Menggapai Mimpi - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi cerpen Mira Sato

Muhamad Aditya Rachman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Desember 2022

Jumat, 2 Desember 2022 13:12 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Menggapai Mimpi

    Setiap manusia memiliki mimpi yang berbeda, sudah jelas bahwa dengan bermimpi, seseorang akan melakukan hal yang dapat menggapai mimpi tersebut. Banyak sekali cara yang dapat dilakukan agar mimpi menjadi kenyataan, disini penulis akan mengupas cara supaya seseorang memiliki keinginan lebih untuk menggapai sebuah mimpi. Agar memahami isi artikel yang penulis buat, silakan disimak dan dibaca secara maksimal isi artikel ini, semoga yang sebelumnya hanya menjadi mimpi, kelak akan menjadi kenyataan.

    Dibaca : 365 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di dalam kehidupan sudah pasti seseorang memiliki sebuah mimpi untuk digapai. Semakin sulit menggapai mimpi tersebut, maka rasa optimis seseorang akan lebih tumbuh agar yang menjadi sebuah mimpi, kelak akan menjadi kenyataan.

    Sudah menjadi kenyataan, bahwa seseorang memiliki mimpi namun berbeda dengan orang lain, sebuah mimpi akan tercapai, jika meraihnya dengan kesungguhan. Seperti halnya, alasan penulis membuat resensi mengenai menggapai mimpi, ada cerita yang dapat penulis tuangkan ke dalam resensi ini.

    Saat saya duduk dibangku sekolah dasar, saya ingin sekali menimba ilmu di pondok pesantren, saya sadar, bahwa kemampuan saya dalam mendalami ilmu agama masih sangat kurang, oleh karenanya, keinginan saya yang sangat bulat untuk masuk ke pondok pesantren, semasa di sekolah dasar, setelah pulang sekolah, saya mengikuti pembelajaran mengaji yang diadakan di dekat rumah saya, saya menjalani masa pengajian kurang lebih 4 tahun, saya memulai ikut pengajian rutin semasa saya duduk dibangku kelas 2 sekolah dasar, dan disaat lulus dari sekolah dasar, saya pun lulus di pengajian dengan hasil sudah khatam membaca Al-Qur'an dari juz 1 sampai dengan juz 30.

    Setelah lulus dari bangku sekolah dasar, mimpi saya pun menjadi kenyataan, yakni dapat melanjutkan sekolah di salah satu pondok pesantren yang ada di Jakarta, saya menjalani masa-masa sulit disaat saya baru masuk di pondok pesantren, dimana saya belum bisa tinggal jauh dari orang tua, namun karena keinginan saya yang kuat untuk belajar di pondok pesantren, saya ikhlas dan sabar dalam menjalaninya. tak terasa sudah 1 tahun saya berada di pondok pesantren, saya mulai mengikuti perlombaan, mulai dari tingkat daerah, sampai ke tingkat kota, dan berhasil membawa beberapa penghargaan yang menjadi anugerah untuk saya. Saya menikmati kehidupan di pondok pesantren, banyak teman yang sudah menjadi keluarga, kami selalu bersama-sama melakukan kegiatan yang diterapkan di pondok pesantren, mulai dari sekolah, mengaji, makan, dan kegiatan lain.

    Enam tahun saya jalani masa-masa indah kehidupan di pondok pesantren, tibalah masa-masa dimana saya harus memikirkan bagaimana caranya mewujudkan cita-cita saya yang lain, yakni masuk ke perguruan tinggi negeri, dengan modal ilmu yang saya dapatkan, saya mulai mengikuti rangkaian tes masuk perguruan tinggi, ada 3 rangkaian tes yang saya jalani, namun saya belum berhasil diterima di perguruan tinggi negeri, karena saya tidak menyerah untuk menggapai apa yang menjadi cita-cita saya, saya tetap mencoba rangkaian yang tersisa, akhirnya saya berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri yang ada di Jakarta, keberhasilan saya tidak lepas dari doa orang tua yang selalu mengiringi jalan saya untuk menuntut ilmu, dan kesungguhan yang saya miliki untuk menjadikan sebuah mimpi menjadi kenyataan.

    Dari yang sudah penulis tuangkan pada artikel ini, semoga pembaca dapat mengambil makna dibalik kesungguhan untuk menggapai apa yang sebelumnya menjadi mimpi, namun dapat terwujud menjadi kenyataan, kuncinya adalah yakin dan selalu berusaha maksimal dalam menjalani kehidupan, karena kita tidak tahu apa yang sudah direncanakan oleh yang Maha Kuasa untuk kehidupan kita, karena manusia hanya bisa berencana dan berusaha menggapai mimpinya masing-masing.

    Ikuti tulisan menarik Muhamad Aditya Rachman lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.