x

Iklan

Anwar Syafii Pulungan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 11 November 2022 12:48 WIB

Pahlawan dengan Amanat Berdaulat

Refleksi Hari Pahlawan 10 November

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Peringatan 10 November merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, dengan mengenang perjuangan para pahlawan nasional dalam mempertahankan kedaulatan Negera Kesatuan Republik Indonesia.

Resolusi Jihad yang diserukan oleh KH. Hasyim Asy'ari sebagai persiapan rakyat untuk menolak pendudukan kembali Belanda yang tergabung dalam NICA. Seruan kepada ulama dan santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela tanah air dan mempertahankan NKRI. Langit Surabaya menjadi saksi, sebanyak 24 pesawat tempur bersiap melesat, menjatuhkan berton-ton bom. Belum lagi 24.000 pasukan darat yang siap merangsek. SURABAYA SIAGA SATU! Inggris tidak main-main. Selebaran yang berjatuhan dari pesawat itu. Berisikan, pukul 06.00 esok. 10 November, seluruh warga Surabaya harus meninggalkan tanah kelahiran mereka, harus menyerahkan senjata-senjata yang baru saja direngkuh dari Jepang. Semua harapan akan negeri merdeka dan berdaulat dengan berdiri di atas kaki sendiri seakan-akan akan sirna esok.

Namun, tentu saja semua itu takkan dibiarkan terjadi oleh sebab, kata Bung Tomo, dalam sebuah buku di halaman 35 "Perjuangan (Islam) yg dilupakan" bahwa rakyat Surabaya masih memiliki Allah, Sang Maha Penolong. "Slogan kita tetap sama: Merdeka atau Mati. Dan kita tahu, Saudara-saudara, bahwa kemenangan akan ada di pihak kita, karena Tuhan ada di sisi yang benar. Percayalah, Saudara-saudara, bahwa Tuhan akan melindungi kita semua. Allahu Akbar... Allahu akbar...! 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Takbir yang bergema disuarakan bung Tomo menjadi kekuatan batin bagi arek-arek Surobayo untuk melawan. Banyak jiwa yang berjihad demi tegaknya negara yang berdaulat. Rakyat Indonesia berani menolak ultimatum dari sekutu dan meneruskan perjuangan mereka mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Tanggal 10 November 1945 menjadi Surabaya berdarah. Oleh karena itu, melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959, Pemerintah menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan di Indonesia.

Melansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, daulat berasal dari Bahasa Arab daulah atau daulat yang berarti kekuasaan. Berdaulat artinya mempunyai kekuasaan. Dikutip dari Pengantar Hukum Internasional (2002) karya Mochtar Kusumaatmadja dan Etty R. Agoes, dalam Bahasa Inggris kedaulatan disebut sovereignty yang berasal dari bahasa Latin superanus yang artinya teratas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daulat adalah kekuasaan, pemerintahan. Berdaulat adalah mempunyai kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah.

Kedaulatan berdasarkan sifatnya terbagi menjadi dua, kedaulatan ke dalam dan kedaulatan ke luar. Kedaulatan ke dalam adalah kekuasaan tertinggi dalam suatu negara atau wilayah dan tidak ada campur tangan negara lain dalam menjalankan pemerintahannya. Sementara, kedaulatan ke luar berkaitan dengan pengakuan dari semua negara bahwa suatu negara memiliki kekuatan yang sama. Perjuangan pahlawan bangsa dalam menolak pendudukan kembali Indonesia merupakan bentuk menegakkan kedaulatan ke dalam.

Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, kedaulatan ke luar juga termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945), di mana dalam salah satu paragraf menyatakan "Ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial" Bentuk-bentuk Kedaulatan ke luar yaitu dengan Mendirikan Duta Besar Di Luar Negeri, Melaksanakan Politik Luar Negeri, Mengadakan Hubungan Diplomatik, Ikut dalam Berbagai Organisasi Internasional, Melakukan Perdagangan Internasional, Presiden Menyatakan Perang dan Perdamaian dan Mengadakan Kerjasama di Berbagai Bidang.

Melalui momentum 10 November ini, marilah kita melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan negeri ini, baik kedaulatan ke dalam, begitu juga kedaulatan ke luar. Dengan merawat amanat yang dititipkan para pahlawan bangsa, sebagai negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Ikuti tulisan menarik Anwar Syafii Pulungan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu