Pengaplikasian STEAM di Bidang Ilmu Pangan sebagai Pribadi Terpelajar - Analisis - www.indonesiana.id
x

Nadya Klaresza Audrey

Magister Ilmu Pangan, IPB University
Bergabung Sejak: 30 November 2022

Rabu, 30 November 2022 16:14 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pengaplikasian STEAM di Bidang Ilmu Pangan sebagai Pribadi Terpelajar

    Kerja sama antara para peneliti atau mahasiswa atau fresh graduate dengan para aplikator seperti UMKM akan menciptakan sinergi yang baik untuk ketahanan pangan di Indonesia. Langkah tersebut perlu diupayakan untuk perwujudan pengaplikasian STEAM di bidang ilmu pangan.

    Dibaca : 310 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dapat dilakukan dengan pendekatan STEAM atau Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics yang diterjemahkan sebagai suatu metode yang mengkolaborasikan ilmu sains, teknologi, teknik atau cara, seni, dan matematika untuk memenuhi tuntutan abad ke-21. STEAM meliputi keterampilan komunikasi, berfikir kritis, kepemimpinan, kerja tim, kreativitas, ketangguhan, berpikir tingkat tinggi, dan keterampilan lainnya.

    Seperti yang dikemukakan Yakman (2019) selaku pencetus gagasan dari pendekatan ini bahwasannya science merupakan the natural universe, where everything comes from; technology merupakan tools and innovative devices, uses and enhanced abilities; engineering merupakan purposeful innovation, creation and analysis; arts merupakan humanities, ethics, ideals, and expression; dan mathematics merupakan fact organizing base language. Poin lain yang tidak kalah penting untuk dibahas, yaitu STEAM tidak mencoba untuk menggantikan istilah terdahulu (STEM) karena STEAM berusaha melengkapinya dengan cara menambahkan bidang non-STEM, yaitu arts.

    Pengaplikasian STEAM tidak terlepas pada bidang pangan. llmu pangan sebagai disiplin ilmu yang digunakan untuk mempelajari sifat dari bahan pangan, penyebab penurunan kualitas bahan pangan, prinsip yang mendasari pemrosesan pangan, peningkatan mutu, kandungan nutrisi, dan peningkatan konsumsi bahan pangan serta keamanan produk pangan di masyarakat. Disiplin ilmu ini memanfaatkan ilmu rekayasa, biologi, fisika, dan kimia. Ilmu pangan sendiri juga memiliki peran dalam meningkatkan pembangunan di Indonesia dari berbagai aspek, seperti ketersediaan pangan, stabilitas, keterjangkauan serta aspek konsumsi, sehingga dapat memberikan nilai tambah pada produk pangan tersebut.

    Kebermanfaatan dalam pengaplikasian STEAM di bidang pangan salah satunya dapat terbukti dari penanganan poin 2 SDGs, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan gizi yang lebih baik serta mempromosikan pertanian berkelanjutan. Hal tersebut sebagai solusi dari adanya konflik, Covid-19, perubahan iklim serta ketidaksetaraan yang berkembang yang mampu merusak ketahanan pangan.

    Pengertian ketahanan pangan merujuk dari UU (2012) adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Menurut data Global Food Security Index atau disingkat menjadi GFSI (2022), ketahanan pangan Indonesia menempati urutan ke-63 dengan nilai sebesar 60.2, sedangkan dengan nilai tertinggi sebesar 83.7 dicapai oleh negara Finlandia.

    Upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan membutuhkan peran serta dari banyak pihak. Strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya dengan penguatan dan pengembangan UMKM pangan lokal karena UMKM dianggap cukup potensial sebagai penggerak dalam hal pemenuhan pangan. Cara yang cukup aplikatif yang dapat diterapkan oleh mahasiswa atau fresh graduate atau peneliti adalah dengan memanfaatkan ilmu yang dimiliki dan melakukan pendekatan STEAM.

    Berpikir secara sistematik untuk mengatasi masalah atau menyusun rencana berdasarkan teori yang ada adalah aplikasi dari science. Pemanfaatan poin technology sebagai suatu alat untuk mencapai tujuan yang didukung dengan atribut engineering sebagai teknik rekayasa yang membantu dalam hal pola berpikir dalam pengembangan cara baru mengatasi suatu masalah. Ditopang dengan art atau seni sehingga dihasilkan ukuran keestetikaan atau nilai keindahan. Terakhir, untuk menjamin keefektifan komunikasi dibutuhkan mathematic sebagai bahasa logika universal sebagai dasar pengorganisasian fakta. Secara tidak langsung, STEAM mengarahkan untuk memerhatikan segala aspek ketika hendak membuat suatu program, yang pada konteks ini berfokus pada ketahanan pangan melalui pemberdayaan UMKM pangan lokal.

    Bentuk pemberdayaan UMKM pangan lokal dapat dimulai dari pengelompokan berdasarkan wilayah, target pemasaran, ataupun ingredient. Ingredient penghasil suatu produk dapat memanfaatkan bahan pangan lokal. Salah satu produk yang bahannya dapat diragamkan, yaitu beras. Beras yang dijadikan pangan pokok sumber karbohidrat bagi masyarakat Indonesia masih bersumber dari padi, padahal Indonesia kaya akan bahan penghasil sumber karbohidrat, seperti dari talas, jagung, ubi jalar, dan sebagainya. Tanpa mengubah secara keseluruhan dari budaya masyarakat dalam hal mengonsumsi nasi, pembuatan beras berbahan non-padi secara tidak langsung mampu menjaga ketahanan pangan di Indonesia.

    Setelah dilakukan pengelompokan, diperlukan analisis terkait kelebihan dan kekurangan atau dapat menggunakan analisis SWOT, sehingga dapat memetakan dengan tepat program yang akan dilaksanakan kedepannya. Analisa tersebut dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, survei, atau lainnya. Kemudian buatlah program untuk memperbaiki atau mengatasi kelemahan (weakness) dan ancaman (threats) serta program untuk memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities). Sembari pembuatan program tersebut, dapat dilakukan rangkaian kegiatan pemahaman perspektif terkait pencapaian tujuan ketahanan pangan di Indonesia.

    Setelah didapati rencana program yang tepat dan telah didapatkan perspektif yang sama terkait pencapaian tujuan tersebut, saatnya pengaplikasian atau pemanfaatan teknologi, teknik rekayasa, seni, dan matematika sebagai pendorong keberhasilan program-program yang telah dirancang. Sehingga dalam prosesnya, UMKM tidak berdiri sendiri, melainkan akan terus didampingi oleh mahasiswa atau fresh graduate atau peneliti karena dengan ilmu dan pemahaman merekalah dapat membantu dan bersinergi dengan para UMKM sebagai penggerak, sehingga terwujudlah ketahanan pangan di Indonesia.

     

     

    Daftar Pustaka

    [GFSI] Global Food Security Index. 2022. Exploring challenges and developing solutions for food security across 11 countries. [diakses 2022 Nov 01]. https://impact.economist.com/sustainability/project/food-security-index/

    [UU] Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. 2012.

    Yakman G. 2019. STEAM - An educational framework to relate things to each other and reality. [diakses 2022 Nov 01]. https://www.k12digest.com/steam-an-educational-framework-to-relate-things-to-each-other-and-reality/

    Ikuti tulisan menarik Nadya Klaresza Audrey lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.