Kualitas Tidur pada Mahasiswa Teknik - Humaniora - www.indonesiana.id
x

SUmber ilustrasi:freepik.com

SOFYA LAILY

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Januari 2023

Sabtu, 14 Januari 2023 20:57 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kualitas Tidur pada Mahasiswa Teknik

    Kualitas Tidur adalah salah satu hal yang sangat mempengaruhi prestasi akademik seorang mahasiswa, kualitas tidur yang buruk dapat membuat prestasi akademik menurun serta kesehatan yang terganggu.

    Dibaca : 336 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Sofya Laily Miftakhurrodiyah

    sofya.laily3000@gmail.com

    A. PENDAHULUAN

    Istirahat merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan ketika tubuh mulai merasakan kelelahan. Tidur adalah salah satu bentuk dari istirahat, dengan tidur otak, persendian, saraf, serta indera dapat beristirahat sejenak setelah berkegiatan seharian penuh. Tidur sangat berpengaruh terhadap pola hidup dan kesehatan seseorang. Kualitas tidur yang buruk dapat memberikan dampak buruk bagi seseorang. Kebutuhan tidur yang maksimal dapat dilihat dari dua aspek yaitu jam tidur (kuantitas tidur) dan juga kepulasan tidur (kualitas tidur). Kualitas tidur bisa meliputi lama waktu tidur yang diperlukan, lamanya seseorang tertidur, frekuensi terbangun, dan kepulasan tidur. Tidur memiliki beberapa manfaat terutama dalam proses pemulihan memori, belajar, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan.

    Kualitas tidur pada usia kanak-kanak yaitu 6-10 tahun belum mengalami gangguan tidur, dilanjut pada usia remaja yaitu 12-18 tahun sebagian remaja sudah hampir mengalami masalah gangguan tidur, dan pada kelompok usia remaja akhir menuju dewasa, yaitu usia 19-45 tahun mulai mengalami gangguan tidur yang cukup signifikan. Problematika tersebut dikarenakan tingkat aktivitas yang semakin padat dan juga tingkat emosional yang kurang stabil. Pada tingkat mahasiswa, kebutuhan tidur yang diperlukan yaitu 7-8 jam perhari, namun hal tersebut tidak bisa teratur dilakukan karena beban dan tuntutan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa, seperti belajar, mengerjakan tugas yang deadline nya mepet, laporan praktikum, observasi, dsb.

    B. PEMBAHASAN

    1. Durasi Waktu Tidur yang Baik untuk Jenjang Mahasiswa

    Kondisi kurang tidur banyak sekali dijumpai di kalangan dewasa terutama pada mahasiswa. Tak jarang dijumpai mahasiswa bahkan terkena insomnia, karena saking keseringannya begadang. Mahasiswa adalah sebuah privilege yang tidak semua masyarakat mampu mendapatkannya. Mahasiswa dituntut untuk bisa berpikir kritis dalam menyelesaikan suatu masalah, dalam proses berpikir kritis tersebut, mahasiswa diberikan materi oleh dosen juga semakin rumit dan kompleks. Sebagian besar mahasiswa senang menjadi kelelawar, yaitu tidur pada pagi hari dan beraktivitas pada malam hari. Hal tersebut dikarenakan tingkat konsentrasi seorang mahasiswa akan lebih menajam ketika malam hari, salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah karena pada tengah malam ke atas suasana sepi dan damai, sehingga sangat cocok digunakan untuk mengerjakan tugas.  

    Mahasiswa teknik adalah pelajar yang menempuh pendidikan pada jurusan teknik yang pada esok hari akan menjadi seorang engineer. Mahasiswa teknik termasuk golongan manusia yang sangat rentan sekali mengalami gangguan tidur. Hal tersebut dikarenakan kewajiban dan tuntutan yang harus diselesaikan dengan cermat dan tepat waktu, belum lagi deadline yang sangat mepet mengharuskan mahasiswa untuk begadang menyelesaikan tugas tersebut. Kualitas tidur yang baik yaitu kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan tidurnya yang cukup, bukan berarti semakin besar intensitas tidur seseorang artinya semakin bagus kualitas tidurnya. Kualitas tidur diukur dari kepulasan tidur seseorang, seberapa mudah nya orang tersebut tertidur, dan kondisi yang terjadi ketika seseorang bangun dari tidurnya, apakah seseorang tersebut merasakan kebugaran setelah bangun dari tidur atau justru malah merasakan keletihan.

    1. Hubungan antara Kualitas Tidur dan Kesuksesan Akademis

    Tidur adalah cara untuk meningkatkan fungsi otak, terutama dalam hal dukungan memori. Banyak siswa, terutama mahasiswa teknik, berisiko tinggi mengalami masalah tidur. Akibatnya kualitas dan kuantitas tidur seseorang juga sangat buruk. Pentingnya tidur yang nyenyak dan keberhasilan akademik siswa sangat erat kaitannya. Menurut hasil penelitian harian, siswa yang tidak pandai tidur seringkali memiliki prestasi akademik yang buruk. Kebutuhan akan tidur yang baik dapat memperkuat pikiran dan memperkuat ingatan yang baik. Menurut survey yang dilakukan oleh American International Assurance (AIA) pada tahun 2013, yang dilakukan oleh firma riset global di Indonesia yaitu Taylor Nelson Sofrens (TNS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Indonesia baru menyadari waktu tidurnya adalah 6,8 jam per hari, padahal waktu tidur optimal orang dewasa adalah 7-8 jam per hari. Tak heran hal itu terjadi karena tuntutan pekerjaan dan beban yang bertambah berat. Di sisi lain, tidur memiliki efek positif, yaitu kemampuan alami seseorang meningkat. Padahal, saat seseorang jarang tidur, otak terus bekerja, yang mengarah pada bentuk pemikiran baru. Tidak heran ilmuwan terkemuka seperti Albert Einstein buruk dalam tidur terlalu banyak, tetapi ide inspiratif mereka kreatif dan inovatif. Apalagi di malam hari, suasana yang hening dan tenang membuat sebagian orang merasa lebih nyaman ketika beraktivitas di malam hari, dan penerimaan ilmu di malam hari lebih tinggi dibandingkan siang hari. Dampak Kualitas Tidur yang Buruk Terhadap Kesehatan

    1. Dampak Kualitas Tidur yang Buruk terhadap Kesehatan

    Tidur merupakan salah satu poin utama dalam pola hidup yang sehat. Dengan kualitas dan kuantitas tidur yang baik kesehatan pun juga akan membaik, karena tidur berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tubuh. Berbagai macam kendala dapat ditimbulkan ketika kurang tidur diantaranya, penurunan aktivitas sehari-hari, rasa kelelahan yang berlebih, stress, tanda vital yang tidak stabil, kondisi neuromuscular yang buruk, terhambatnya proses penyembuhan luka, imunitas yang menurun. Selain itu beberapa penyakit juga dapat ditimbulkan karena keseringan begadang, yaitu gagal ginjal, breakout (jerawat parah), tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, diabetes, dsb.   

    Kurang tidur juga dapat menyebabkan masalah psikis, seperti stress yang berkelanjutan, gangguan kecemasan, halusinasi, depresi, dan kurang konsentrasi. Seperti yang kita ketahui, seorang mahasiswa yang merantau tentu memiliki cita-cita menjadi orang sukses di tempat rantauannya. Salah satu nya yaitu mendapatkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi, demi mengejar IPK yang di inginkan tentu banyak prosedur yang harus dijalankan yaitu, seperti menyelesaikan semua tugas tepat waktu, laporan hasil praktikum, pengerjaan skripsi, revisi, dsb. Kegiatan padat tersebut sangat rentan membuat seseorang terkena gangguan psikis yang bisa mengganggu kesehatan mental.

    C. PENUTUP

    KESIMPULAN

    Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur pada mahasiswa teknik sangat buruk. Faktor yang mendasari kesimpulan tersebut yaitu tuntutan sebagai seorang mahasiswa yang harus di penuhi dengan tepat waktu. Kualitas tidur jauh lebih penting daripada kuantitas tidur, meskipun tidur dalam waktu yang lama namun jika kualitas yang di dapat setelah bangun buruk maka masih dikatakan kualitas tidur kurang.

    Kualitas tidur mempengaruhi beberapa aspek kehidupan diantaranya prestasi akademik, pola hidup, kesehatan fisik dan mental. Kekurangan tidur dapat menyebabkan penurunan nilai prestasi akademik serta dapat mengganggu psikis seseorang, bila dilakukan secara terus-menerus.

    SARA

    Berdasarkan berbagai sumber di atas, penulis menyarankan:

    1. Mahasiswa dapat memanajemen waktu dengan sebaik mungkin, agar semua tugas yang diberikan tidak dikerjakan dengan sistem kebut semalam.
    2. Mahasiswa supaya mengonsumsi makanan-makanan bergizi seimbang sebagai penunjang agar tubuh tetap sehat dan fit.
    3. Dosen dapat sedikit berbelas kasih dalam memberikan tugas dan menetapkan

     

    D. DAFTAR PUSTAKA

    Sulana Ireyne , dkk. (2020, Desember). Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Tingkat  Akhir  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Jurnal KESMAS, Vol. 9, No.7.

    Budyawati, Ni Luh Putu Wulan, dkk. (2019, Maret). Proporsi dan Karakteristik Kualitas Tidur Buruk pada Guru-Guru Sekolah  Menengah Atas Negeri di D. E-JURNAL MEDIKA, VOL.8 NO.3.

    Fenny, Supriatmo. (2016). Hubungan Kualitas dan Kuantitas Tidur dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran . Jurnal Pendidikan Kedokteran, Vol.5, No.3.

    Bianca, Nadya, dkk. ( 12 Desember 2021 ). Gambaran Kualitas Tidur Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada Tahap Preklinik dan Klinik. Jurnal Medika Udayana, Vol.10 No.12.

     

     

     

      

    Ikuti tulisan menarik SOFYA LAILY lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.