Makna Denotatif dan Konotatif Nama Geng Naga Hitam dalam Film Serigala Terakhir - Analisis - www.indonesiana.id
x

Hidayat Pradana Putra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Mei 2022

Minggu, 3 Juli 2022 15:22 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Makna Denotatif dan Konotatif Nama Geng Naga Hitam dalam Film Serigala Terakhir

    Sebuah artikel yang membahas mengenai makna nama kelompok geng NAGA HITAM dalam film SERIGALA TERAKHIR.

    Dibaca : 369 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sebuah film layar lebar berjudul Serigala Terakhir yang menceritakan tentang duel antara kelompok Ale dengan Naga Hitam. Pada awal film kita disajikan pertandingan sepak bola antar kelompok, yaitu kelompok Ale, Sadat, Jago, Lukman, Jarot dan kelompok pemuda saingannya. Pertandingan itu disaksikan oleh banyak warga desa, namun muncul insiden perkelahian. Salah satu anggota saingan berencana menikam Ale, tetapi Jarot berhasil menggagalkan nya. Jarot memukul kepala pemuda yang ingin menikam Ale itu dengan batu hingga meninggal, dan Jarot pun ditangkap polisi.

                Singkat cerita, Jarot yang pada awalnya terus-menerus mengalami intimidasi di dalam penjara mulai berlatih dan akhirnya mampu mengalahkan seluruh tahanan di dalam sel-nya dan menjadi orang yang ditakuti oleh para tahanan. Meskipun Jarot tidak lagi mendapat intimidasi di dalam penjara, namun ia kecewa pada sahabat nya yaitu Ale, Jago, Lukman dan Sadat, tidak ada satu pun sahabat nya yang berkunjung ke penjara untuk menemuinya. Setelah masa tahanan Jarot berlalu, Jarot pun bebas dan tanpa diduga, ternyata sudah ada Fatir yang menunggunya di depan gerbang pintu masuk penjara. Fatir seorang pemuda dengan kebutuhan khusus yang dahulu ingin bergabung dengan kelompok Ale namun selalu saja di tolak dan di hina oleh mereka, hanya Jarot yang bersikap baik padanya.

                Setelah nenek Fatir meninggal, ia memutuskan untuk  bergabung dengan geng mafia yang melakukan operasi penjualan narkoba bernama Naga Hitam. Setelah mengetahui kebebasan Jarot, Fatir pun segera menunggunya di depan gerbang pintu masuk penjara. Jarot yang merasa sudah lama mengenal Fatir nampak kaget melihat penampilan Fatir yang begitu berbeda. Jarot yang hanya mengikuti arahan Fatir untuk mengikuti nya dibawa ke markas Naga Hitam dan diajak bergabung dengan kelompok Naga Hitam. Dengan masuknya Jarot ke dalam kelompok Naga Hitam, mengharuskan ia untuk melawan kelompok sahabat nya sendiri yaitu kelompok Ale, Jago, Sadat dan Lukman.

                Pada film ini kelompok Naga Hitam sangat berperan dalam merubah kehidupan Jarot dan Fatir yang berasal dari desa. Apa sebenarnya makna dari kata Naga Hitam jika kita kaitkan dengan teori Semiotika menurut Roland Barthes dan dilihat dari sudut pandang ilmu linguistik?

    Dalam ilmu linguistik, Semiotika merupakan salah satu cabang dari ilmu yang mempelajari tentang tanda. Menurut Roland Barthes, semiotik merupakan bagian dari linguistik karena tanda-tanda dalam bidang lain tersebut dapat dipandang sebagai bahasa, yang mengungkapkan gagasan (artinya, bermakna), merupakan unsur yang terbentuk dari penanda-petanda, dan terdapat di dalam sebuah struktur. Di dalam semiologi Barthes, denotasi merupakan sistem signifikasi tingkat pertama, sementara konotasi merupakan tingkat kedua yang menjelaskan hubungan antara signifier dan signified, yang di dalamnya beroperasi makna yang tidak eksplisit, tidak langsung dan tidak pasti (dalam Pirna, 2019). Dalam hal ini denotasi justru lebih dihubungkan dengan ketertutupan makna. Berikut ini merupakan hasil analisis makna denotatif dan konotatif pada nama kelompok Naga Hitam dalam film Serigala Terakhir.

     

    Kata

    Makna Denotatif

    Makna Konotatif

    Naga

    Naga dalam KBBI, yakni ular besar (dalam cerita dan dalam kata majemuk), seperti berapi, bura, gentala, umbang; atau ular besar (menurut kepercayaan) penunggu mata angin (ada yang berpindah tiap hari, ada yang tiap tahun, seperti hari, tahun) (2008:948).

    Naga merupakan makhluk yang universal dan simbolik yang dapat ditemui dalam kebudayaan di dunia (dalam Prina, 2019).

     

    Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa makna denotasi dari kata Naga dalam film Serigala Terakhir merupakan makna sebenarnya dari kata Naga, yaitu seekor ular besar yang di cirikan memiliki tubuh berapi dan tidak selalu menetap pada satu tempat. Sedangkan makna konotatif nya merupakan tingkat pertanda yang menjelaskan hubungan antara signifier dan signified yang memiliki makna tidak langsung. Selain itu, terdapat juga perbedaan pandangan yang signifikan antara kebudayaan barat dan timur terhadap naga.

                Menurut Cirlot, dalam kebudayaan barat, naga diindentikkan dengan simbol kejahatan, cenderung merusak, dan dianggap sebagai musuh yang harus dihancurkan. beberapa mitologi Eropa menjelaskan, bahwa seseorang yang dapat mengalahkan naga disebut sebagai pahlawan (dalam Prina, 2019).

    Kata

    Denotatif

    Konotatif

    Hitam

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata hitam adalah warna dasar yang serupa dengan warna arang. Arti lainnya dari hitam adalah mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan arang.

    Hitam merupakan warna yang melambangkan kegelapan, duka atau kesedihan yang mendalam.

     

    Dari kedua tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa makna denotasi kata Naga dan Hitam sebagai penanda dan konotasi dari kata Naga dan Hitam tersebut sebagai tanda. Jika dikaitkan dengan film Serigala Terakhir, arti dari kata Naga Hitam berarti kelompok yang jahat, tamak dan rakus serta membawa keburukan. Pengertian ini sangat sesuai dengan tindakan dan dampak yang disebabkan oleh kelompok Naga Hitam yang beroperasi melakukan penjualan narkoba pada film Serigala Terakhir.

    Ikuti tulisan menarik Hidayat Pradana Putra lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.