Sebelum Terlambat, Jiwa Relawan Harus Ditanamkan Sejak Dini - Humaniora - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Selasa, 14 Desember 2021 10:19 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Sebelum Terlambat, Jiwa Relawan Harus Ditanamkan Sejak Dini

    Sudah tidak asing bukan dengan sebutan “volunteer”? Ya betul, volunteer atau yang sering kita sebut dengan relawan. Yang mana relawan di Indonesia ini sudah banyak memberikan manfaat untuk sesama manusia. Saling tolong menolong untuk sesama adalah poin penting untuk ditanamkan dalam diri sedini mungkin.

    Dibaca : 517 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Melihat keadaan perkembangan teknologi dan zaman yang semakin berkembang, ada saatnya remaja yang tentunya harus dengan bimbingan mempergunakan teknologi untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk sesama.

    Menurut seorang psikolog Ratih Ibrahim, menanamkan jwa relawan ini bisa dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu rumah. Sebisa mungkin, sejak kecil sang anak sudah mulai dibimbing dan dicontohkan untuk saling membantu. Terutama dalam urusan membersihkan rumah, adanya kerjasama dan gotong royong sang anak akan lebih mudah memahami rasa memiliki dan tanggung jawab.

    Dimulai dengan melakukan sesuatu tanpa mengharap imbalan dari hal yang ia kerjakan, itu bisa bisa menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab sejak dini. Saat ini sudah banyak kegaitan sosial yang melibatkan banyak relawan untuk bisa membantu satu sama lain.

    Menurut Ketua Dewan Pembina Masyarakat Relawan Indonesia Ahyudin, relawan dan aktivitas kerelawanan potensial menjadi sebuah gerakna sosial untuk menciptakan gerakan perubahan. Tak hanya dikenal sebagai bangsa para pahlawan, tetapi Indonesia juga dikenal dengan bangsa para relawan.

    Menjadi seorang relawan bukan hanya dapat membantu perihal materi, tetapi menjadi relawan saat ini juga sangat membantu untuk dapat membangkitkan kesehatan jiwa dan fisik untuk orang-orang yang memang membutuhkan support moril.

    Ada beberapa kisah menarik seorang relawan Ardian yang menolong lansia, Nenek Syukiah. Ia menjadi relawan Salatiga yang benar-benar memberikan dampak yang sangat besar untuk kehidupan seseorang. Kisah lainnya juga hadir dari Masyarakat Relawan Indonesia Jakarta Barat yang membangun sekolah gratis untuk anak-anak dilingkungan tempat pembuangan akhir Kalideres dan Kapuk.

    Betapa mulianya jika seorang anak sudah ditanamkan jiwa relawan sedini mungkin. Bukan hanya membanggakan dan bermanfaat untuk keluarga, tetapi juga ia bisa bermanfaat untuk orang lain dan memiliki pahala karena ketulusan yang ia miliki untuk menjadi seorang relawan.

    Ikuti tulisan menarik sangpemikir lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.