Perbedaan Bahasa Jawa Kasar dan Bahasa Jawa Halus - Analisis - www.indonesiana.id
x

(Sumber: http://kumpulan-pelajaran-by-arfa99.blogspot.com)

Gayo Prank

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Desember 2019

Kamis, 13 Januari 2022 14:05 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Perbedaan Bahasa Jawa Kasar dan Bahasa Jawa Halus

    definisi bahasa jawa,penjelasan bahasa jawa,pembagian bahasa jawa ,ciri-ciri bahasa jawa dan contoh bahasa jawa.

    Dibaca : 9.853 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bahasa Jawa adalah bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia, bahasa ini digunakan oleh suku jawa yang wilayahnya meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Selain itu bahasa jawa juga digunakan oleh sebagian penduduk di wilayah pesisir Karawang, Subang, Cirebon, Indramayu dan Banten.

    Belajar bahasa jawa penting untuk kamu yang ingin atau akan tinggal dalam lingkungan yang mayoritas penduduknya berbahasa Jawa, baik itu untuk kepentingan pekerjaan ataupun untuk kepentingan lainnya.

    Dengan mengenal sedikit dasar tentang bahasa jawa, diharapkan nantinya kamu lebih mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekitar. Atau setidaknya ada kata yang dimengerti ketika kamu mendengar orang lain disekitarmu berbicara dalam bahasa ini.

    Bahasa Jawa adalah bahasa tutur yang digunakan oleh penduduk Jawa, khususnya di sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia. Untuk belajar bahasa Jawa, pertama-tama Anda harus memperhatikan apakah Anda akan belajar bahasa Jawa kasar atau bahasa Jawa halus. Ngoko atau Kromo.

    Bahasa Jawa terbagi menjadi dua, yaitu Ngoko dan Kromo. Ngoko sendiri dalam perkembangannya secara tidak langsung terbagi lagi menjadi ngoko kasar dan ngoko halus (campuran ngoko dan kromo).

    Selanjutnya Krama dibagi lagi menjadi Krama, Krama Madya, Krama Inggil (Krama Halus). Bahkan Krama Madya ini agak berbeda antara Krama yang digunakan di kota/Sala dengan Krama yang digunakan di pinggiran/desa. Sedangkan Krama Halus berbeda antara Krama Halus/Inggil yang digunakan oleh orang Kraton dan orang biasa.

    Fakta tentang Bahasa Jawa:

    1. Bahasa Jawa Memiliki Banyak Penutur

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Bahasa Jawa merupakan bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia. Bahasa Jawa banyak dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan sebagian penduduk di daerah Banten serta penduduk di sekitar daerah pantai utara, seperti Karawang, Cirebon, Indramayu dan Subang.

    Selain di Nusantara, bahasa Jawa digunakan oleh masyarakat di negara Suriname dan juga di Aruba, Curacao dan Kaledonia Baru. Meski jumlah penuturnya tidak sebanyak di negara Suriname, mayoritas penduduknya juga orang Jawa.

    2. Memiliki dialek atau aksen yang berbeda

    Sama seperti bahasa Sunda, bahasa Jawa juga memiliki aksen yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Aksen orang yang tinggal di pesisir utara tentu akan berbeda dengan penutur di daerah Solo dan Yogyakarta yang dikenal lembut.

    3. Dibagi Menjadi Beberapa Strata

    Dalam masyarakat Jawa terdapat beberapa pilihan penggunaan bahasa Jawa dan pilihan bahasa Jawa ini memiliki tingkatan yang berbeda-beda (mulai dari tingkat bahasa kasar sampai tingkat bahasa halus).

    Nah, tataran bahasa inilah yang kemudian menentukan kesan hormat dan sopan santun penuturnya. Dalam kehidupan bermasyarakat dalam lingkup masyarakat Jawa, terdapat 3 macam bahasa, yaitu ngoko, madya, dan krama. Dan sopan santun itu sendiri masih dibagi lagi menjadi beberapa sub bahasa, seperti bahasa Jawa Krama Inggris, sopan santun desa, bahasa keraton, dan bahasa kasar.

    Perbedaan Antara Budaya Jawa Kasar dan Halus Antara Budaya dan Dunia Mistis Di Indonesia Keris Adalah Salah Satu Warisan Budaya Leluhur Nusantar Dalam bahasa Jawa terdapat tingkatan bahasa yang digunakan untuk membedakan kelas sosial atau strata sosial seseorang dalam masyarakat seperti usia, kedudukan atau orang yang dihormati. Hal ini sangat mempengaruhi bahasa yang Anda gunakan sehari-hari dan cara Anda berkomunikasi dengan orang lain karena orang Jawa pada umumnya sangat menjunjung tinggi sopan santun dan tata krama.

    Tingkatan dalam bahasa Jawa dibagi menjadi 2, yaitu Basa ngoko (bahasa kasar) dan Basa krama (bahasa halus). Lalu, apa perbedaan antara Jawa Kasar dan Jawa Halus?

    Perbedaan pertama antara bahasa Jawa kasar dan bahasa Jawa Halus adalah konteks penggunaan bahasa tersebut. Bahasa Jawa kasar (Basa ngoko) ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya atau seumuran dan sama untuk memberikan kesan akrab kemudian bisa juga untuk orang yang lebih muda dari kita.

    Adapun bahasa jawa halus (basa krama) digunakan untuk orang yang lebih tinggi kedudukannya dari kita atau yang umurnya lebih tua dari kita tetapi juga untuk orang yang kita hormati.

    Perbedaan kedua antara bahasa Jawa kasar dan halus adalah tata bahasanya.

    Untuk bahasa Jawa kasar (Basa ngoko) dibagi menjadi 2, yaitu ngoko lugu dan ngoko alus. Ngoko lugu sendiri dikenal sebagai ngoko yang sangat kasar. Perbedaan keduanya terletak pada subjek atau baris kata ganti orang dan kata kerja (wasesa) pada ngoko lugu.

    Contoh :

    Anda membeli kopi di pasar. S P O K

    Awak Anda adalah pasar kedai kopi. JW L K (Ngoko tidak bersalah)

    Pasar Kopi Mundhut Panjenengan. JW L K (Ngoko alus)

    Sama halnya dengan bahasa Jawa kasar (Basa ngoko), bahasa Jawa halus (Basa krama) juga terbagi menjadi 2, yaitu krama inggil dan krama lugu/madya atau krama bahasa yang agak kasar. Untuk membedakan keduanya, Anda dapat melihat subjek (jejer) untuk kata ganti orang dan wasesa atau kata kerja yang digunakan.

    Contoh :

    Anda membeli kopi di pasar. S P O K

    Anda meremas kopi wonten peken. JW L K (sopan santun)

    Kopi panjenengan mundhut wonten peken. JW L

    Bahasa Jawa memiliki 2 tingkatan dengan penggunaan yang berbeda, yaitu Ngoko/Jawa Kasar (ngoko lugu dan ngoko alus) dan Krama/Jawa halus (krama lugu dan krama inggil).

    Ngoko lugu

    Digunakan oleh teman sebaya, orang yang lebih tua ke orang yang lebih muda, orang dengan posisi lebih tinggi ke posisi lebih rendah. Kosa kata yang digunakan semuanya dari bahasa ngoko, tidak tercampur dengan sopan santun.

    Contoh: Paijo makan wedus (Paijo memberi makan kambing), "Ra, benihmu apa kamu mau piro?" (Ra, berapa nilai ujianmu tadi?)

    Ngoko alus

    Digunakan oleh orang yang dekat namun tetap ada rasa saling menghormati, kosakata yang digunakan adalah ngoko dan krama. (sebagai awalan Anda menjadi panjenengan)

    Sebagai contoh :

    Simbah putri lagi sare (nenek sedang tidur) Sare (krama) = turu (ngoko) = tidur

    Krama lugu

    Digunakan oleh orang baru atau tidak dikenal. Kosa kata ngoko dalam bahasa krama diganti dengan kosakata bahasa krama. Seperti: nama hewan, nama tumbuhan, awalan kata, dll

    Contoh: Njenengan Asmane sinten dhek? Panjenengan (krama) = kamu = kowe (ngoko), asma (krama) = nama = jeneng (ngoko), sinten (krama) = siapa = sopo (ngoko), dhek = adik.

    Krama alus

    Tapi singkatnya, Kosa kata semuanya dari bahasa krama, tidak ada ngoko, level bahasanya paling halus.

    Ikuti tulisan menarik Gayo Prank lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.