x

guru era digital

Iklan

Sahran

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Desember 2021

Selasa, 14 Desember 2021 12:14 WIB

Berkualitas di Era Digital

Perkembangan zaman terus melaju dengan beragam fasilitas yang semakin memudahkan segala aktifitas di berbagai lini kehidupan. Tidak terkecuali guru yang di pundaknya terletak amanah untuk mengantarkan anak-anak didiknya menjadi generasi berkualitas di zamannya. era digital saat ini harus juga menjadi wilayah keilmuan bagi setiap guru, semua guru perlu dan wajib memiliki kemmampuan memanfaatkan digital dalam setiap proses pembelajarannya sehingga tidak memunculkan kesan ketinggalan zaman dan tentu akan lebih menyenangkan tidak hanya bagi guru tetapi juga bagi anak didiknya

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Guru Berkualitas di Era Digital

Kisah ini saya ambil dari bagian awal pada salah satu bab dalam buku “Pendidikan Yang Menyebalkan” tulisan M. Nurdin. Tepatnya pada Bab “Guru Dan Tantangan Masa Depan” di halaman 27-28. Pada suatu padepokan silat, ada guru ulung yang dijuluki pendekar. Pada pondok pesantren, ada guru alim yang dijuluki alim. Pada perguruan tinggi, ada pakar yang dikukuhkan sebagai “guru besar”. Dan pada lembaga pendidikan, ada guru yang berkualitas.

Orang arif menasehati, kalau mau berguru ilmu silat, datanglah kepada pendekar ulung yang terkenal. Kalau mau belajar agama, datanglah kepada kiai yang tersohor. Kalau mau kuliah, datanglah ke kampus yang banyak bertebaran guru besar kenamaan. Kalau mau sekolah, masuklah ke sekolah yang gurunya berkualitas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

            Guru berkualitas tentu bukan sekedar tuntutan profesi tetapi lebih dari itu berkualitas adalah sebuah kesadaran akan profesi mendidik yang digeluti seorang guru. Tanpa kualitas maka keinginan memacu diri untuk terus berinovasi dalam pembelajaran tidak akan terlihat dan dampaknya dapat dipastikan guru akan tertinggal oleh perubahan.

Tugas guru sebagai pendidik adalah tugas yang berisiko tinggi, mendidik tidak hanya melakukan transfer of knowladge tetapi mendidik dipahami sebagai cara untuk mengantarkan seseorang pada perubahan perilaku atau perubahan kedewasaan. Jika dalam proses pendidikan ini seorang guru salah dalam melakukanya dapat dipastikan hasil yang diperoleh tidak akan maksimal.

Oleh karena tanggungjawab yang berat ini maka seorang guru dituntut hati-hati dalam melakukan setiap aktifitas pengajarannya. Hal ini mengingatkan kita pada prinsip otoritas, bahwa mendidik hanya dapat dilakukan oleh orang yang berjiwa pendidik bukan sekedar berjiwa pengajar.

Jantung sekolah adalah kelas. Hidup kelas adalah pembelajaran dan menariknya pembelajaran berada pada kemampuan guru mengelolah pembelajaran. Lagi-lagi guru berada pada posisi sentral untuk menentukan berhasil tidaknya sebuah pembelajaran dan pendidikan.

Sebab guru menjadi sentral atau indikator keberhasilan pembelajaran, maka guru perlu terus belajar dan berupaya agar tidak tertinggal dengan kemajuan zaman yang terus berputar ke arah digital.

Kemampuan guru dalam memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini, sudah menjadi kewajiban mutlak yang harus dimiliki oleh setiap guru jika tidak ingin tertinggal oleh siswanya.

Peserta didik saat ini adalah mereka yang terlahir bersamaan dengan lahirnya teknologi baru yang dipungkiri atau tidak sangat berpengaruh pada pola pikir dan pola hidup, bahkan perubahan nyata yang melekat pada generasi saat ini adalah adanya pergeseran budaya komunikasi dan akses informasi.

Selain itu perkembangan teknologi yang semakin pesat ternyata juga berpengaruh pada gaya belajar yang jauh berbeda dengan gaya belajar generasi sebelumnya.

Perkembangan teknologi informasi ini mengharuskan setiap guru harus melek teknologi atau istilah kerennya guru melek digital. Hal ini penting untuk dapat mengimbangi peserta didik yang semakin hari semakin ahli dalam penggunaan teknologi.

Peserta didik zaman now sudah tidak berinteraksi hanya dengan buku melainkan dengan digital yang informasi pengetahuannya jauh lebih banyak dan lebih update. Jika hal ini tidak diimbangi dengan kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi maka dapat dipastikan guru hanya akan menjadi sosok yang tidak menarik bagi peserta didik dan akhirnya guru akan kehilangan kewibawaannya sebagai seorang pendidik.

Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang guru menjadikan dirinya sebagai pembelajar seumur hidup atau Life long Learning yaitu sosok yang terus belajar mengikuti perkembangan zaman dimana dia sedang berada.

Saat ini kita berada di era digital. Maka sepantasnyalah seorang guru juga harus memiliki kemampuan digital tidak hanya pada kemampuan menggunakan microsoft untuk administrasi guru, tetapi lebih dari itu guru harus mampu menggunakan media online seperti internet sebagai sumber belajar bahkan bila perlu menjadikan internet sebagai media pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas dalam bentuk pemberian tugas.

Sudah bukan zamannya seorang guru menyampaikan materi buku di depan kelas dengan metode ceramah. Metode ceramah memang penting, tetapi saat ini metode ini cenderung sangat membosankan jika tidak diimbangi dengan tampilan digital yang menarik. Baik dari segi penyampaian materi, penampilan tayangan maupun dari segi penelusuran sumber belajarnya.

Penguasaan teknologi ini mengingatkan penulis saat menjadi trainer media pembelajaran bagi guru-guru SD di salah satu kecamatan di kota Malang. Saat itu pesertanya adalah guru-guru muda dan senior. Kedua generasi ini adalah generasi yang berbeda, generasi muda adalah mereka yang bawaannya laptop sedangkan generasi senior jangankan laptop menyalakan CPU pun masih ada yang bertanya, pak CPU itu yang mana? Yang harus ditekan yang mana?.

Terlihat jauh berbeda antara guru muda yang mewakili generasi milenial dan generasi senior. Jika guru generasi senior ini terus berada pada zona lama dan tidak berupaya membekali diri sesuai tuntutan perkembangan zaman yang terus berpacu, maka besar kemungkinan mereka tidak akan lagi menjadi pendidik yang disenangi oleh siswa dan dampaknya dapat dipastikan adalah tidak kondusifnya proses pembelajaran yang dijalankan.

Oleh karena itu, guru adalah mereka yang berjiwa pendidik, yaitu mereka yang dapat menjadikan setiap perubahan dimana mereka berada menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan sebagai media yang memudahkan mereka untuk melakukan proses pendidikan. Juga sebagai media untuk menjadikan pembelajaran tidak menjenuhkan bahkan lebih menarik karena sesuai dengan keadaan yang sedang dialami oleh peserta didiknya.

Teknologi apa saja yang seharusnya dimiliki oleh guru milenial, tentu ini pertanyaan penting karena tidak mungkin seorang guru harus menguasai semua teknologi yang ada dan disenangi oleh peserta didiknya.

Tentu penguasaan teknologi yang diharapkan dari seorang guru adalah yang mampu menunjang proses pendidikan yang baik bagi peserta didiknya. Beberapa diantaranya misalnya guru harus memiliki kamus tentang situs-situs media pembelajaran yang menarik. Guru harus mampu mengoperasikan media pembelajaran berbasis komputer, guru harus mampu mengarahkan siswa untuk menggunakan teknologi yang dimilikinya sebagai sumber belajar, sebagai contoh siswa yang memiliki hobby bermain game dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai media pembelajaran bahasa atau mungkin juga sebagai media untuk memperkuat persaudaraan sesama teman di dalam kelas. Bahkan jika memungkinkan guru harus memiliki pengetahuan tentang software-software yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Rumus mendasar dari dunia digital bagi seorang guru adalah bahwa guru harus membaur dengan dunia digital dan berupaya semaksimal mungkin untuk mampu memanfaatkan teknologi tersebut sebagai sarana dan media penunjang untuk mensukseskan proses pembelajaran.

Sekali lagi, guru bukanlah mereka yang hanya memiliki kemampuan mengajar di depan kelas, tetapi mereka yang mampu mengantarkan peserta didiknya pada tahapan perubahan dari tidak tahu menjadi tahu. Perubahan dari berperilaku buruk menjadi berperilaku baik. Ini tidak mudah, diperlukan seorang guru yang berjiwa mendidik, yakni guru yang tertanam di dalam sanubarinya bahwa tugasnya adalah mengantarkan peserta didiknya menjadi manusia pembelajar dan berdayaguna serta mampu bersaing dimanapun berada dan di zaman apapun mereka kelak hidup.

 

 

Ikuti tulisan menarik Sahran lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu