Aspal Buton, Ayo Kamu Bisa ! - Analisis - www.indonesiana.id
x

Koleksi Pribadi: Photo by Digital image.

Indrato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Juli 2021

Selasa, 16 Agustus 2022 12:17 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Aspal Buton, Ayo Kamu Bisa !

    Kata kunci dari keberhasilan Timnas-U16 Indonesia meraih Piala AFF 2022 sejatinya adalah karena mereka memiliki jiwa “Cinta Tanah Air Indonesia” di dalam dada. Mengapa di usia mereka yang masih muda belia, mereka sudah bisa memiliki jiwa “Cinta Tanah Air Indonesia” yang sedemikian sangat kuatnya ? Mereka berani jatuh-bangun dengan mati-matian terus berjuang mengerahkan segala daya dan upaya untuk mampu memenangkan pertandingan. Mereka bisa menang, karena jiwa mereka masih, polos, suci, dan murni. Mereka tahu pasti bahwa hanya dengan “kemenangan jiwa”, mereka akan mampu mengalahkan siapapun lawan-lawan mereka. Aspal Buton dapat belajar dan mengambil hikmah dari peristiwa kemenangan Timnas U-16 Indonesia melawan Timnas U-16 Vietnam ini. Aspal Buton harus juga mampu berjuang untuk mengsubstitusi aspal impor dengan jiwa “Cinta Tanah Air Indonesia” di dalam dada. Aspal Buton, ayo kamu bisa !.

    Dibaca : 303 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Aspal Buton untuk pertama kali ditemukan pada tahun 1924. 2 tahun lagi, pada tahun 2024, aspal Buton akan genap berusia 100 tahun, atau 1 abad. Kalau kita melihat angka 100, maka yang akan terbayang di dalam pikiran kita adalah gambaran seorang tua renta yang berusia 100 tahun. Lemah dan tidak berdaya sama sekali. Sedangkan kalau kita melihat angka 1, maka yang akan terbayang di dalam pikiran kita adalah gambaran seorang anak bayi berusia 1 tahun. Ia sedang belajar berjalan tertatih-tatih, sambil berceloteh dengan riang gembiranya. Tetapi sejatinya, aspal Buton sekarang ini masih belum lahir. Aspal Buton masih berada di dalam kandungan Ibu Pertiwi. Apa yang akan terbayang di dalam pikiran kita, bila kita mendengar kata “aspal Buton”? 

    Sekarang aspal Buton masih berada di dalam tidur panjangnya. Aspal Buton sedang bermimpi indah. Dalam mimpinya adalah aspal Buton sedang berjuang untuk menggantikan aspal impor. Dan di dalam mimpinya itu, aspal Buton berhasil mengsubstitusi aspal impor. Seluruh rakyat indonesia bangga, mengelu-elukan, dan menyambut keberhasilan ini dengan sorak sorai yang gegap gempita. Bahkan Bapak Presiden Joko Widodo sendiri menganugerahkan penghargaan Pemerintah Indonesia kepada aspal Buton sebagai “Produk Nasional Asli Indonesia Terbaik Sepanjang Masa”. Apakah mimpi aspal Buton ini hanya merupakan “bunga” tidur semata? Atau ini sebenarnya bukan mimpi, tetapi ini adalah sebuah visi?

    Baru-baru ini Timnas U-16 Indonesia telah berhasil menjuarai Piala AFF 2022. Timnas U-16 Indonesia telah melibas Timnas U-16 Vietnam dengan score 1 – 0. Ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Karena Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini tidak pernah menang melawan Timnas Vietnam. Seluruh rakyat Indonesia mengucapkan selamat dan perhargaannya. Termasuk Bapak Presiden Joko Widodo. Apa “rahasia” keberhasilan Timnas U-16 Indonesia yang menjadi penyebab utama mampu secara terhormat mengalahkan tim kuat Timnas U-16 Vietnam ?

    Kalau kita perhatikan kekuatan kedua tim adalah berimbang. Tetapi Timnas U-16 Indonesia memiliki sebuah kelebihan yang sangat berarti dan mulia. Yaitu “Cinta Tanah Air Indonesia”. Khususnya semangat juang yang tinggi dengan niat suci untuk memberikan hadiah istimewa “Piala AFF 2022” kepada Republik Indonesia yang akan diperingati hari ulang tahunnya yang ke77 pada tanggal 17 Agustus 2022. Asa dan motivasi agung inilah yang tidak dimiliki oleh Timnas U-16 Vietnam.

    Kata kunci dari keberhasilan Timnas-U16 Indonesia sejatinya adalah “Cinta Tanah Air Indonesia” di dalam dada. Mengapa di usia yang masih muda belia mereka sudah bisa memiliki jiwa “Cinta Tanah Air Indonesia” yang sedemikian sangat kuatnya, sehingga mereka rela jatuh-bangun, dan dengan mati-matian berjuang mengerahkan segala daya dan upaya untuk mampu memenangkan pertandingan? Mereka bisa menang, karena jiwa mereka masih, polos, suci, dan murni. Mereka tahu pasti bahwa hanya dengan “kemenangan jiwa”, mereka akan mampu mengalahkan siapapun lawan-lawan mereka. Tidak ada rasa gentar sedikitpun, maupun rasa rendah diri. Yang ada hanyalah satu rasa. Rasa “Cinta Tanah Air Indonesia”. Mereka sangat yakin sekali bahwa Allah SWT telah menciptakan mereka dalam keadaan sempurna dan sebaik-baiknya sebagai orang Indonesia. Dan untuk itu mereka merasa sangat bersyukur.

    Meskipun Timnas U-16 Indonesia usianya masih sangat muda, masih di bawah 16 tahun. Tetapi kita-kita yang jauh lebih tua, dapat belajar dari keberhasilan mereka merebut dengan susah payah Piala AFF 2022. Apa pelajaran dan hikmah yang dapat kita peroleh dari peristiwa ini? Ini adalah sebuah contoh tauladan yang sangat baik sekali untuk mulai membangun dan mengembangkan industri aspal Buton secara terhormat dan bermartabat. Bahkan ini adalah contoh tauladan yang baik sekali untuk semua pemimpin dan rakyat Indonesia untuk membangun Bangsa dan Negara secara lebih terhormat dan bermartabat. Sudahkah kita memiliki jiwa “Cinta Tanah Air Indonesia ?”

    Indonesia telah merdeka selama 77 tahun. Tetapi sampai sekarang ini masih belum ada tanda-tanda sama sekali bahwa aspal impor akan digantikan oleh aspal Buton. Apakah ini berarti bahwa “Cinta Tanah Air Indonesia” telah dikalahkan oleh “Cinta Produk-produk Impor” ? Apabila hal ini diibaratkan dengan sebuah pertandingan sepakbola, maka ini bermakna merupakan sebuah kekalahan telak tim “Cinta Tanah Air Indonesia” oleh tim “Cinta Produk-produk Impor” dengan scorenya 0 – 10. Oh.. alangkah malunya sekali menjadi orang Indonesia. 

    Bagaimana caranya agar aspal Buton dapat mengambil hikmah dari keberhasilan Timnas U-16 Indonesia yang telah membuktikan diri menjadi Juara Piala AFF 2022?. Tidak ada jawaban lain kecuali “Cinta Tanah Air Indonesia”. Kalau ada orang Indonesia yang tidak merasa “Cinta Tanah Air Indonesia”, maka mereka adalah pengkhianat. Dari fenomena visi aspal Buton mengsubstitusi aspal impor ini, kita dapat mengamati dengan terang benerang siapa-siapa saja yang sebenarnya “Cinta Tanah Air Indonesia”, dan siapa-siapa saja yang sebenarnya telah berkhianat. Apakah kita tidak punya perasaan malu sama sekali kepada anak-anak Timnas U-16 Indonesia yang telah membuktikan diri bahwa sejatinya mereka “Cinta Tanah Air Indonesia”. Mereka sudah paham arti sebuah “perjuangan”. Perjuangan adalah sebuah proses perjalanan untuk meraih Kemenangan. Dan tidak ada “Kemenangan Sejati” yang dapat diraih tanpa “Kehormatan”. 

    “Aspal Buton, ayo kamu bisa !” Ini adalah yel-yel dari suporter aspal Buton. Kalau Timnas U-16 Indonesia bisa meraih Piala AFF 2022 dengan semangat karena “Cinta Tanah Air Indonesia”. Mengapa aspal Buton tidak melakukan hal yang sama? Aspal Buton tidak bisa berjuang sendirian. Kita harus bersatu padu. Apabila semua rakyat Iindonesia benar-benar ”Cinta Tanah Air Indonesia”, marilah bergabung dan bersatu dengan tim “Aspal Nasional Indonesia” untuk mengsubstitusi aspal impor. “Piala Kemenangan” sudah berada di depan pelupuk mata. Ayo kita perjuangkan bersama-sama dengan sekuat tenaga. Aspal Buton, ayo kamu bisa !

    Terima kasih kepada anak-anak Timnas U-16 Indonesia yang telah menginspirasi dan memotivasi perjuangan aspal Buton untuk mengsubstitusi aspal impor.

    Ikuti tulisan menarik Indrato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    3 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 200 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro