x

Iklan

Ismiatul Aprilia

Mahasiswa/IAIN Palangka Raya
Bergabung Sejak: 15 Maret 2023

Rabu, 31 Mei 2023 07:41 WIB

Penilaian Obligasi


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ismiatul Aprilia/Akuntansi Syariah

Analisis Investasi dan Portofoilio/IAIN Palangka Raya/ Puput Iswandyah Raysharie, S., ME

Penilaian obligasi

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Valuation bonds atau penilaian obligasi merupakan teknik untuk menentukan nilai intrinsik suatu obligasi dengan cara menghitung nilai sekarang dari pembayaran bunga obligasi di masa depan. Sebagai sebuah produk investasi, obligasi memiliki harga dan harga tersebut dapat berubah dipengaruhi berbagai faktor. Sebagaimana kita ketahui karakteristik dalam berinvestasi obligasi adalah harga obligasi bergerak dengan arah yang berlawanan dibandingkan suku bunga atau imbal hasil obligasi (yield bond).

Maka dari itu, dalam kegiatan investasi obligasi muncul istilah bond valuation. Bond valuation adalah sebuah proses untuk menentukan harga yang pasti dari sebuah obligasi. Bond valuation atau penilaian obligasi adalah perhitungan untuk menentukan nilai intrinsik dari obligasi terkait.

Cara menghitung nilai obligasi adalah menghitung nilai sekarang dari pembayaran bunga obligasi di masa depan (arus kas), dan nilai nominal (value par) yang diketahui sebagai nilai obligasi saat jatuh tempo.

Ada 4 prinsip dari penilaian obligasi, keempat prinsip tersebut antara lain:

  1. Harga obligasi bergerak terbalik terhadap perubahan suku bunga.
  2. Semakin panjang jatuh tempo sebuah obligasi, semakin sensitif perubahan suku bunga.
  3. Perubahan harga yang terjadi dan yield to maturity tidak simetris.
  4. Semakin rendah kupon obligasi, maka harga akan semakin sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Karakteristik Obligasi

Obligasi adalah instrumen utang yang memberikan aliran pendapatan tetap kepada investor dalam bentuk pembayaran kupon. Pada tanggal jatuh tempo, nilai nominal penuh obligasi akan dibayarkan kembali kepada pemegang obligasi.

Selain itu, terdapat berbagai karakteristik obligasi, berikut karakteristik obligasi:

  • Nilai Nominal (Value PAR)

Nilai nominal atau nilai PAR adalah harga yang tercantum pada surat obligasi. Nilai tersebut mencerminkan harga obligasi yang akan dibayarkan oleh penerbit obligasi pada saat jatuh tempo. Misalnya suatu obligasi mempunyai nilai nominal sebesar 1 juta rupiah, maka pada saat jatuh tempo pemegang obligasi akan menerima uang pengembalian sebesar 1 juta rupiah (diluar bunga).

  • Tingkat Bunga Obligasi (Coupon Rate) Apa itu tingkat bunga obligasi? Tingkat bunga obligasi adalah nama lain tingkat kupon. Tingkat bunga (dalam persentase berdasarkan nilai nominal) yang akan dibayarkan oleh pihak penerbit obligasi. Misalnya suatu perusahaan menerbit obligasi dengan kupon tingkat bunga sebesar 20% yang akan dibayarkan setiap tahun dalam 10 tahun.

Pemegang obligasi akan memperoleh pembayaran bunga sebesar 20% X Rp1.000.000 = Rp200.000 setiap tahun dalam kurun waktu 10 tahun. Periode pembayaran akan ditentukan pihak penerbit obligasi, misalnya setiap 1 tahun sekali atau 6 bulan. Inilah hubungan tingkat bunga dan harga obligasi.

  • Jatuh Tempo (Maturity Date) Jatuh tempo atau jangka waktu suatu obligasi biasanya dalam satuan tahun. Pada saat jatuh tempo penerbit obligasi mempunyai kewajiban untuk melunasi pemegang sebesar nominalnya.
  • Harga Sekarang (Current Price) Harga sekarang biasanya tergantung pada tingkat suku bunga, investor dapat membeli obligasi dengan harga par, di bawah par, atau di atas par. Misal, jika suku bunga naik, nilai obligasi akan turun karena tingkat kupon lebih rendah dari tingkat bunga dalam perekonomian.

 

Cara Menghitung Nilai Obligasi

Sebelum melakukan investasi obligasi, investor perlu menelaah nilai sekarang (present value) obligasi. Untuk menghitung nilai obligasi pada suatu waktu, investor tersebut perlu menambah nilai sekarang pembayaran bunga plus nilai sekarang pokok yang diterima saat jatuh tempo.

Seorang investor juga bisa menggunakan konsep anuitas untuk menghitung nilai pembayaran bunga. Anuitas adalah suatu jumlah rupiah spesifik yang dibayarkan kepada investor dalam periode tertentu. Pembayaran bunga obligasi kerap dikenal sebagai jenis anuitas.

Contoh Perhitungan Penilaian Obligasi

Suatu perusahaan A menerbitkan obligasi dengan jangka waktu jatuh tempo 10 tahun dengan nominal Rp1.000.000 dan kupon dibayarkan tiap tahun Rp80.000. Diketahui suku bunga di pasar sama dengan coupon rate 8%. Hitung nilai obligasinya!

Cara perhitungan dan penilaian obligasi

 

Keterangan rumus nilai sekarang dari nominal obligasi:

  • PV: Present Value / Nilai Sekarang
  • FV: Future Value / Nilai yang akan datang
  • r: Tingkat bunga atau diskonto
  • n: Periode

Rumus diatas digunakan ketika mencari nilai sekarang dari nominal obligasi dengan cara perhitungan obligasi adalah sebagai berikut:

 

 

Setelah menemukan present value, kemudian menghitung present value of annuity (PVA) untuk menghitung berapa jumlah uang yang dibutuhkan untuk membuat serangkaian pembayaran di masa depan.

Berikut perhitungan nilai anuitas dari contoh soal sebelumnya:

 

Nilai obligasi = Rp463.190 + Rp536.810 = Rp1.000.000

Dapat disimpulkan, jika suatu suku bunga di pasar sama dengan coupon rate, maka nilai obligasi sama dengan nilai nominal. Demikian juga jika suku bunga di pasar lebih tinggi dari coupon rate maka nilai obligasi akan lebih rendah dari nilai nominal.

Jika suku bunga di pasar satu tahun kemudian naik menjadi 10%, maka nilai obligasi perusahaan A untuk sisa umur 9 tahun adalah

Nilai sekarang dari nominal obligasi = 1.000.000/(1.10)9 = 1.000.000/2.3579 = 424.100

Nilai sekarang anuitas dari kupon obligasi:

 

Maka nilai obligasi = 424.100 + 460.720 = Rp884.820

Dengan kata lain rumus umum nilai obligasi adalah:

 

Dengan mengetahui besar dan waktu pembayaran kupon, nilai par serta tingkat bunga disyaratkan, maka perhitungan obligasi adalah melihat nilai atau harga obligasi yang bisa ditentukan dengan cara:

  1. Menentukan nilai sekarang dari pendapatan kupon yang diperoleh setiap tahun.
  2. Menentukan nilai sekarang dari nilai par yang akan diperoleh saat obligasi jatuh tempo.
  3. Menjumlahkan nilai sekarang dari pendapatan kupon dan nilai par.

Obligasi merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup populer di pasar keuangan. Sebagai investor, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian obligasi agar dapat memilih obligasi yang tepat dan mengurangi risiko investasi.

  1. Faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah tingkat bunga. Tingkat bunga adalah faktor utama yang mempengaruhi harga obligasi. Ketika suku bunga naik, harga obligasi turun dan sebaliknya. Oleh karena itu, investor harus memperhatikan pergerakan suku bunga dan mempertimbangkan apakah akan membeli obligasi jangka pendek atau jangka panjang.
  2. Faktor kedua adalah rating obligasi. Rating obligasi mencerminkan kemampuan penerbit obligasi untuk membayar kembali utangnya dan memberikan gambaran tentang risiko investasi. Obligasi dengan rating yang lebih tinggi dianggap lebih aman dan cenderung memberikan pengembalian yang lebih rendah, sementara obligasi dengan rating yang lebih rendah cenderung memberikan pengembalian yang lebih tinggi tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi.
  3. Faktor ketiga adalah durasi obligasi. Durasi obligasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal investasi kepada investor. Obligasi jangka pendek memiliki durasi yang lebih pendek dan cenderung memberikan pengembalian yang lebih rendah, tetapi juga memiliki risiko yang lebih rendah. Sementara obligasi jangka panjang memiliki durasi yang lebih lama dan cenderung memberikan pengembalian yang lebih tinggi tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi.
  4. Faktor keempat adalah jenis obligasi. Ada beberapa jenis obligasi yang tersedia di pasar keuangan, seperti obligasi korporasi, obligasi pemerintah, obligasi daerah, dan lain sebagainya. Setiap jenis obligasi memiliki karakteristik yang berbeda dan risiko yang berbeda pula. Investor harus memilih jenis obligasi yang sesuai dengan tujuan investasi mereka dan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti rating obligasi, durasi, dan tingkat bunga.
  5. Faktor kelima adalah kualitas penerbit obligasi. Investor harus mempertimbangkan kualitas penerbit obligasi sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Penerbit obligasi yang memiliki reputasi baik dan kinerja keuangan yang stabil cenderung memberikan pengembalian yang lebih baik bagi investor. Sebaliknya, penerbit obligasi yang memiliki reputasi buruk atau kinerja keuangan yang buruk cenderung memberikan risiko yang lebih tinggi bagi investor.
  6. Faktor keenam adalah kondisi pasar. Investor harus memperhatikan kondisi pasar saat memilih obligasi. Pada saat kondisi pasar yang tidak stabil, harga obligasi dapat turun dan menyebabkan kerugian bagi investor. Oleh karena itu, investor harus memperhatikan kondisi pasar dan melakukan analisis fundamental sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
  7. Faktor terakhir adalah diversifikasi. Dalam investasi obligasi, diversifikasi adalah kunci untuk mengurangi risiko investasi. Investor harus mempertimbangkan untuk membeli beberapa jenis obligasi dari penerbit yang berbeda-beda dan dengan karakteristik yang berbeda. Diversifikasi dapat membantu investor mengurangi risiko investasi dan meningkatkan potensi pengembalian.

 

Dalam memilih obligasi, investor harus melakukan analisis fundamental dan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk mengurangi risiko investasi dan meningkatkan potensi pengembalian.

Ikuti tulisan menarik Ismiatul Aprilia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan