x

Iklan

Firmanda Dwi Septiawan firmandads@gmail.com

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Kamis, 1 Juni 2023 08:48 WIB

Siti Salamah; Membina Ribuan Pemulung dan Melakukan Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Teknologi

WasteHub ymenargetkan dapat melibatkan setidaknya 10 ribu mitra pemulung, meningkatkan 100 persen pendapatan para mereka, dan menargetkan pengelolaan 1.000 ton sampah per hari. Mereka juga menghasilkan 1.000 produk daur ulang serta mengembangkan 10 area pusat daur ulang dan pembelajaran di seluruh Indonesia. Untuk semua itu. Siti menjadi penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2021.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di kota besar tak jarang kita disuguhi pemandangan perempuan, anak-anak hingga lansia menyandang keranjang dan menyusuri jalan mencari rejeki dari memulung. Mereka menelisik tumpukan sampah berharap menemukan barang yang masih bernilai.  Tak jarang juga terlihat anak-anak di bawah umur turut berjibaku dengan sampah demi memenuhi kebutuhan hidup.

Mungkin banyak diantara kita yang merasa iba dengan keadaan itu, tapi tak banyak yang tergerak untuk melakukan aksi nyata membantu mereka. Adalah sosok Siti Salamah yang tak asing di kalangan pemulung di kota Tangerang Selatan, Banten. Selama bertahun-tahun Siti mendedikasikan diri mendampingi ribuan pemulung di Jurang Mangu Timur. Ia melakukan inisiatif membantu mereka mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi.

Wanita berusia 34 tahun ini memulai aktivitasnya di lapak pemulung sejak tahun 2015. Awalnya Siti mendirikan Rumah Pohon yang dulunya bernama Taman Maghrib Mengaji. Siti membantu anak pemulung mendapatkan pendidikan non formal sekaligus spiritual yang berdampak baik pada karakter mereka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Melalui Rumah Pohon, Siti juga melakukan pengembangan kepada masyarakat. Bersama dengan rekan-rekannya, Siti memberikan pembinaan kepada para ibu pemulung agar mampu bersaing dan mandiri. “Pemulung harus diberdayakan untuk mengubah stigma negatif dan menaikkan taraf hidup mereka yang terpinggirkan dan termarjinalkan,” ujar dia.

Pada tahun 2018 Siti bersama sejumlah rekannya mendirikan Waste Solution Hub, penyedia solusi pengolahan sampah terintegrasi. Waste Solution Hub atau WasteHub memberdayakan kaum marjinal terutama pemulung mendapatkan pembinaan dan pekerjaan dengan penghasilan lebih baik. Mereka menggagas kegiatan inovasi sosial yang berfokus pada pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di daerah urban.

Program digulirkan menggunakan teknologi yang terintegrasi dan melibatkan multi-pihak. Ada sejumlah program pengelolaan sampah, namun kegiatan aktivitas sosial untuk turut memperhatikan kehidupan para pemulung menjadi nilai tambah dan pembeda Waste Solution Hub.

WasteHub prinsipnya memotong proses pengelolana limbah menjadi lebih singkat. Selama ini sampah dari rumah diambil pemulung untuk diserahkan ke lapak. Dari sini melewati empat hingga lima tempat untuk sampai ke pengepul kakap. Harga sampah plastik biasanya berkisar Rp2000 per kilogram, sedangkan di industri besar bisa sampai Rp5000 per kilogram. Nah, proses ini dipersingkat margin sebesar 2 kali lipat bisa langsung masuk ke kantong para pemulung.  Hal tersebut pada akhirnya membawa para pemulung di Jurang Mangu Timur ke level yang lebih baik. Tercatat lebih dari 1.200 pemulung sudah diberdayakan.

Program ini juga menyasar pengelolaan sampah pada cluster perumahan yang dilakukan dengan proses end-to-end. Hal itu dilakukan untuk menambah nilai berkelanjutan. Program konsultasi juga digelar untuk mencapai less waste bahkan zero waste. Program ini juga menggelar pelatihan intensif bagi pemulung agar memiliki peluang tambahan keterampilan.

Waste Solution Hub yang digawangi 60 relawan telah mengedukasi lebih dari 23 ribu orang, menangani lebih dari 10 proyek. Mereka mengelola lebih dari 2.400 kilogram sampah dan mendistribusikan 3.066 paket sembako untuk pemulung.

WasteHub menargetkan dapat melibatkan setidaknya 10 ribu mitra pemulung, meningkatkan 100 persen pendapatan para pemulung, menargetkan pengelolaan 1.000 ton sampah per hari, menghasilkan 1.000 produk daur ulang serta mengembangkan 10 area pusat daur ulang serta pembelajaran di seluruh Indonesia.

Semangat Siti Salamah dan Waste Solution Hub dalam mengelola sampah dan memperhatikan kesejahteraan para pemulung sejalan dengan Sustainable Development Goals Indonesia dan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. Siti adalah salah satu penerima apresiasi 12th SATU Indonesia Awards tingkat nasional 2021.

Ia menerima apresiasi untuk Kategori Kelompok yang mewakili lima bidang sekaligus, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan dan Teknologi. Atas apresiasi tersebut, Siti mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp60 juta dan pembinaan kegiatan dari Astra yang dapat dikolaborasikan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra yaitu Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra.

Ikuti tulisan menarik Firmanda Dwi Septiawan firmandads@gmail.com lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu