Puisi: Elegi Negeri Antah Berantah - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Pemandangan di Indonesia

sucahyo adi swasono

Hanya Seorang Bakul Es "Dunia Es" plus Mie Pangsit di Kota Malang Jawa Timur
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Selasa, 19 April 2022 13:33 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Puisi: Elegi Negeri Antah Berantah

    Puisi pemberontakan jiwa pada fakta fenomena negeri yang kian menggejala dalam ketimpangan tak terkendali, jauh panggang dari api terhadap cita-cita ideal dan komitmen bangsa sejak merdeka.

    Dibaca : 824 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    menelusuri kabut tebal laksana lingkaran tak berujung berpangkal

    karena jiwa tak selalu menerima pada guratan yang hanya menggantang asap

    hanya meninabobokan, melipur lara belaka, dari para penghuni puncak piramidal

    mendera sang kebanyakan dalam rindu mimpi tak terbeli

     

    suluk tembang syahdu mendayu

    gemah ripah loh jinawi

    tata tentrem rukun raharja berselimutkan subur kang sarwa tinandur

    tak seindah yang dimitoskan di setiap realita yang ditemukan

    karena saling kasih sayang, saling memakmurkan masih tersandung

    oleh segelintir hegemoni oligarki tirani

    dan, nrimo ing pandum pun menjadi terpaksa untuk ditelan sang kebanyakan

     

    melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah

    memajukan kesejahteraan umum

    upaya mencerdaskan kehidupan bangsa

    berperan serta dalam perdamaian abadi berkeadilan sosial berwujudkan tatanan dunia

    hanya terpampang, terpancang pada dokumen prasasti sakral belaka

    hanya menggaung menggema dari narasi pidato ke sepenjuru negeri

    tanpa mewujud dalam lelaku nyata, menggusur kemanusiaan yang beradab

    mengingkari kedaulatan Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang Maha Kuasa Segala

     

    begitulah, negeri antah berantah dalam sejuta wajah ...

     

    Kota Malang, April hari kesembilan belas, Dua ribu dua puluh dua, 

    "Menyongsong fajar pembebasan dalam penantian ..."



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Harna Silwati

    Minggu, 1 Mei 2022 07:53 WIB

    Puisi : Hari Raya

    Dibaca : 609 kali

    Puisi : Hari Raya



    Oleh: Romi Assidiq

    Jumat, 29 April 2022 12:43 WIB

    Aku Adalah Bahu

    Dibaca : 533 kali


    Oleh: Romi Assidiq

    Jumat, 29 April 2022 12:43 WIB

    Inilah Cinta

    Dibaca : 510 kali