Novel Sebuah Usaha Melupakan karya Boy Candra - Analisis - www.indonesiana.id
x

Novel merupakan salah satu jenis dari karya sastra prosa yang banyak digemari. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya judul-judul novel baru yang bermunculan. Penikmatnya pun semakin lama semakin banyak, mengingat banyak sekali judul-judul novel yang menyandang gelar \x201cBest Seller\x201d. Cerita yang diungkapkan beragam, mulai dari mengangkat tema percintaan, pendidikan, agama dan lain sebagainya. Dalam artikel ini mengulas psikologi sastra dari sebuah novel yang berjudul Sebuah Usaha Melupakan karya dari Boy Chandra. Alasannya adalah karena novel yang berjudul Sebuah Usaha Melupakan dianggap memiliki tema cerita kisah yang menarik. Sebuah Usaha Melupakan menyajikan sebuah cerita tentang hubungan percintaan yang terputus karena jarak. Ketertarikan terhadap novel inilah yang akhirnya membuat penulis menjatuhkan pilihan untuk menganalisis dan mengulasnya ke dalam sebuah karya tulis dengan judul \x201cAnalisis Psikologi sastra pada novel yang berjudul Sebuah Usaha Melupakan\x201d.

Muhamad Aditya Rachman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Desember 2022

Jumat, 2 Desember 2022 13:13 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Novel Sebuah Usaha Melupakan karya Boy Candra

    Novel "Sebuah usaha melupakan" adalah sebuah karya yang di tulis oleh Boy Candra, Penulis yang lahir di Sumatera Barat pada 21 November 1989 lalu ini terkenal rutin dalam menuliskan karya baru. Di dalam novel ini, penulis menuangkan kisah hubungan seseorang yang diawali dengan kebahagiaan, namun diakhiri dengan perpisahan. Silakan untuk dibaca dan disimak isi resensi mengenai novel "Sebuah Usaha Melupakan" karya Boy Candra.

    Dibaca : 1.077 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kisah-kisah sedih tentang cinta dan patah hati memang selalu menarik untuk menjadi topik pembahasan yang tidak ada habisnya. Walaupun memiliki inti yang sama, setiap penulis memiliki warna dan cara yang unik dalam mengekspresikannya. Boy Candra sebagai salah satu penulis yang terkenal dengan banyak karya fiksi dan non fiksinya yang puitis menuliskan satu karya tentang patah hati. Sebuah Usaha Melupakan, buku milik Boy Candra yang menceritakan bagaimana susah payahnya sosok ‘aku’ harus move on dari kekasih di masa lalunya.
     
    Sebuah Usaha Melupakan adalah rangkaian cara untuk melepaskan dan mengikhlaskan harapan yang sempat jadi cita-cita. Kisah sendu yang mengalir indah dikemas dalam buku menjadi paket lengkap bagi para pembaca yang sedang patah hati atau setidaknya memiliki cerita yang sama.
     
    Berikut resensi dari isi buku Sebuah Usaha Melupakan karya Boy Candra :
    Tidak ada cinta yang benar-benar baru di dunia ini melainkan cinta pertama, setiap orang memiliki cerita yang berbeda. Semakin lama kamu pernah menjalani hubungan dengan orang lain, semakin banyak pula kisah yang akan tersimpan didalam ingatanmu. Maaf jika untuk beberapa hal aku terlalu mengkhawatirkanmu, semoga kita tetap bisa menjaga hubungan ini dengan komunikasi yang baik. Agar semua yang kita rencakan akan tercapai dengan cara terbaik. Jangan memendam jika kamu tidak suka dengan apa yang aku lakukan, katakanlah, sebab kita akan selalu belajar untuk saling memahami satu sama lain. Aku hanya ingin kamu tetap nyaman denganku, dengan kesungguhanku.
     
    Kamu perempuan yang sangat aku cintai, aku pun mengerti kamu memilihku karena perasaan yang ada di hatimu, kita akan terus belajar menerima, menerima untuk melengkapi setiap kekurangan yang kita miliki, dan melengkapi dengan kebahagiaan yang akan sama-sama kita jaga dan lakukan dengan baik. Beri aku waktu untuk memahamimu, untuk mengerti kamu. Agar, apa yang telah kita jalani tidak berakhir dengan sia-sia. Aku belum mampu sepenuhnya melengkapi apa saja yang kamu inginkan. Tidak ada sedikitpun niat aku untuk mengakhiri semua yang kita perjuangkan, aku ingin kita tetap bersama, bersama untuk terus belajar saling memahami tanpa pernah menginginkan untuk pergi.
     
    Menemukanmu membuat aku merasa cukup, wajar jika kamu berpikir aku akan berpaling, itu hal yang normal. Bagian dari rasa cemburu, bagian dari rasa curiga, bagian dari rasa yang seharusnya tidak kamu biarkan ada terlalu lama. Kamu mengerti, membangun rasa percaya jauh lebih baik dari pada berpikir hal yang hanya membuat kita mengarah kepada sesuatu yang lebih buruk.
     
    Mari kita saling belajar, kamu harus memahami, kita bukan dua orang yang sedang mencari orang terbaik. Terutama aku, sama sekali tidak mencari yang lebih baik dibanding kamu. Aku sudah menemukanmu, aku ingin kita sama-sama berjuang untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Agar kelak kita kuat menghadapi hal-hal yang lebih berat lagi.
     
    Kamu mungkin sudah lupa hari-hari penting yang pernah kita lalui, jalan-jalan pernah kita tempuh, atau semua kenangan yang pernah membuat kita merasa benar-benar utuh. Namun, bagiku semua tetap sama, semua kehilangan masih saja menjadi hal yang aku alami, hal-hal yang tidak pernah bisa lepas, meski bagimu semuanya sudah selesai.
     
    Aku tidak pernah menyesal mencintaimu, bagaimanapun aku tidak pernah ingin berbohong, kamu menjadi satu orang penting bagi perjalanan hidupku, kamu orang yang tidak mudah untuk kulupakan, meski pada akhirnya, berpisah denganmu merupakan hal yang sangat menyedihkan. Kita adalah doa yang pernah dipeluk semesta, lalu dicoba hapus oleh sesuatu yang menyebabkan luka. Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan dengan kesedihan, aku belajar menerima kenyataan, bahwa aku memang bukan orang yang kamu inginkan.

    Ikuti tulisan menarik Muhamad Aditya Rachman lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.