Hivos, Kuatkan Wanita Tani dan Kelompok Rentan Lombok Lewat Pasar Tani - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

ahyar ros

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 18 Juni 2022 07:41 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Hivos, Kuatkan Wanita Tani dan Kelompok Rentan Lombok Lewat Pasar Tani

    Konsorsium Hivos bersama lima mitra, SAPDA, KAPAL Perempuan, CISDI, PUPUK, dan PAMFLET mengadakan Gebyar Pasar Tani untuk kelompok perempuan, difabel, keluarga pekerja migran, dan lansia yang tersebar di 10 desa binaan Hivos dan mitra kerjanya di Kabupaten Lombok Timur.

    Dibaca : 404 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ibu Susmini perlihatkan Cilok buatannya diacara Gebyar Pasar Tani di Desa Montong Betok, Lotim.

    Konsorsium Hivos bersama lima mitra, SAPDA, KAPAL Perempuan, CISDI, PUPUK, dan PAMFLET mengadakan Gebyar Pasar Tani untuk kelompok perempuan, difabel, keluarga pekerja migran, dan lansia. Mereka berada secara tersebar di 10 desa binaan Hivos dan mitra kerjanya di Kabupaten Lombok Timur.

    Lewat proyek action pendanaan Uni Eropa ini diharapkan adanya keterlibatan warga di desa dan perkotaan dalam membangun kebersamaan dan ketahanan menghadapi Covid-19. Gebyar Pasar Tani ini bertempat di halaman Kantor Camat Montong Gading, Lombok Timur.

    Acara ini dihadiri anggota konsorsium Hivos, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kepala Dinas Perdagangan, Lombok Timur, perwakilan camat; Montong Gading, Lenek, Selong dan Montong Betok, serta kepala desa; Perian, Lenek Kalibambang, Lenek Lauq, Denggen Timur, Kelurahan Denggen, dan Kelurahan Selong.

    Perwakilan Hivos, Deni Irwan, mengatakan Gebyar Pasar Tani diselenggarakan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan komunitas rentan, seperti difabel, keluarga pekerja migran, dan lansia.

    Selain itu, acara Gebyar Pasar Tani untuk mengenalkan produk hasil olahan binaan Hivos bersama 5 mitra kerja yang berada di 10 desa di Lombok Timur. Penerima manfaat program membawa produk, berupa hasil olahan mereka untuk dipamerkan ke komunitas atau warga yang ikut meriahkan Gebyar Pasar Tani. Itulah sebabnya, Gebyar Pasar Tani dilaksanakan.  

    “Gebyar Pasar Tani, diadakan agar KWT dan kelompok rentan di 10 desa binaan Hivos dan mitra, bisa saling memperlihatkan produk olahan pertanianya dan berbagi pengalaman antar komunitas lainnya,” kata Deni Irawan Perwakilan Hivos saat ditemui di acara halaman Kantor Camat, Montong Gading, (17/Juni/2022).

    Dijelaskan, Deni kegiatan ini juga merupakan tempat pameran hasil pengolahan produk KWT dan penerima manfaat program, yang masing-masing mereka membawa dalam bentuk olahan produk pertanian berbagai jenis.

    “Kami berharap, agar pasar tani ini bisa manfaatkan KWT, ibu PKK, dan kelompok rentan di 10 desa binaan Hivos,” ujar Deni

    Dalam kesempatan yang sama, Sukanah, Kepala Desa Montong Betok menyambut baik Gebyar Pasar Tani. Menurutnya, program binaan Hivos ke KWT, ibu PKK, komunitas difabel, keluarga pekerja migran, dan lansia di Desa Montong Betok sangat bermanfaat dan berdampak positif bagi warganya.

    “Warga kami, di Montong Betok senang mengikuti pelatihan urban farming dan kegiatan Hivos lainya,” ujar pria 60 tahun ini.

    Pelatihan program pendampingan Hivos bersama 5 mitra, SAPDA, KAPAL Perempuan, CISDI, PUPUK, dan PAMFLET dirasakan manfaatnya oleh masing-masing binaan Hivos di 10 di Kabupaten Lombok Timur.      

    Hal ini diungkapkan, Sekretaris PKK Montong Betok, Ibu Reina Iriana. Menurutnya pelatihan dari Hivos cukup membantunya dalam menopangan ekonomi keluarganya selama Covid-19 hingga saat ini.

    “Di saat Covid-19 kemarin, kami manfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam sayur-mayur. Hasilnya dijual ke pasar,” kata perempuan yang tergabung dalam KWT Montong Betok ini.    

    Selain itu, Marlina, 50 tahun, Ketua KWT Desa Lenek Kalibambang juga merasakan manfaat positif pendampingan program Hivos di tempatanya. Pada Mayung.id, ia bercerita kegiatanya mendapat pelatihan pemanfaatan pekarangan, mengolah produk pertanian hingga model pemasaran bersama 40 kelompok KWT dan komunitas rentan di Lenek Kalibambang.

    “Dari program pendampingan Hivos, kami tak hanya belajar pemanfaatan pekarangan dan pengolahan hasil pertanian, tapi juga tentang belajar bersama mereka dari berbagai latar belakang,” ujar Marlina saat ditemui diacara Gebyar Pasar Tani.     

    Manfaat program Hivos tak hanya dirasakan oleh komunitas dampingan Hivos dan 5 mitra kerjanya, tapi juga oleh, Susmini, 50 tahun, penjual Cilok di Gebyar Pasar Tani, Montong Betok. Ia mengatakan, dirinya mendapat undangan dari Desa Montong Betok untuk menjajakan olahan Ciloknya.

    “Saya lihat KWT dan ibu PKK Montong Betok dampingan Hivos sangat membatu kelompok perempuan, terutama buat komunitas difabel dan lansia,” kata Susmini, perempuan yang 7 tahun lalu pernah mendapat binaan usaha dari Kapal Perempuan, Jakarta ini. (Ahyar ros).

    Ikuti tulisan menarik ahyar ros lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    4 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 593 kali