Minyak Jelantah untuk Pendidikan, Mengapa Tidak?

Minggu, 13 Agustus 2023 10:56 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Jelantah untuk pendidikan, mengapa tidak

Peringatan Arema Day di sekolah tahun ini sedikit berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Selain siswa dan guru kompak menggunakan seragam bernuansa Arema, SMP Muhammadiyah 4 Malang yang dikenal dengan SMP Mpadi merayakannya dengan peluncuran program sedekah jelantah.

Program ini adalah program yang dicanangkan oleh SMP Mupadi sebagai upaya untuk membantu masyarakat usia sekolah agar tetap mampu bersekolah tanpa harus terbebani dengan biaya Pendidikan. Banyak anak-anak kita yang seharusnya dapat menempuh Pendidikan akhirnya harus putus karena terkendala dengan biaya. Papar Sahran kepala SMP Mupadi. Selain itu, menurutnya program ini selain untuk membantu biaya Pendidikan juga diharapkan menjadi sarana pengetahuan bagi masyarakat bahwa minyak jelantah yang biasanya tidak memiliki manfaat dan sering menjadi permasalahan di kalangan rumah tangga ternyata dapat dimanfaatkan dan membantu perekonomian.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Edukasi tentang bahaya penggunaan minyak jelantah dalam kehidupan hari juga penting untuk diberikan kepada masyarakat. Penggunaan minyak goreng untuk memasak hanya dapat digunakan sebanyak 1-3 kali penggorengan. Minyak yang sering digunakan akan mengalami perubahan warna kehitaman dan tidak baik untuk Kesehatan. Masyarakat yang memahami ini kemudian akan membuang minyak jelantah secara sembarangan tanpa berpikir bahwa yang dilakukan tersebut dapat membahayakan lingkungan dan Kesehatan manusia. Papar Zainullah ketua Dikdasmen PDM Kota Malang dalam sambutanya.

Bapak Mulyani ketua PCM Lowokwaru dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa program yang dijalankan oleh SMP Mupadi ini adalah program terobosan baru di dunia Pendidikan kota Malang, beliau berharap dengan program sedekah jelantah untuk Pendidikan yang di launching hari ini benar-benar mampu memberi harapan kepada anak-anak usia sekolah untuk tetap memiliki harapan Pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa untuk membangun jembatan diperlukan dana sedang membangun jembatan masa depan diperlukan Kerjasama semua pihak agar masa depan anak-anak kita bisa tercapai sesuai dengan harapan kita Bersama. Oleh karena itu, program ini akan didukung penuh oleh pimpinan Muhammadiyah khususnya di wilayah Lowokwaru besar harapan bahwa program ini juga didukung oleh bapak ibu tamu undangan yang hadir. Paparnya.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan ibu Wahyu Oriendriani,S.Pd Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pendidikan Dasar dinas Pendidikan dan kebudayaan kota Malang. Sebagai penutup sambutan dalam launching ini beliau mengapresiasi apa yang dilakukan oleh SMP Mupadi ini dengan menitipkan harapan bahwa program ini benar-benar mampu menjadi jembatan untuk anak-anak tetap mampu melanjutkan pendidikannya tanpa terkendala dengan biaya.

Bayar sekolah dengan jelantah adalah program kreatif yang jarang terpikirkan oleh kita bahwa membayar sekolah tidak selamanya harus dengan uang tetapi dengan hal-hal lain yang dapat menjadi alternatif dan hari ini hal tersebut dilakukan oleh SMP Mupadi. Tentu ini hal membanggakan yang perlu didukung, tutur beliau saat mengakhiri sambutannya.

Kegiatan launching ini kemudian diakhiri dengan menuangkan mintak jelantah ke dalam jeregen secara simbolik oleh ketua Dikdasmen PDM Kota Malang, Ketua PCM Lowokwaru, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan kota Maang, Ibu Pengawas, Ketua FOSKAM, Kepala SMP Mupadi, Kepala SD Aisyiyah Kamilah, Ketua Komite, Ketua RT, dan Purna Kepala SMP Mupadi.

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Sahran

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler