Kiprah Universitas Trilogi di Era Pandemi - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Kegiatan siswa saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah. (Foto: Dokumentasi Penulis)

Muhammad Iqbal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Februari 2022

Jumat, 11 Februari 2022 09:34 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Kiprah Universitas Trilogi di Era Pandemi


    Dibaca : 1.138 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Virus corona COVID 19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Dan penyebaran virus yang belum ditemukan penawarnya itu hingga tak terkendali penyebarannya dan saat ini  sudah  lebih dari 200 negara melaporkan adanya penyebaran virus tersebut dinegaranya. Penyebaran virus yang begitu cepat selain memang belum ditemukan penawarnya juga dikarenakan tidak taatnya masyarakat atas protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah serta masa inkubasi COVID-19 yang begitu cepat dimana hanya kurang lebih dua minggu juga menjadi penyebab banyaknya koban yang berjatuhan.

    Begitu rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Dan social distancing menjadi salah satu pilihan yang berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran COVID-19, karena kebijakan ini berdampak negatif terhadap segala aspek kehidupan. Pembatasan interaksi sosial masyarakat dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, namun tidak ada pilihan lain, karena cara ini adalah salah satu yang  dianggap yang paling efektif disamping dengan pemberian vaksin bagi para penduduknya.

    Pendidikan merupakan salah satu bidang yang  ikut terdampak kebijakan ini. Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan peserta didik dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Dengan ketidaksiapan lembaga pendidikan melaksanakan pembelajaran daring menjadi salah satu  faktor utama kekacauan ini, walaupun sebenarnya pemerintah  dalam hal ini kementerian pendidikan telah memberikan alternatif solusi dalam penerapan system belajar mengajar disaat situasi darurat seperti saat ini.

    Universitas Trilogi merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI), yang didirikan pada tahun 1988, bernaung dibawah Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) merupakan salah satu perguruan tinggi yang ikut terdampak atas kebijakan ini. Namun kebijakan Pemerintah dengan penerapan  sistem pembelajaran jarak jauh disikapi dengan baik oleh para pengurus dimana para pengurus terus menerus tanpa lelah merumuskan system pembelajaran yang efektif dengan terus menerus  berkarya salah satunya dengan membuka Program Kelas Hybrid Learning Maritim Niaga  yaitu Program yang bekerja sama dengan Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia ( IKKPNI ) yang sangat membantu bagi Perwira Pelayaran yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan demi menigkatkan potensi diri, memperluas pengetahuan, meningkatkan ketrampilan hingga mendapatkan peluang kerja yang lebih baik. Program ini sangatlah memudahkan bagi praktisi pelayaran niaga yang telah berpengalaman kerja untuk mensetarakan ijazah Pendidikan Tinggi pada jenjang S1 Terapan karna waktu belajar yang lebih fleksibel, yaitu dimana mahasiswa bisa bernegosiasi dengan dosen mengenai jam belajar yang sesuai, hemat biaya, masa studi cepat dengan jalur rekognisi pembelajaran lampau (RPL) dengan akreditasi BAN-PT baik sekali.

    Dengan tiga pilar dasar Universitas Trilogi, yaitu 1) Teknopreneur (pengembangan kewirausahaan berbasis penguasaan teknologi), 2) Kolaborasi (Kemampuan bekerjasama dan mengelola teamwork yang solid serta jejaring yang luas), dan 3) Kemandirian (memiliki kreatifitas serta adaftif sehingga mampu membangun potensi diri)  ini terbukti dimana pada tahun 2020 universitas Trilogi dapat mencatatkan sebagau 20 PTS terbaik di DKI Jakarta dari total 309 PTS yang ada di DKI Jakarta, disamping itu juga menempati urutan ke 171 unversitas terbaik di Indonesia berdasarkan klaterisasi perguruan tinggi.

    Ikuti tulisan menarik Muhammad Iqbal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.