Kisah Hacker Andri yang Mendapat Apresiasi dari US Departement of Defense - Urban - www.indonesiana.id
x

Andri. Istimewa

Harry Saputro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Agustus 2022

Rabu, 24 Agustus 2022 06:44 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Kisah Hacker Andri yang Mendapat Apresiasi dari US Departement of Defense

    Kisah di Balik Hacker Andri, yang Mendapatkan apresiasi dari US.Dept of Defense

    Dibaca : 1.136 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kisah di Balik Hacker Andri, yang Mendapatkan apresiasi dari US.Dept of Defense

     

    Andri (18) tengah menjadi perbincangan publik berkat aksinya yang sukses dalam mengikuti acara peretasan di Amerika yaitu US.Departement Of Defense membuat se-isi Washington terdiam akan hal tersebut.
     
    Bila di dunia ini ada sekelompok elit yang tahu seluk-beluk dunia siber, salah satu orangnya tentu Andri. Ia termasuk yang paling jeli. Jika mau, dia bisa mengakses semua informasi, mulai dari percakapan surat elektronik hingga menelusuri jejak percintaan Anda di dunia maya.
     
    Ia mengaku bisa mengalihkan ataupun membuka semua data informasi US. Departement Of Defense Ia juga mengaku mampu meretas lebih dari 300 website US Departement of Defense.
    Jadi, sebenarnya, siapakah si Andri ini?
     
     
     
    Andri adalah peretas asal Indonesia dengan reputasi global. Pria kelahiran 18 Agustus 2000 ini namanya begitu dikenal di komunitas peretas (luar negi)  karena bolak-balik menjadi pembicara pertemuan hacker di UK, US, hingga Russia.
     
    Apa keahliannya? Sebagai contoh, Pada Bulan lalu Andri berhasil meretas sistem pertahanan US. Departement Of Defense [US_DOD]. Ditahun 2019 ia mendapatkan apresiasi ranking peringkat (Top 9 Global Hacker) pada departement tersebut. Peragaannya terkait cara meretas sistem tersebut, dilakukan di sebuah forum medium yang bukti/konsepnya telah diunggah ke forum Medium.
    Kini pria asal Surabaya itu bergabung pada perusahaan konsultan jasa sistem keamanan siber, yang markasnya ada di US, setelah ia pindah ke sana pada tahun 2021. Jasa yang ia tawarkan termasuk pengamanan sistem perbankan, hingga telekomunikasi.

     

    'Kecanggihan' Andri dalam memahami suatu sistem siber mungkin membuatnya dikira sebagai anak sekolahan. Tapi itu keliru.
    Andri sendiri tidak pernah sekolah di bidang teknologi informasi (IT). dirinya menyebut bahwa setelah lulus SD, ia turun dalam kehidupan jalanan yang keras di Surabaya sebagai pedagang, Nasibnya  berubah saat seorang pemuda memperkenalkan dirinya pada komputer dan internet. Sejak itu, ia mempelajari internet secara otodidak dengan menyimak chatting dari para hacker dunia.
    Hingga kini Andri ogah dijuluki sebagai 'ahli', dan lebih mau dipanggil sebagai 'pengamat' atau 'partisipan aktif'.
    "Saya tidak memulai dengan menghack sistem kemudia setelah terkenal membuka identitas dan membangun bisnis sistem keamanan," kata dia. "Lebih baik kita diam daripada kita dikucilkan, orang yang pintar akan mengabaikan apapun perkataan orang. silence lebih baik," kata dia
     
     
     
    Sebagai seorang pencari kerentanan (bug hunter), prestsinya itu tergolong luar biasa. Padahal, Andri adalah lulusan SD yang sama sekali tidak ada hubunganya dengan dunia komputer. 
     
    Ditahun 2021 Ia pernah mendapatkan 4 apresiasi bounty ataupun hadiah dari Google, yaitu yang tercantum pada proffile nya di Google Bug Hunter
     
     
     
    Dahulu dirinya sangatlah aktif pada acara even offline siber yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). "Sejak awal saya lebih banyak bergaul dengan para hacker dunia ketimbang Indonesia, dan dari sana saya sering diundang menjadi pembicara seminar atau diwawancara media internasional."
     
    Ketidak sukaan Andri terhadap orang indonesia, yaitu sering mem-bully dirinya dari hal-hal yang sepele seperti postingan yang dibuat mengenai teknologi maupun informasi. Sebelumnya dia pernah membagikan banyak pengalamannya melalui twitter akan tetapi andri malah dianggap seseorang yang sampah di negaranya, selalu dikucilkan dan di-bully terus menerus. Maka dari hal tersebut Ia'pun merasa bahwa dirinya tidak dianggap pada negaranya sendiri, dan Andri memilih jalan untuk fokus kepada pemerintahan luar-negri. "Beberapa tahun setelah itu saya mulai diperhatikan di Amerika."
     
    Kemampuan Andri kini kerap dijadikan bukti bahwa tanpa diploma di bidang IT, seseorang sebenarnya bisa mencapai kesuksesan. Ia, yang telah menetap di Singapura, kerap diwawancarai terkait sistem keamanan dan pencegahan kejahatan siber.

    Ikuti tulisan menarik Harry Saputro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.