Kenapa Ilmu Tidak Berkah? Karena untuk Diri Sendiri Tanpa Diamalkan ke Orang Lain - Analisis - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 3 Oktober 2022 19:17 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kenapa Ilmu Tidak Berkah? Karena untuk Diri Sendiri Tanpa Diamalkan ke Orang Lain

    Hari ini banyak orang punya ilmu dipakai untuk berdebat atau menyalahkan orang lain. Tanpa mau mengamalkan. Ilmunya jadi tidak berkah, seperti apa?

    Dibaca : 517 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Banyak orang lupa. Pintar atau sukses itu bukanlah tujuan belajar atau membaca. Semata-mata hanya banyak ilmu saja, untuk apa? Tapi tujuan belajar atau membaca adalah mengamalkan ilmu yang dimiliki. Ilmu pasti jadi berkah bila mau diamalkan. Ilmu yang bermanfaat untuk orang lain, ilmu yang memotivasi untuk orang lain lebihbaik. Ilmu yang berkah itu ilmu yang tidak sia-sia.


    Sayangnya hari ini, banyak orang berilmu. Tapi sebatas untuk menambah pengetahuan. Lalu digunakan untuk menambah telaah. Bahkan tidak sedikit yang digunakan untuk berdebat dengan orang lain. Alias “adu ilmu” agar dibilang banyak baca dan banyak ilmu. Ilmu yang tidak dapat memperbaiki akhlak dan amal? Maka, apalah arti ilmu tanpa diamalkan?

    Jangan lupa, ilmu pun banyak yang tidak berkah. Misalnya, punya ilmu disuruh tabayun yang artinya pemahaman atau penjelasan. Ikhtiar untuk mencari kejelasan atau kebenaran akan suatu hal. Tapi justru ocehannya justru menuding, menyalahkan atau membangun asumsi sendiri yang tidak sepenuhnya benar. Bila itu terjadi maka di situ ilmu tidak berkah.

    Ilmu yang diamalkan, itulah spirit aktivitas di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Mulai dari aktivitas TABA (TAman BAcaan) dengan 130 anak pembaca aktif, GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) dengan 9 warga belajar, KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah, YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni dan 4 diantaranya dibeasiswai, JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 12 jompo usia lanjut, TBM Ramah Difabel dengan 2 anak difabel, dan KOPERASI LENTERA dengan 31 kaum ibu agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi. Ada pula aktivitas  DonBuk (Donasi Buku), RABU (RAjin menaBUng), LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat, LITFIN (LITerasi FINansial), LIDAB (LIterasi ADAb), dan MOBAKE (MOtor BAca KEliling). Semua program literasi yang ada di TBM Lentera Pustaka dijadikan “ladang amal”, tempatnya berbagi ilmu dan mengabdi kepada orang lain. Setidaknya ada 5 wali baca dan 18 relawan yang mengamalkan ilmunya di taman bacaan.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, "Manusia yang paling berat mendapatkan siksa di hari kiamat, yaitu orang yang mempunyai ilmu namun tidak memberi manfaat atas ilmunya." Orang-orang yang mencari ilmu hanya untuk pengetahuan, namun sibuk mementingkan diri sendiri.  Nafsunya untuk keindahan dunia tapi muamalah dan kemaslahatan orang lain terabaikan. Hingga menyangka, ilmu itu tidak butuh diamalkan. Lupa, memiliki ilmu tanpa diamalkan akan membahayakan dirinya.

    Jadi, apalah arti ilmu tanpa diamalkan? Ubah niat baik jadi aksi nyata. Karena sebanyak apapun yang dimiliki pada akhirnya akan sia-sia bila tidak diamalkan. Ilmu yang tidak berkah, ilmu yang tidak bermanfaat untuk orang lain.

     

    Dan jangan pernah menuntut ilmu karena ilmu tidak bersalah. Salam literasi #TamanBacaan #BacaBukanMaen #TBMLenteraPustaka

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.