x

Sumber Foto: Pexels/ Buku

Iklan

Rania Ninanta Marito Harahap

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Maret 2022

Selasa, 12 April 2022 19:40 WIB

Karya Sastra Genre Romantisme dan Generasi Z

Generasi Z adalah generasi yang lahir pada tahun 1995 hingga 2010. Mereka adalah generasi yang umumnya sudah paham akan penggunaan teknologi. Eksistensi dari karya sastra bergenre romantisme, di tengah generasi Z saat ini tampak semakin berkembang. Di mana, kebanyakan peminat dari karya sastra beraliran romantis adalah mereka para generasi Z. Artikel ini menjelaskan mengapa karya sastra genre romantisme banyak digemari para generasi Z.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di era modern saat ini, sastra semakin dikenal oleh masyarakat. Tidak jarang kita melihat orang-orang menghabiskan akhir pekannya dengan membaca buku sastra. Terutama novel, cerpen (cerita pendek), dan buku kumpulan puisi. Masyarakat membaca karya sastra dengan berbagai tujuan. Seperti mahasiswa sastra yang biasanya membaca buku sastra untuk mengerjakan tugas, ingin memperluas wawasan mengenai sastra dan kebudayaan, atau bahkan mereka yang membaca sastra sebagai sarana hiburan.

Saat ini, sastra semakin membumi dan dicintai banyak orang, khususnya para remaja generasi Z. Pengertian generasi Z menurut Bencsik, Csikos & Juhaz, (2016), adalah sebagai generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai dengan tahun 2010. Generasi Z juga merupakan generasi yang sudah terbiasa dan paham akan teknologi. Apakah kita sadar bahwa eksistensi sastra bergenre romantisme semakin tinggi? Antusias para generasi Z dalam membaca karya sastra dengan genre romantis sangatlah besar. Tidak jarang, karya sastra dengan genre romantis sering terjual laris di toko buku atau di pasaran. Seperti novel Mariposa yang terjual lebih dari 17 ribu eksemplar, Dilan, dan masih banyak lagi.  Namun, apa itu genre romantisme?

Nama “romantik” berasal dari istilah “romans” yaitu narasi heroik prosa atau puitis yang berasal dari sastra abad pertengahan dan romantik. Gerakan yang mengangkat seni rakyat, alam, dan kebiasaan ini menganjurkan epistemologi yang didasarkan pada alam, termasuk aktivitas manusia yang dikondisikan oleh alam dalam bentuk bahasa, kebiasaan, dan tradisi. Lalu, menjelang akhir abad, romantik dihubungkan dengan pengertian perasaan, subjektivitas, dan keaslian. (Luxemburg dkk, 1989:162). Sastra romantis dapat diartikan sebagai genre sastra yang berisi kisah asmara yang indah disertai dengan kata demi kata yang dapat memabukkan perasaan. Aliran romantisme merupakan jenis aliran yang sering dikaitkan dengan perasaan cinta, kekaguman, harapan, patah hati, dan kekecewaan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Puisi dengan aroma romantis karya para penyair sastra, juga sangat menarik perhatian generasi Z. Seperti puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono, yang sering sekali dibaca atau bahkan dijadikan story di sosial media mereka. Salah satu karya Sapardi Djoko Damono yang terkenal berjudul “Aku Ingin”. Berikut ini,  isi dari puisi tersebut.

Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Diucapkan kayu kepada api
Yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Disampaikan awan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada

Jika kita baca bait demi bait isi puisi tersebut, maka secara sederhana dapat disimpulkan bahwa puisi “Aku Ingin”, menunjukkan sisi romantisme yang amat indah. Unsur keindahan dan romantis tersebut salah satunya dapat diperhatikan dari kalimat “Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana”.

 

Lantas, mengapa karya sastra dengan genre romantisme memiliki tempat yang spesial di hati para generasi Z?

1. Generasi Z umumnya masih remaja.

Seperti yang sudah diketahui bersama generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai dengan tahun 2010. Di mana genre romantisme pada karya sastra sangat populer, dapat dikatakan karena generasi Z adalah remaja dan anak muda. Yang tentunya jika membahas remaja dan jiwa muda, tidak jauh-jauh dari kisah percintaan. Karena masa mudalah siklus seorang manusia untuk mulai merasakan cinta, baik itu jatuh hati, patah hati, ditinggalkan kekasih, atau kisah cinta lainnya. Para remaja generasi Z, tentu akan banyak membaca buku sastra yang sesuai dengan suasana hati mereka, dibanding untuk menambah wawasan. Misalnya saja, seorang remaja sedang patah hati. Ia mungkin akan membeli novel dengan genre percintaan yang cocok dengan isi hatinya.

2. Perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Para penulis sastra dapat mempromosikan hasil karyanya dengan cepat dan praktis melalui media sosial. Membaca karya sastra juga tidak harus ke perpustakaan atau membeli buku, karena bahkan kita bisa membacanya lewat smartphone baik di aplikasi maupun website.  Ketika para generasi Z sedang jatuh cinta, tentunya mereka akan lebih tertarik membaca quotes sastra romantis di media sosialnya. Generasi Z yang melek teknologi, tentu akan sangat mudah dalam mengakses karya sastra. Hanya tinggal membuka smartphonedan mencari puisi sastra kesukaannya atau karya sastra yang sesuai dengan perasaannya saat itu. Misalkan membaca puisi “Untukmu”, dari penyair sekaligus musisi papan atas yang terkenal Fiersa Besari secara online.

 

Jadi, dapat disimpulkan genre romantisme sangat diminati di kalangan generasi Z, karena mereka umumnya masih usia remaja dan mengalami siklus percintaan yang dominan dibanding generasi di atas atau di bawahnya. Serta adanya media sosial dan terbukanya mereka terhadap teknologi, yang memudahkan generasi Z dalam mengakses berbagai karya sastra.  

 

 

Referensi:

Hapsari, Septiara. Romantisme dalam Lirik Lagu Ebiet G. Ade. Universitas Diponegoro. 2017.

Luxemburg, Jan Van. Dkk. 1989. Pengantar Ilmu Sastra. Terjemahan Dick Hartono. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rachmawati, Dewi. "Welcoming Gen Z in Job World (Selamat Datang Generasi Z di dunia kerja)." Proceeding Indonesian Carrier Center Network (ICCN) Summit 2019 1.1 (2019): 21-24.

Ikuti tulisan menarik Rania Ninanta Marito Harahap lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB