama dikalangan milenial. Banyak mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, hanya mengandalkan uang saku dari orangtua saja. Hal tersebut menjadi beban tersendiri untuk mahasiswa tersebut. Karena kebutuhan terus bertambah sedangkan pendapatan hanya itu-itu saja. Penghasilan bisa dicari dari mana saja. Salah satunya menjadi seorang teknososiopreneur. Lalu, apa ajasihh tanda kalau mahasiswa tersebut cocok dan bisa menjadi teknososiopreneur. Disusun oleh : Kelas INOVASI ( Nadilla Madjid, Anik Kristiana, Winda Dwi Oktaviani, Wulandari Purnama Santi, Yasmin Fitria )