Cara Baru Menikmati Sastra dengan Cybersastra

Minggu, 5 Juni 2022 19:24 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Cybersastra adalah sebuah istilah dalam dunia sastra yang berarti karya sastra di dalam media internet.

Cybersastra adalah istilah yang sudah tidak asing lagi dalam dunia sastra, seiring berkembangnya zaman maka dunia sastra akan semakin maju. Teknologi berkembang pesat yang memudahkan segala informasi menyebar ke mana saja. Dalam hal ini sama dengan karya sastra yang mudah diakses di mana saja melalui internet. Saat ini masyarakat bisa menikmati sastra hanya dengan lewat gawai ataupun laptop, sehingga dunia sastra semakin luas.

Artikel ini ditulis karena penulis ingin mengetahui lebih dalam mengenai istilah Cybersastra, penulis juga merupakan penikmat karya sastra lewat media sosial, seperti cerita pendek yang ada di blog, alternative universe di twitter, dan wattpad. Sehingga membuat penulis tertarik untuk mempelajari istilah tersebut. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Cybersastra dan memperluas pengetahuan tentang dunia sastra. Manfaat penulisan artikel ini adalah untuk menambah wawasan serta pengetahuan mengenai Cybersastra kepada pembaca dan juga penulis sendiri.

Pengertian Cybersastra                                                                  

Istilah Cybersastra berasal dari kata Cyber di dalam bahasa Inggris. Kata Cyber tidaklah berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kata lainnya, seperti Cyberspace yang berarti ruang (berkomputer), Cybernate yang berarti pengendalian proses menggunakan computer, dan Cybernetics yang berarti mengacu pada system kendali otomatis. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Cybersastra adalah kegiatan sastra yang memanfaatkan media komputer atau internet. Munculnya istilah ini bermula dengan hadirnya komuninas-komunitas di dunia maya. Milis penyair adalah salah satu yang merupakan tonggak lahirnya Cybersastra di Indonesia. Di dalam perkembangannya, cybersastra melahirkan tiga bentuk wajah dalam dunia sastra, yaitu Sastra Milis, Sastra Portal, dan Sastra Blog. Istilah ini mulai populer sejak tahun 2001, yakni pada saat budaya internet mulai menyebar di negeri kita. Dengan adanya internet tersebut maka muncul Cybersastra. Munculnya Cybersastra secara tidak langsung telah menabuh ‘gong besar’ fenomena dunia sastra, khususnya yang berkembang di Indonesia. Cybersastra mampu menghancurkan dinding-dinding sastra yang selama ini’inklusif’ bagi para penulis pemula.

Sejarah Cyber Sastra

Perkembangan karya sastra selalu identik dengan proses kreatifitas yang mengikutinya. Sastra Indonesia Modern pertama kali diperkenalkan dalam panggung politik Indonesia, maka sejarah mencatat beberapa bagian penting yang dapat dipelajari oleh masyarakat, seperti tokoh, waktu, dan peristiwa sastra. Pada zaman Balai Pustaka yang ditandai dengan lahirnya novel Siti Nurbaya karangan Marah Rusli hingga lahirnya angkatan 2000 yang dimaknai kelahiran pengarang-pengarang perempuan Indonesia, khazanah Sastra Indonesia selalu ditandai dengan berbagai persoalan ‘politik berkarya’. Disebut ‘politik berkarya’ karena proses penciptaan karya sastra cenderung mempertontonkan penolakan terhadap gerakan yang mengatasnamakan sastra. Di Indonesia, geger sastra muncul kepermukaan karena adanya gerakan puisi esai Denny JA yang kemudian bermuara masuknya nama ini dalam buku kontroversial terbitan Pustaka HB Jassin yaitu “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh”.

Cybersastra sebenarnya telah lama muncul di kurun waktu 90-an, namun kemudian pada tahun 2001 kembali muncul setelah terbitnya buku “Graffiti Gratitude” pada tanggal 9 Mei 2001. Buku tersebut merupakan buku antalogi puisi cyber. Di luar media konvensional cetak, internet telah menghadirkan cara distribusi baru. Pada tahun 90-an muncul laman Cybersastra yang cukup aktif menerbitkan karya maupun kritik, sayangnya laman ini sudah tidak aktif lagi. Posisi laman ini dilanjutkan oleh laman Media sastra yang sayangnya tidak terlalu aktif dalam menerbitkan kritik. Tetapi pada saat ini banyak penulis pemula yang menulis apresiasi, menulis ulasan, maupun kritik dalam blog pribadi. Belakangan muncul pula grup di sosial media yang dikhususkan dalam mendiskusikan sastra koran, seperti di Facebook, Twitter, dan lainnya. Para penulis menciptakan karya sastra di beberapa platform tersebut, seperti membuat cerita pendek, prosa, dan puisi.

Contoh Cyber Sastra

  1. Alternative Universe (AU)

Alternative Universe adalah sebuah alam semesta atau cerita lain yang diciptakan oleh penggemar, baik itu penggemar korea atau kpop, penggemar anime, dan penggemar western. Cerita AU nantinya akan ditulis oleh salah satu pengguna Twitter dan membuat thread yang berurutan. Genre dalam cerita AU juga ada berbagai macam, tetapi paling sering ditemukan yaitu genre romansa. Contoh AU yang terkenal hingga terbit menjadi novel cetak, yaitu “Dikta dan Hukum” karya Dhia’an Farah, “2.578.0 KM” dan Letting Go.

  1. Wattpad

Wattpad adalah layanan situs web dan aplikasi telepon pintar untuk membaca berbagai macam cerita dari berbagai genre dan bahasa. Aplikasi ini berasal dari Toronto, Kanada, yang memungkinkan penggunanya untuk membaca atau mengirimkan karyanya dalam bentuk cerita, puisi, novel, atau sejenisnya. Dari aplikasi ini, banyak penulis yang ceritanya diterbitkan dalam media cetak, contohnya adalah novel “Antares”, “Septihan”, “Hold Me” dan lainnya.

  1. Write.as

Write.as adalah platform blog yang didirikan pada tahun 2015. Write.as mempromosikan dirinya sebagai platform penulisan yang minimalis dan befokus pada privasi. Jadi, kamu bisa memulai tulisan sebagai anonim ataupun bernama. Untuk memulai tulisan di sini, kamu cukup mengklik “tulis sesuatu” di beranda, kemudian klik ikon terbitkan, dan jadilah karya kamu sudah terbit. Karya-karya di platform ini juga memiliki berbagai genre, sehingga pembaca tidak akan mudah bosan.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Cybersastra adalah karya sastra yang dapat diakses lewat media sosial, seperti blog, web, Twitter, dan lainnya. Cyber Sastra yang ada pada saat ini adalah wattpad, Write.as, Alternative Universe, dan Fan Fiction. Semakin berkembangnya teknologi maka tidak dapat dipungkiri bahwa dunia sastra akan semakin maju, yang dulunya sastra hanya bisa dinikmati secara langsung, seperti melalui mulut ke mulut, gambar, dan bentuk media cetak. Sekarang sastra sudah dapat dinikmati dari jarak jauh sekalipun, melalui internet.

Source:

  • Fitriani, L. (2007). Sastra Cyber di Indonesia. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 2(2).
  • Yulhasni, Y., & Suprayetno, E. (2018). Cyber Sastra: Perlawanan Terhadap Hegemoni Dalam Sastra Indonesia. Jurnal Komposisi, 3(2), 106-109.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Anisah Rahmayanti

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Pentingnya Membaca Efektif Untuk Mahasiswa

Senin, 28 November 2022 09:16 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua