Peluang Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0 - Urban - www.indonesiana.id
x

tugas bahasa indonesia

Tyas Wening Wiardianti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 September 2022

Kamis, 29 September 2022 16:50 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Peluang Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

    Artikel ini berisi tentang peluang usaha yang dapat ditangkap peluangnya di Era Revolusi industri 4.0

    Dibaca : 2.470 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Revolusi Industri 4.0 merupakan upaya transformasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di Industri, di mana semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama.

    Pada industri ini, terjadi perkembangan yang sangat pesat baik pada kecerdasan buatan atau yang lebih sering disebut dengan artificial intelligence maupun mesin-mesin yang dapat dikendalikan dengan pemrograman. Terjadi banyak orang yang kehilangan pekerjaan karena perkembangan teknologi tersebut, namun industri ini juga memunculkan banyak profesi baru yang diiringi dengan kecakapan dalam berteknologi. Adapun pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya dapat dilakukan dengan cara manual sekarang sudah digantikan oleh mesin yang hanya cukup dioperasikan oleh satu orang. Tak hanya itu, banyak juga produk yang mati karena tidak lagi diminati oleh masyarakat, namun di sisi lain banyak produk dan layanan baru yang bermunculan dan digandrungi oleh masyarakat global saat ini. Di era revolusi industri 4.0 ini, tantangan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia global menjadi semakin besar dan kompetitif. 

    Revolusi industri 4.0 sebagai sebuah transformasi komprehensif dari segala aspek produksi yang terjadi di dunia industri melalui penggabungan antara teknologi digital serta internet dengan industri konvensional.

    Dampak adanya Revolusi Inudtri 4.0

    Terjadinya revolusi ini sendiri membuat banyak sektor industri mendapatkan kemudahan. Namun, selain adanya dampak positif tersebut, banyak pula dampak negatif yang terjadi akibat revolusi ini, ada beberapa dampak positif serta negatif dari adanya revolusi industri 4.0 sebagai berikut:

    1. Dampak Positif
    • Kemudahan dalam mengakses informasi dikarenakan dapat menggunakan gadget maupun teknologi lainnya.
    • Efektifitas dalam bidang produksi dengan mengganti tenaga manusia yang ada dan menggantinya dengan teknologi mesin. Selain mengurangi biaya produksi karena pegurangan tenaga kerja, dengan adanya teknologi dapat meningkatkan hasil produksi.
    • Dapat meningkatkan pendapatan nasional karena dapat memproduksi barang dalam waktu yang relatif singkat dengan kualitas yang lebih baik.
    • Peningkatan peluang kerja bagi tenaga ahli, hal ini dikarenakan pengoperasian mesin tetap membutuhkan tenaga ahli manusia untuk menggerakannya.

     

    1. Dampak Negatif
    • Lebih rentan terhadap serangan cyber, hal ini dikarenakan proses produksinya menggunakan mesin teknologi, oleh sebab itu sangat penting untuk memiliki sistem keamanan yang baik.
    • Butuh biaya besar dalam investasi alat serta pekerja, hal ini dikarenakan harus mengeluarkan uang untuk membeli alat terlebih dahulu serta pelatihan ketrampilan pegawai agar bisa menjalankan mesin dengan baik.
    • Adanya urbanisasi, dimana meningkatnya jumlah populasi masyarakat yang ada di kota besar.
    • Berdampak untuk lingkungan, hal ini dikarenakan dengan penggunaan mesin yang ada dapat menghasilkan polusi udara, limbah dalam jumlah besar, serta hal negatif lainnya yang dapat merusak lingkungan.

    Contoh dari penerapan industri 4.0 di Indonesia sendiri dapat kita lihat pada industri makanan, minuman, tekstil, otomotif, elektronik, serta kimia. Contohnya adalah adanya kebijakan e-smart IKM (sistem database Industri Kecil Menengah) yang diberikan kepada pelaku usaha agar mempromosikan produk yang ditawarkan melalui platform digital supaya proses pemasarannya lebih masif. Selain itu, terdapat lima contoh industri yang lahir karena adanya perkembangan tekbnologi digital, sebagai berikut:

    1. E-commerce

    E-commerce merupakan transformasi dari industri retail yang berubah karena tersentuh pengaruh teknologi. Psa awalnya, e-commerce merupakan sebuah platform yang digunakan untuk transaksi jual beli antar pengguna yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pengusaha besar. Beberapa platform e-commerce terlama yang ada di Indonesia yaitu Tokobagus, Kaskus FJB, serta Berniaga. Namun, seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi serta infrastruktur logistik, industri e-commerce ini me njadi sangat menjanjikan dan berkembang hingga masuk ke industri retail konvensional. Hal ini terjadi dikarenakan penggunaan e-commerce memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mudah untuk digunakan serta lebih nyaman jika dibandingkan dengan cara yang lama.

     

    1. Aggregator Service (Layanan Aggregator)

    Layanan Aggregator dapat diartikan sebagai pihak penyedia layanan yang mengagregasi dan menyediakan berbagai penerimaan pembayaran kepada merchant. Layanan ini berkembang mulai dari aggregator properti, transportasi, layanan kesehatan, hingga reksadana. Semua hal tersebut sekarang dapat diakses melalui sentuhan jari dari gadget yang dimiliki oleh masing-masing orang. Jika sebelumnya seseorang harus mencari berbagai informasi sendiri, perusahaan harus menunggu datangnya klien, dengan adanya kemudahan layanan aggregator bisa memperoleh keuntungan lain. Hal ini dikarenakan aggregator mengumpulkan berbagai data dari berbagai vendor layanan menjadi satu, sehingga bagi para konsumen dapat dengan mudah menentukan pilihan yang mereka inginkan. Selain itu, melalui aggregator seseorang dapat dengan mudah mengakses dan penggunaannya lebih praktis.

     

    1. Digital Marketing Agency

    Digital Marketing Agency bertugas untuk mengeksekusi berbagai strategi pemasaran digital yang dimiliki perusahaan berdasarkan tujuan atau objektif yang ingin dicapai. Dengan berkembang pesatnya industri ini, semakin banyak agensi pemasaran digital yang bermunculan, hal ini dikarenakan pemasaran digital merupakan sebuah metode pemasaran yang efektif dan juga terkendali. Hal tersebut yang membuat banyak perusahaan serta organisasi yang memanfaatkan jasa pemasaran digital yang terpercaya. Dibandingkan dengan melatih karyawannya, mereka lebih memilih untuk memanfaatkan jasa pihak ketiga karena lebih efisien dan menghemat waktu.

     

    1. Digital Payment

    Digital Payment atau pembayaran secara digital merupakan jenis pembayaran yang dilakukan non tunai. Hal ini dapat kita lihat melalui industri pembayaran digital yang saat ini terus menerus bertumbuh. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 10 vendor pembayaran digital yang beroperasi di Indonesia dengan fitur dan keunggulannya yang berbeda masing-masing. Pembayaran digital ini tumbuh dengan pesat karena memberikan kemudahan serta keamanan bagi penggunanya dalam melakukan transaksi. Dengan menggunakan layanan ini, pengguna dapat dengan mudah membayar tanpa memerlukan membawa barang lain saat keluar rumah dan hanya memerlukan gadget yang dibawanya setiap hari.

     

    1. Online Couse (Kursus Online)

    Perkembangan di dunia pendidikan juga menciptakan peluang bisnis yang tidak kalah menarik, jika sebelumnya kita datang untuk kursus demi mendapatkan ilmu, maka dengan adanya perkembangan revolusi industri 4.0 kita dimudahkan dengan kursus secara online. Hal ini juga didukung dengan adanya pandemi saat ini yang sudah terjadi sejak awal 2020. Oleh sebab itu, industri di bidang ini semakin tumbuh dengan pesat, karena masyarakat yang tidak memiliki pilihan lain untuk menuntut ilmu dan menerima informasi ditengah keadaan ini. Namun, perkembangan kursus online yang pesat ini juga bisa dikarenakan memberikan pengalaman belajar yang berbeda jika kita bandingkan dengan pendidikan pada umumnya. Hal ini dikarenakan, kursus online dapat dilaksanakan kapan dan dimanapun.

    Berbagai peluang bisnis baru ditawarkan pada era revolusi industri 4.0, ada berbagai kemudahan yang dapat kita nikmati demi menunjang kehidupan sehari-hari. Pada revolusi industri 4.0 semakin menegaskan kehidupan masyarakat tidak dapat lepas dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang sibuk dengan urusan pekerjaan akhirnya mereka tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja apapun secara langsung, banyak keterbatasan waktu sehingga membutuhkan kursus yang tidak harus tatap muka, disitulah industri ini dapat memberikan solusi permasalahan dengan terbukanya bisnis-bisnis baru yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

    Ikuti tulisan menarik Tyas Wening Wiardianti lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.