Stop Bullying - Analisis - www.indonesiana.id
x

stop bullying dengan sikap empati

Ayi Sumirah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Desember 2022

Rabu, 7 Desember 2022 06:07 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Stop Bullying

    Pemahaman terkait sikap empati sebagai pencegah perundungan di sekolah

    Dibaca : 377 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dewasa ini marak kasus perundungan di kalangan remaja khususnya di sekolah. Berawal dari saling mengejek, menyebut kekurangan yang dimiliki seseorang seperti fisik yang tidak sempurna serta merasa paling hebat dan benar sendiri. Fenomena ini semakin hari semakin menjadi, hampir setiap hari ada saja berita terkait kenakalan remaja yang berawal dari perundungan. Hal ini dikarenakan kurangnya sikap empati yang mereka miliki, rasa saling menyayangi, mengasihi sesama remaja sudah pudar, ditambah lagi pergaulan yang kurang tepat membuat mereka salah melangkah.

    Perundungan dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, namun memang paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Karena pada masa tersebut emosi mereka masih belum seimbang atau masih labil. Mereka akan mudah terbawa oleh ajakan temannya. Hal ini karena mereka sedang mencari jati diri. Menunjukkan siapa dirinya dan sebagai cara untuk bisa diterima di kelompoknya.

    Tak jarang siswa yang mengalami perundungan, bahkan yang sudah di luar batas seperti kekerasan fisik, bisa membuat menderita gangguan mental, seperti trauma, sakit hati bahkan depresi. Sehingga ini sangat mengganggu proses kegiatan belajar di sekolah. Untuk itu perlu adanya pemahaman kepada siswa terkait sikap empati.

    Menurut Alfred Adler, pengertian empati adalah suatu penerimaan terhadap perasaan orang lain dan dapat meletakkan diri kita pada tempat orang tersebut. Empati berarti to feel in, atau proses ketika kita berdiri sejenak pada ‘sepatu orang lain’ agar dapat merasakan bagaimana dalamnya perasaan orang tersebut.

    Bisa diartikan empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan yang sedang dialami oleh orang lain. Kita merasa iba jika orang lain sedang mengalami kesusahan, kesedihan, kebahagiaan. Tapi bukan ikut larut dalam keadaan seseorang.

    Sedangkan pengertian perundungan dari kata rundung menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata perundungan adalah proses, cara, perbuatan merundung yang dapat diartikan sebagai seseorang yang menggunakan kekuatan untuk menyakiti atau mengintimidasi orang-orang yang lebih lemah darinya.

    Perundungan bisa diartikan menghina, mengejek, mengumpat, mengintimidasi seseorang berdasarkan ketidaksempurnaan yang dimiliki.

    Sikap empati sebagai jawaban dari segala bentuk perundungan yang dialami siswa perlu terus dibiasakan, diasah, dan dipraktikan atau diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari hal kecil seperti, peduli terhadap siswa yang sedang sakit, kita ajak siswa di kelas untuk menengok ke rumahnya. Menyisihkan sebagian uang untuk diberikan kepada orang yang kurang mampu. Gotong royong untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam. Dan masih banyak contoh kegiatan lain untuk menumbuhkan sikap empati kepada sesama.

    Sebagai pendidik sewajarnya kita selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa agar mereka mampu hidup bersosialisasi dengan teman dan masyarakat secara wajar, mematuhi norma-norma kehidupan yang berlaku. Dimulai dalam lingkup sekolah guru memberikan materi, memberikan contoh kasus serta bermain peran. Guna siswa mampu menerapkan langsung materi yang telah disampaikan.

    Dengan memberikan pemahaman tentang sikap empati secara intensif kepada siswa diharapkan memunculkan kesadaran diri siswa untuk terus berupaya memikirkan terlebih dahulu apa yang akan mereka katakan kepada temannya. Dipilah dan dipilih kata yang hendak diucapkan kepada temannya, apakah pantas kalimat yang disampaikan tersebut, apakah menyakiti perasaan teman. Jika diri sendiri pun tidak mau untuk diejek, dihina dan disakiti apalagi orang lain.

    Ikuti tulisan menarik Ayi Sumirah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.