Kritik Politik Melalui DPR ala Da Lopez Bersaudara

Rabu, 13 Juli 2022 10:36 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Banyak cara untuk seorang kritikus dalam menyampaikan sebuah kritiknya tanpa melakukan penghinaan, mencela, menyudutkan atau pun dengan cara kekerasan. Seperti Da Lovez Bersaudara, mereka mengkritik dunia politik melalui sebuah karya seni berbentuk drama musikal berjudul DPR.

Kritik Politik melalui DPR ala Da Lopez Bersaudara

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Antara masyarakat dan politik keduanya saling terikat dan terhubung. Masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan politik bagi bangsanya. Bagaimana pun, dunia politik dirancang untuk kemaslahatan semua lapisan masyarakat, untuk itulah masyarakat harus aktif mengikuti arah perkembangan bangsanya. Agar segala aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dan terealisasi dengan baik. Dalam dunia politik tidak semua berjalan lurus sesuai rencana dan ekspektasi, untuk itu dibutuhkan peran masyarakat yang aktif mengkritik untuk mengingatkan kembali dari tujuan politik yang sesungguhnya.

Hal itu pun dilakukan Da Lopez Bersaudara dengan membuat sebuah drama musikal berjudul “DPR” sebagai bentuk kritik pada dunia politik. Drama Musikal DPR tayang di akun youtube SkinnyIndonesian24 pada satu tahun lalu dengan jumlah penonton yang sampai saat ini sudah mencapai 7 juta lebih penonton. Dengan durasi 36 menit mereka mampu mencampurkan antara seni dan politik, kisah dibalut lagu serta penuh dengan satire politik tanpa ada unsur kekerasan, menghina, atau memojokkan pihak manapun.

Berkisahkan seorang anggota DPR baru bernama Mawar (Dwynna Win) yang memiliki sifat idealis, kritis, berani, tegas, dan sangat prorakyat. Tujuan dia berani menjadi anggota DPR karena dia mempunyai latar belakang yang cukup menyedihkan. Waktu mawar kecil keluarga dia diusir aparat dari rumahnya sendiri karena kebijakan dari pemerintah dan kepentingan politik demi membangun suatu perusahaan besar.

Untuk itu di hari pertamanya kerja mawar sangat bersemangat ingin mengesahkan RUU Flora, Agrikultur, dan Kehutanan (FAK). Tetapi usaha Mawar untuk membela rakyat tidaklah mudah. Niat baiknya justru dibantah oleh rekan-rekan kerja sesamanya, karena mereka pikir RUU yang diajukan Mawar ada pasal yang menyulitkan pengusaha, dan mereka pikir pasal RUU itu terlalu memikirkan masa jangka panjang alias memikirkan masa depan yang akan datang, sedangkan rakyatnya saja tidak perduli dengan masa sekarang, masalah apa yang sedang genting dan harus segera diatasi. Sejauh ini masyarakatnya sendiri pun kurang peduli dengan kondisi negaranya, Masyarakat masih sibuk mengurus gosip-gosip yang beredar di media sosial daripada kondisi negaranya. Mawar pun dicap sok tau karena dia dianggap sebagai anak baru yang belum tau apa-apa tentang berpolitik. Tapi Mawar tidak pantang menyerah, dia akan terus berusaha mengesahkan RUU FAK meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Dapat dilihat bahwa drama ini mengkritik kinerja DPR yang hanya mementingkan urusan pribadi dengan berkedok mementingkan rakyat. Peraturan-peraturan yang dibuat hanya diperuntukkan untuk kebutuhan kalangan atas. meskipun begitu pasti banyak Mawar-mawar di luar sana yang sedang berjuang demi kepentingan rakyatnya. Selain itu, drama ini juga memberikan kritik pada masyarakat agar lebih peka lagi terhadap isu-isu yang terjadi saat ini. Bukan hanya sibuk dengan gosip-gosip artis tapi perlu diperhatikan juga kondisi negara sendiri. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam isu-isu politik hanya akan memberikan peluang bagi mereka para oknum yang berpolitik untuk menutupi isu-isu negara yang sesungguhnya terjadi. Dan akan mempermudah mereka untuk terus memanfaatkan kekuasaan mereka demi kepentingan dan kepuasan pribadi. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Febrianisa Amelia

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler