Semut Merah - Fiksi - www.indonesiana.id
x

desain yang meencoba untuk menggambarkan cerita.

rakhmat_azis

Penulis indonesiana
Bergabung Sejak: 9 November 2021

Minggu, 19 Desember 2021 10:32 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Semut Merah

    Kami adalah kelompok serangga yang paling dikenal dengan kerjasama, terorganisir dan pengelompokkan yang kuat.

    Dibaca : 699 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

         Suatu hari sekumpulan Semut sedang mendiskusikan tentang pembangunan sarang mereka, mereka membangun sarang karena sudah menemukan kandidat Ratu mereka, dan agar Ratunya tidak pergi kekelompok lain maka perlulah tempat tinggal, dalam pembangunan Semut membagi tugasnya ada Semut yang bertugas sebagai Pekerja konstruksi, yang menyusun bangunan dan mencari kebutuhan untuk sarang mereka, ada yang bertugas mengamankan area pembangunan sarang tersebut, dan ada juga yang bertugas merawat sarang.

         Selama pembangunan bukan tanpa cobaan, mereka kadang terkena hembusan angin, hujan, dan daun yang berjatuhan, namun tidak ada kata menyerah karena mereka memang bertujuan untuk membangun kelompok mereka sendiri, dengan tujuan tersebut mereka berjuang dengan sangat keras, sampai pada akhirnya apa yang mereka impikan tercapai yaitu membangun sarang mereka sendiri.

         Kelompok Semut itu sangat bahagia atas perjuangan mereka, untuk itu mereka membuat tanda pengenal untuk setiap Semut, mereka berpikir bagaimana mengenali kelompoknya sedangkan mereka tidak bisa melihat?, dengan diskusi yang sangat panjang, menurut Semut Pekerja ingin tanda pengenal itu melalui bentuk badan mereka, tapi Semut Penjaga tidak terima dengan usulan Semut Pekerja karena tubuh mereka lebih besar, kemudian saat sedang berdebat Semut Perawat akhirnya memberikan usulan jika tanda pengenalnya adalah parfum yang mereka ciptakan, Semut Pekerja dan Semut Penjaga pun menyetujuinya, namun masih ada kendala menurut Semut Perawat yaitu parfum dari bunga apa yang akan dipakai?, dengan sigap Semut Penjaga mengatakan bahwa baunya parfum itu harus sesuai kehendak Ratu mereka karena Ratu merekalah pemimpinnya, dan mereka yang berkumpul menyetujui usulan Semut Penjaga.

         Semut Perawat pun bergegas ke Ratu Semut untuk menanyai hal tersebut dan Ratu menyetujui bahwa parfum itu, namun harus berbau bunga matahari, setelah mengetahui hal tersebut, Semut Perawat segera memberitahu Semut Pekerja dan Semut Pekerja memahami tugas yang akan dilaksanakan yaitu untuk mencari bunga matahari untuk pembuatan parfum untuk tanda pengenal mereka, Semut Pekerja meminta izin pergi kepada Semut Penjaga karena ingin keluar dari sarang dan mencari bunga matahari.

         Semut Pekerja yang dalam perjalanannya bertemu dengan beberapa Semut yang belum membuat sarang, Semut tidak memiliki sarang karena mereka belum menemukan Ratu mereka, sehingga mereka belum menggunakan tanda pengenal yang artinya mereka bisa saling menyapa dan bercerita ketika dalam perjalanan, Semut tanpa sarang bertanya kepada Semut Pekerja bahwa “apa yang dicari dan mau kemana?”, Semut Pekerja menjawab pertanyaan dari Semut tanpa sarang, “bahwa kami sedang mencari bunga matahari untuk pembuatan parfum sebagai tanda pengenal kami”, Semut tanpa sarang cemburu karena melihat mereka sudah mendapatkan Ratu mereka yang artinya bisa membuat sarang dan melanjutkan kehidupan mereka.

         Ketika Semut Pekerja sedang dalam perjalanan mencari bunga matahari, di dalam sarang Semut, Ratu mereka menikah dengan Semut Penjaga yang dirayakan seluruh penghuni sarang, yang akhirnya membuahkan telur Semut yang akan jadi generasi mereka selanjutnya, didalam sarang semua Semut berbahagia menyambut telur Ratu mereka, Semut Perawat pun merawat telur Semut dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang, setiap hari Semut Perawat dengan bahagia merawat telur-telur itu, Semut Penjaga dengan sangat teliti dan mendetail menjaga setiap sudut sarang dan mengawasi  sampai keluar sarang agar tidak ada pemangsa dan pengganggu yang datang ke sarang mereka, karena lamanya kegiatan dan besarnya rasa bahagia mereka, mereka sudah bisa saling mengenali dengan bau alami yang diciptakan oleh daun yang mereka buat untuk sarang dan mereka terlalu bahagia dengan yang sudah dicapai hingga lupa akan kesepakatan mereka saat pertama kali membangun sarang yaitu menggunakan bunga matahari sebagai parfum untuk tanda pengenal.

         Semut Pekerja yang berada diluar sarang pun berakhir menemukan yang selama ini dicari untuk sarang mereka dan kelompoknya yaitu bunga matahari, dengan bahagia mereka ingin cepat kembali ke sarang mereka, di perjalan pulang yang bahagia itu Semut Pekerja bertemu kembali dengan Semut tanpa sarang dan menyapa mereka kembali, dan memberitahu bahwa akhirnya Semut Pekerja telah menemukan bunga mataharinya dan akan membawanya pulang untuk pembuatan parfum untuk sarang mereka, Semut  tanpa sarang hanya tersenyum bahagia dengan capaian Semut Pekerja yang telah menemukan apa yang telah dicari.

         Waktu matahari terbit mereka merasakan keberadaan sarangnya mulai dekat namun Semut Penjaga yang berada diluar sarang menghadang gerombolan Semut Pekerja, tanpa ada perdebatan mereka disuruh mundur dan pergi karena bukan dari kelompok dari sarang ini, namun dengan tegas Semut Pekerja menjelaskan bahwa mereka merupakan Semut dari sarang tersebut yang pergi mencari bunga matahari untuk parfum sebagai tanda pengenal mereka, namun Semut Penjaga tidak percaya karena sarang mereka sudah memiliki tanda pengenal itu secara alami dari daun yang dibuat sarang mereka, pertengkaran itu tanpa ada yang lerai, sampai berakhir beberapa Semut Pekerja pergi karena takut akan diserang oleh Semut Penjaga yang badannya lebih besar, ada yang tetap berani bertengkar sampai terbunuh Semut Pekerja oleh Semut Penjaga, banyak dari mereka terbunuh di atas bunga matahari yang di bawa untuk Ratu mereka, karena darah Semut Pekerja mengalir ke bunga matahari, bau itu menyebar hingga sampai disarang dan tercium bau bunga matahari namun dengan sedikit bau darah Semut oleh Ratu mereka, dan Ratu baru mengingat bahwa ada Semut Pekerja yang sedang mencari bunga matahari untuk parfum sebagai tanda pengenal mereka.

         Ratu Semut dengan khawatir akhirnya menyuruh Semut Perawat untuk ikut Ratu Semut menemui asal bau bunga matahari dengaan sedikit bau darah Semut tersebut, setelah sampai ditempat Ratu Semut sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Semut Penjaga, Semut Penjaga pun terkejut karena tiba-tiba Ratu mereka keluar dari sarang, bergegaslah Ratu Semut tanpa bantuan Semut Perawat berlari dan mendekat jenazah dari Semut Pekerja yang telah terkapar disamping bunga matahari yang dibawanya, dan menangis sedih dengan kejadian yang telah terjadi, sedangkan Semut Penjaga dan Semut Perawat masih belum mengerti apa yang salah dengan kejadian tersebut hingga Ratu menangisi kepergian Semut asing tersebut.

         Hingga akhirnya Ratu Semut menjelaskan awal sampai akhir apa yang telah disepakati, apa yang telah didiskusikan, dan siapa yang telah pergi dari sarang untuk melaksanakan tugasnya, Semut Perawat dan Semut Penjaga pun langsung ingat dan benar-benar menyesal karena melupakan kawanannya yang telah pergi jauh dan lama untuk menjalankan tugas demi sarang mereka namun berakhir meninggal diserang dan dibunuh oleh kelompok mereka sendiri.

     

    Ikuti tulisan menarik rakhmat_azis lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.