Fomo? Akankah Selalu Berdampak Buruk? - Urban - www.indonesiana.id
x

Digital Bisa untuk Semua (sumber: stories-freepik.com)

Mardiah Journey

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Maret 2022

Senin, 26 September 2022 08:21 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Fomo? Akankah Selalu Berdampak Buruk?

    Seperti yang kita ketahui juga, milenial semakin ke sini semakin kreatif. Maka dari itu, dibutuhkan wadah untuk mengakomodasikan itu semua.

    Dibaca : 1.845 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     
    Dunia digital berkembang sangatlah cepat. Rasanya baru kemarin menggunakan internet untuk kebutuhan main sosial media. Eh sekarang rasanya kalau gak internetan sehari aja rasanya udah kayak ada yang kurang aja gitu. Ngerasa gak sih?
     
    Perkembangan Dunia Social Media
     
    Dulu jaman saya masih SMP, itu adalah kali pertama saya membuat social media. Inget banget, dulu Facebook jadi salah satu sosial media yang wajib orang punya. Bahkan ada beberapa orang yang punya lebih dari satu sosial media, tapi dulu rasanya aneh ya kalau punya lebih dari satu sosial media.
     
    Trus gimana caranya akses internet? Dulu internet ada, tapi masih mahal banget. Setiap mau buka Facebook, biar puas mendingan main ke warnet. Biar sekalian download lagu maupun film. Jaman dulu belum ada yang namanya Internet Terbaik, karena kebutuhan internet pun belum sepenuhnya bisa terpenuhi.
     
    Seiring berjalannya waktu, berkembangnya teknologi yang semakin lama, menjadi semakin baik. Muncullah social media lainnya. Inget banget, selain Facebook mulai deh adanya Twitter yang hits pada jamannya! Belum lagi, awal mulanya ada Blog. Dulu, saya mikir apa ya fungsi Blog? Walaupun gak tau, tetep aja saya buat!
     
    Biar apa? Biar nggak ketinggalan jaman tentunya. Belum lagi, makin banyaknya followers, makin keliatan hits dan juga terkenal. Gak heran, pada jaman twitter dulu, gak mau kalah sama orang lain. Bawaannya mesti update tiap menit dan bahkan detik. Semakin rajin nge-tweet, semakin keren.
     
    Yang tadinya sering banget ke warnet eh pada zaman ini, udah mulai bisa internetan melalui hp (handphone) karena teknologi semakin berkembang dan memadai. Eh, gak lama muncul lagi tuh social media yang sampai saat ini masih banyak penggunanya dan digandrungi banyak orang. Yaitu Instagram.
     
    Semakin kesini semakin sadar, kebutuhan internet mirip kebutuhan dasar sehari-hari. Telkom yang dulu melayani internet rumah dengan Speedy kemudian bertransformasi dengan brand IndiHome. Dengan misi sebagai provider Internet Terbaik dari Telkom Indonesia, IndiHome menggunakan teknologi optic-fiber..
     
    Pentingnya Kolaborasi di Era Digital
     
    Seperti yang kita ketahui juga, milenial semakin ke sini semakin kreatif. Maka dari itu, dibutuhkan wadah untuk mengakomodasikan itu semua. Banyak sekali kampanye yang berhasil berkat adanya kolaborasi konten terbaik yang telah tersebar.
    Screen Shot 2022-09-19 at 11.11.32.png
     
     
    Indonesia Brand Forum
    Pada acara Indonesia Brand Forum 2022 yang gue ikuti pada tanggal 19 September lalu, saya mendapat insight dari Bapak Edie Kurniawan selaku VP Marketing Management PT Telkom Indonesia bahwa banyaknya kolaborasi konten terbaik yang menunjang kebutuhan kebutuhan milenial dalam berkarya.
     
    Kolaborasi yang cukup kuat di era ini adalah KPOP-ers dan juga Gamers. Banyak dari 2 kalangan ini yang rela untuk membuat konten, mengikuti perkembangan jaman dan bahkan selalu update akan hal yang baru.
     
    Karena itu, jadi banyak orang yang takut untuk ketinggalan jaman. Dan mulailah banyak yang sadar dan juga takut ketinggalan tren terkini, atau yang biasa kita kenal dengan FOMO.
     
    Fomo? Akankah Selalu Berdampak Buruk?
     
    Fomo atau fear of missing out alias takut ketinggalan jaman. Akankah selalu berdampak buruk? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak.
     
    Milenial memiliki rasa ingin tau yang cukup tinggi, sehingga apabila ada sesuatu trend terbaru akan timbul lah rasa penasaran untuk mengetahu dan mencari lebih dalam lagi mengenai hal apa atau tren apa yang sedang laku di pasaran saat ini.
     
    Lalu apakah fomo bisa digunakan sebagai salah satu upaya strategi marketing? Jawabannya iya.
    Sebagai contoh, Ibu Irawati Endarwati selaku VP Group Ritel Business PT Sarinah ingin membuat orang-orang datang ke sarinah. Maka diperlukan ide-ide kreatif yang bisa dihadirkan dengan adanya Kolaborasi Konten Terbaik.
     
    Maksudnya dari Kolaborasi Konten Terbaik ini apa sih? Jadi untuk memperkenalkan brand baru yang hadir di Sarinah, bisa membuat orang penasaran dengan brand tersebut dan dari rasa penasaran itu, akhirnya orang-orang akan visit karena hype nya dan orang lain tidak mau ketinggalan! Khususnya anak milenial.
    Apalagi saat ini internet sangat mudah di dapatkan dan adanya Internet Terbaik yang dapat menunjang mencari informasi di internet dan social media dengan mudah.
     
    Maka dari itu, penting untuk mengetahui target pasar dan juga membuat kreatifitas campaign serta membangun kreatifitas branding agar lebih dikenal oleh masyarakat lebih luas lagi.
     
    Dengan itu semua, fomo bisa dijadikan salah satu strategi ampuh untuk memenangkan campaign kreatif di era digital saat ini.
     
    IndiHome bisa memanfaatkan media sosial untuk membuat campaign yang menarik dan bisa melakukan kolaborasi dengan pihak lain yang membuat masyarakat khususnya milenial tertarik atau penasaran dengan campaign tersebut.
     
    Rasanya saat ini juga, kalau ketinggalan atau gak pegang handphone sehari aja rasanya tuh udah ada yang kita nggak ketahui. Entah tren terbaru, entah social media baru atau masih banyak hal lagi. Itulah yang membuat kita sebagai generasi yang sudah hidup berdampingan dengan dunia digital wajib memiliki Internet Terbaik agar tidak ketinggalan dan bisa terus mengikuti perkembangan jaman.
     

    Ikuti tulisan menarik Mardiah Journey lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.