x

Iklan

Andi Farhah Wahyuni

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 April 2023

Senin, 10 April 2023 14:38 WIB

Zainichi, Etnis Korea yang Menetap di Jepang

Perang dunia II yang terjadi pada tahun 1939-1945 menyebabkan banyaknya masuk etnis baru di Jepang. Salah satunya, yaitu ada Korea yang biasa disebut dengan Zainichi

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Perang dunia II yang terjadi pada tahun 1939-1945 menyebabkan banyaknya masuk etnis baru di Jepang. Salah satunya, yaitu ada Korea.

Pada awal tahun 1910 hanya beberapa ribu dari orang Korea yang masuk ke Jepang dan populasi ini terlihat semakin banyak apabila dilihat dari setelah terjadinya restorasi Meiji pada tahun 1868. Alasan orang Korea ingin pindah ke Jepang pada awalnya hanya untuk mendapatkan sistem pendidikan dan lowongan kerja yang lebih baik. Namun, hal itu dimanfaatkan oleh Jepang yang sedang kekurangan tenaga kerja pada tahun 1920. Kebanyakan orang Korea yang berimigrasi merupakan seorang petani yang berasal dari 3 wilayah bagian selatan dari Korea (Kyongsang bagian utara dan Selatan, Cholla bagian selatan, dan juga Chejudo).
 
Kekurangan tenaga kerja yang terjadi pada masa perang dunia II menyebabkan Jepang memaksa Korea untuk melakukan imigrasi ke negaranya. Walau begitu, pada waktu awal sebelum perang dunia II orang Korea telah berimigrasi ke Jepang dengan niat hanya untuk membantu Jepang saja. Hingga akhirnya, pada sekitaran tahun 1939 hingga 1945, pemerintah Jepang telah membawa sebanyak 700-800 ribu orang Korea untuk bekerja di Jepang sebagai imigran dan lebih dari 200 ribu orang Korea bekerja untuk kekaisaran Jepang. Puncaknya pada akhir perang dunia II tahun 1945, jumlah orang Korea yang berimigrasi telah sampai pada angka 2 juta jiwa.
 
Namun, karena kalahnya Jepang di perang dunia II 1-1,4 juta orang Korea memutuskan untuk pergi meninggalkan Jepang dan menyisakan 600 ribu orang Korea yang masih memutuskan untuk tinggal di Jepang walau dengan segala diskriminasi dan eksploitasi ekonomi yang ada. Populasi orang Korea yang masih tinggal di Jepang itu disebut sebagai zainichi yang berarti “tinggal di Jepang” yang sebenarnya bisa digunakan untuk orang dari etnis selain Korea, namun sudah melekat dengan gambaran populasi orang Korea yang tinggal di Jepang.
 
Adapun alasan mengapa beberapa orang Korea memilih untuk tidak pergi meninggalkan Jepang, yaitu karena ketika di Jepang mereka sudah mendapatkan keuntungan pasca terjadinya perang seperti karir yang sukses di bidang bisnis, birokrasi kekaisaran, dan di bidang militer. Kesuksesan yang telah mereka dapat selama di Jepang dapat menghilang sehingga akan menimbulkan kemiskinan membuat beberapa dari orang Korea tersebut memutuskan untuk tidak pergi meninggalkan Jepang. Bahkan, beberapa orang Korea yang telah pergi, memutuskan untuk kembali tinggal di Jepang karena kondisi ekonomi seperti kemiskinan.
 
Sayangnya, walau banyak dari orang Korea yang telah tinggal lama di Jepang, nyatanya di Jepang orang Korea masih sering mendapatkan diskriminasi. Dimulai dari tahun 1945, di mana orang Korea kehilangan haknya untuk memilih, 1950 di mana yang bisa mendapatkan hak dan kewarganegaraan sebagai orang Jepang hanyalah anak dengan ayah yang memiliki kewarganegaraan Jepang, bahkan terdapat kebijakan untuk menolak masuknya orang Korea yang ingin mencari pekerjaan di Jepang pada tahun 1945, dan lain sebagainya.
 
Setelah segala diskriminasi yang dirasakan oleh para zainichi sebelumnya, akhirnya pada tahun 1990 kolonialisme dan rasisme telah berkurang secara perlahan. Bahkan kegiatan-kegiatan dan budaya popular di Korea mulai meningkatkan tingkat keingintahuan orang Jepang terhadap Korea Selatan. Orang Jepang juga memiliki tingkat kesadaran yang tinggi agar tidak mendiskriminasi para zainichi lagi setelah mendapat tekanan dari komunitas nasional dan internasional. Para zainchi juga mulai mendapatkan kepercayaan dirinya kembali, terbukti pada tahun 2000-an terdapat selebriti orang Korea yang memberitahu bahwa dirinya adalah seorang zainichi dari generasi ketiga dan dengan bangganya menjelaskan mengenai warisan budaya dari Korea.
 
Sumber:
  • Akiba, M. (2000). Educational policy for Korean students in Japan. International Journal of Educational Research, 33(6), 601–609. https://doi.org/10.1016/S0883-0355(00)00038-0
  • Lie, J. (2009). The Korean Diaspora in Japan. 14(2), 16–21.
  • Park, J., Joshanloo, M., & Utsugi, A. (2023). Acculturation attitudes and adaptation among South Korean residents in Japan: The mediating role of coping strategies. International Journal of Intercultural Relations, 94(December 2022), 101799. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2023.101799
  • Ryang, S. (2003). Koreans in Japan. Amerasia Journal, 29(3), 31–35. https://doi.org/10.17953/amer.29.3.f631327125j37712
 

Ikuti tulisan menarik Andi Farhah Wahyuni lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB