Cuaca Cerah Setelah Hujan - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Kamis, 10 November 2022 07:05 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Cuaca Cerah Setelah Hujan

    Cuaca cerah setelah hujan. Peribahasa ini melukiskan perkembangan manusia dalam banyak bidang. Hujan adalah metafora kesulitan atau keadaan kurang baik. Cuaca cerah melukiskan keadaan yang baik.

    Dibaca : 1.259 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono,  penulis buku

    Après la plui, vient le beau temps. Setelah hujan cuaca cerah.  Itulah terjemahan peribahasa dari Prancis itu. Seperti lazimnya peribahasa, ia mengandung arti kiasan.  Memang ia  diambil dari kejadian alam sehari hari tapi dipakai untuk melukiskan gelombang kehidupan manusia.  Apa kiasannya? Mari kita ulas.

    Peribahasa ini bisa diterapkan di tingkat masyarakat dan juga di tingkat individu.  Setelah masa sulit di berbagai bidang itu, misalnya karena Covid-19 insya Allah akan datang masa gemilang, masa kemajuan di berbagai bidang.   Ekonomi dan bisnis akan maju lagi sehingga orang akan lebih makmur.  Bukan hanya kebutuhan dasar yang terpenuhi tapi kebutuhan tingkat kedua dan ketiga. Orang akan berbondong bondong pergi berwisata ke manca negara sehingga mendapat manfaat banyak dari safari.  Apa manfaatnya?  Lain kali saya paparkan dalam artikel terpisah.

    Di tingkat individu juga akan ada kemajuan dalam berbagai aspek –karir, bisnis, finansial, kesehatan, spiritualitas, mental, psikis dll.

    Kita bisa memaknai peribahasa ini sebagai dorongan untuk terus berkarya dan melewati masa sulit menuju masa cerah.  Dalam bidang kematangan dan kesehatan mental misalnya.  Mungkin dulu kita adalah orang yang temperamental, emosional.  Jangan diam saja.  Upayakan mentransformasi diri menjadi pribadi yang lebih matang, yang lebih baik, lebih menguasai emosi.  Setelah dulu sempat  emosional,  dengan proses tertentu kita bisa menjadi lebih sabar, sareh, tidak tersinggungan dsb. 

    Demikian juga dengan kesehatan fisik.  Setelah ihtiar dan berdoa maka anda insya Allah akan sembuh total. Lagi pula sakit itu akan menggugurkan dosa dosa anda kalau anda rido, tidak menggerutu dengan ujian dari Allah.

    Jadi peribahasa itu bisa kita pakai sebagai panduan untuk proses transformasi dari kondisi yang kurang ideal menuju kondisi yang lebih baik.  Peribahasa itu memotivasi kita untuk terus melangkah memperbaiki diri. Dalam bekerja misalnya. Cobalah  terus menerus menajamkan ketrampilan.  Dan sekaligus memperbaiki sikap mental kita menjadi selalu optimistik menghadap segala tantangan hidup dalam berbagai bidang.

    Peribahasa itu bisa membantu kita fokus pada  ihtiar menggapai kemajuan. Tingkatkan kualitas diri dalam berbagai bidang. Terus belajar.  Soal keadaan lingkungan bisnis dan lain lain optimistik saja. Berbaik sangka saja kepada Allah karena ini adalah kewajiban muslim.  Tidak boleh berburuk sangka kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah sangat sayang kepada manusia.  Ujian kehidupan itu bukan untuk menganiaya manusia tapi untuk meningkatkan kualitas manusia.   

    Jadi yakinlah setelah hujan cuaca akan cerah.

    Semoga kita bisa memakai peribahasa itu sebagai pemicu upaya memperbaiki diri dalam berbagai hal.

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.