Desa Cikolelet Cinangka Menjadi Desa Wisata Mandiri Binaan STP Trisakti Jakarta - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang menjadi salah satu dari dua desa binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisaksi Jakarta, Rabu (25/05/2022)

Abyan Kudsi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Mei 2022

Minggu, 29 Mei 2022 08:13 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Desa Cikolelet Cinangka Menjadi Desa Wisata Mandiri Binaan STP Trisakti Jakarta

    Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang menjadi salah satu dari dua desa binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta.

    Dibaca : 876 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    SERANG,INDONESIANA.ID- Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang menjadi salah satu dari dua desa binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta. STP Trisakti menargetkan, bakal menjadikan Desa Cikolelet menjadi Desa Wisata Cikolelet Mandiri.

    “Target kami, mudah-mudahan seperti mimpinya Desa Wisata Cikolelet bisa menjadikan Desa Wisata Cikolelet menjadi Desa Wisata Mandiri. Insya Allah perlahan,” ujar Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta Fetty Asmaniati, Rabu (25/5/2022) lalu.

    Diketahui, Desa Cikolelet pada Tahun 2021 lalu masuk dalam 50 besar Desa Wisata terbaik se -Indonesia dalam Lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Untuk kategorinya, Desa Cikolelet masuk dalam Desa Wisata Rintisan.

    Sedangkan untuk menjadi Desa Wisata Mandiri masih perlu perlu melewati beberapa tahapan, yakni desa wisata rintisan, desa wisata berkembang, desa wisata maju, dan desa wisata mandiri. Mandiri lebih jelasnya, sudah tidak lagi ketergantungan dari pemerintah daerah.

    Oleh karena itu, Fetty Asmaniati mengatakan untuk menjadikan Cikolelet menjadi Desa Wisata Mandiri pihaknya akan lebih luas lagi mempromosikan Desa Cikolelet yang menjadi desa binaan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. “Mudah-mudahan dengan adanya informasi yang lebih luas ke masyarakat bisa meningkatkan kunjungan ke Desa Wisata Cikolelet, dan kami juga sangat bersyukur dan terima kasih hasil binaan kami kemarin masuk 50 desa rintisan seluruh Indonesia,” katanya.

    Fetty Asmaniati juga mengatakan, binaan yang dilakukan terhadap Desa Wisata Cikolelet sudah dilakukan sejak tahun 2019 yang sebelumnya juga dilakukan penandatanganan kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU). Namun, upaya itu belum mencukupi untuk itu pihaknya pun melakukan kerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang dilaksanakan pada Rabu (25/05/2022), di Aula Disparpora. “Kami juga akan membina desa-desa lain yang ada di Kabupaten Serang atas permintaan dari Disporapar. Karena tujuannya kami satu Kabupaten Serang semakin dikenal, ini semua hanya untuk NKRI,” kata Fetty.

    Fetty menyebutkan, upaya yang dilakukan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dengan membina desa menjadi desa wisata sudah seharusnya dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa karena pendidikan harus melakukan tridarma. Karena Tri Darma tidak hanya belajar saja, tapi juga harus melakukan penelitian, harus mengabdikan ilmu kepada masyarakat pengabdian masyarakat. “Ini bentuk yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan, tidak hanya dosen mahasiswa juga mengabdikan ilmu yang sudah dipelajari kepada masyarakat,” tutur Fetty.

    Sementara Kepala Disparpora Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, Desa Cikolelet saat ini masih desa wisata rintisan diharapkan kedepan ada perkembangan menjadi menjadi desa wisata mandiri dan juga bisa menularkan ke desa-desa sekitarnya. Dengan adanya binaan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisaksi juga bisa mengembangkan desa-desa lain yang ada di sekitar Desa Cikolelet yang berdampak perekonomian masyarakat terangkat.

    “Kita juga terus melakukan pembinaan, pemantauan karena yang paling susah melakukan pemberdayaan masyarakat bagaimana bisa seperti di Desa Cikolelet, tapi kalau Disporapar sendiri sulit perlu adanya kerjasama stakeholder terkait lainnya,” tuturnya. (*/abyan)

    Ikuti tulisan menarik Abyan Kudsi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    5 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 593 kali