Memetik Hasil Perbuatan - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Senin, 25 April 2022 17:14 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Memetik Hasil Perbuatan

    Perbuatan apapun pasti memiliki akibat. Bisa jadi baik bisa jadi buruk. Semuanya akan kembali kepada orang yang berbuat. Apapun yang Anda berikan akan kembali kepada Anda.

    Dibaca : 728 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

    Kita adalah bangsa besar.  Nènèk moyang kita adalah orang orang unggul yang memiiki banyak karya besar di banyak bidang. Selain bangunan Candi Borobudur, Prambanan dll ada juga karya sastra yang tidak kalah besar.  Selain karya sastra wayang ada lagi pepatah, peri bahasa yang ibarat rambu lalu lintas dalam perjalanan hidup.  Itu adalah pelajaran yang mereka dapatkan dari  kehidupan.  Hébatnya lagi mereka mampu merumuskan dalam kalimat pèndèk bahkan dalam frasa.  Jadi singkat dan padat.  Mari kita ulas salah satunya.

    Dalam bahasa Jawa ada sebuah peribahasa yang sangat padat manka.  Ngunduh wohing pakarti.  Kata ngunduh artinya memetik buah dari pohonnya.  Kata ngunduh sekarang diserap ke dalam bahasa Indonesia sebagai padanan kata download.  Kata woh artinya buah.  Wohing artinya buahnya.  Pakarti artinya perbuatan.  Jadi arti keseluruhannya adalah memetik  buah atau akibat perbuatan.

    Leluhur agaknya ingin memberi masukan pada anak cucunya bahwa kita harus berpikir panjang.  Kita harus meyadari bahwa perbuatan kita akan memiliki dampak ke masa depan.  Sebagian berdampak kecil saja tapi ada juga perbuatan yang memiiki dampak sangat jauh ke depan.  Saya yakin nènèk moyang ingin kita mampu memikirkan hal ini dengan mendalam. Mereka pasti ingin kita melakukan perbuatan yang berdampak baik sampai jauh ke depan.

    Apapun perbuatan itu kalau mau berdampak jauh ke depan ya harus dengan ilmu, bukan asal asalan saja.  Ilmunya boleh apa saja.  Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa imu Allah tidak terbatas.  Apabila pohon pohon dijadikan pena dan air samudera dijadikan tintanya maka sampai samudera itu kering bahkan ditambah sejumlah itu, ilmu Allah belum selesai ditulis.  Jadi artinya ilmu itu luas sekali. Lebih luas daripada samudera.  Maka silah pilih salah satu atau dua ilmu untuk diamalkan.

    Sila lihat upaya dakwah KH Ahmad Dahlan di awal abad keduapuluh sekarang sudah berdampak besar sekali.  Ratusan atau ribuan sekolah dan rumah sakit memberi jasa yang luarbiasa kepada masyarakat. Demikian juga ribuan masjid yang mencerahkan ratusan juta orang setiap saat.  Buah dari perbuatan baik itu dinikmati oleh ratusan juta orang.  Tentu saja banyak sekali pahala yang beliau terima.

    Demikian juga perbuatan para perintis kemerdekaan dulu.  Hasil perbuatan mereka berupa kemerdekaan dinikmati oleh jutaan orang.  Luarbiasa jasa meréka.

    Di sisi lain perbuatan buruk juga akan berdampak buruk kepada masyarakat dan pelakunya dan keluarganya.  Mungkin anda sudah sering melihat sendiri contohnya jadi tidak usah disebut di sini agar tidak jadi ghibah

    Monggo berkarya yang baik agar memiliki dampak baik kepada masyarakat dan keluarga. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.