x

Manda Barusan Nail Art

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 25 Agustus 2023 05:42 WIB

Manda Barusan Nail Art

Tampak indah sekali. Bersih, mulus, bahkan tidak ada noda membandel sedikitpun.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

“Wiihhh.. Ada yang bawa chumbucket nih!”

Siapa lagi kalau bukan si ketombe kuyang. Aku berpapasan dengan rekan kerjaku sambil membawa satu bucket ayam goreng yang terkenal dengan logo kakek berjenggot itu.

“Chumbucket bikini bottom maksud lo? Doain pengen jadi investor gue disana,” ucapku berlagak sombong sambil mengingat gaji cuma UMR Jakarta. Kalau kontrak kerja udah habis, langsung pindah ke bikini bottom aja. Jadi teringat dulu saat masih kecil, aku sering bangun pagi cuma mau nonton film kartun itu sampai tertidur lagi di depan tv. Terus dibangunin nyokap buat mandi pagi biar berangkat ke sekolah, dan itu adalah hal termager tapi ngangenin sih.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Andai bisa kembali ke masa kecil dulu. Benar kata Idgitaf ya, takut tambah dewasa. Jadi manusia dewasa kaya sekarang ini banyak gak enaknya. Senangnya sehari, susahnya setahun. Perasaan lebih banyak sedihnya deh.

Hahahahaha…

“Eh.. Gua salah satu warga bikini bottom tapi KTP Jakarta,” sahut rekan kerjaku ini yang kebetulan memiliki nama yang sama seperti salah satu tokoh kartun tersebut. Mungkin dulu bokapnya suka snorkeling sering ketemu bintang laut makanya nama anaknya dibuat jadi Patrick, mungkin kali ya.

“Bokap lo suka snorkeling ya?” tanyaku iseng karna merasa penasaran.

“Ihh… Kok tau? Mau coba snorkeling di hatiku, ya?”

“Gue keplak pala lo ya, gue bukan lagi ngegombal. Masih normal mata gue bedain cowo cewe..”

Kok jadi najis gitu, ya?

“Lah.. Gua kira lo mau ngegombal,” disambut gelak tawa oleh Patrick.

Tidak diketahui banyak orang termasuk orang kantor kalau ternyata Patrick demen koleksi majalah dewasa. Entah untuk apa dan dimana dia beli majalah sebanyak itu. Aku pernah menemukan salah satunya di atas meja kerjanya. Dengan santai dia beralibi kalau majalah itu buat bahan inspirasi dia menulis.

Who knows? Kali aja itu buat bahan anu, tebak aja sendiri.

“Mending lo ke bawah sana deh, beli nasi!” perintahku. Cacing-cacing di perut udah pada demo, ricuh kaya lagi demo di depan kantor dewan.

“Gua diajak makan nih ceritanya? Jadi nggak enak dah gua..”

“Buruan sana!” ucapku dengan sedikit membentak.

Patrick langsung bergegas membeli nasi. Aku curiga dia beli nasi sebakul karna lapar banget. Maklum lagi tanggal tua, masa mau sih melewatkan momen perbaikan gizi kaya begini di akhir bulan?

Hahahaha…

Aku kelupaan tadi beli nasinya, malah mikir makan ayamnya doang bakal enak. Ternyata belum afdol rasanya kalau belum pakai nasi. Aku udah makan dua potong ayam, tapi si ketombe kuyang belum nongol juga.

“Lama banget sih beli nasi doang.” Aku mulai menggerutu.

Selama menunggu rekan kerjaku beli nasi, aku tidak sengaja dari kejauhan melihat layar komputer salah seorang karyawan cewe yang sedang memilih baju. Kayanya lagi belanja online deh dia. Kan itu surga dunianya para wanita apalagi kalau banyak flash-sale. Aku terus memperhatikan kali aja ada pilihan baju yang bagus untuk Manda.

Tiba-tiba aku kepikiran, gimana kalau kirimin coklat buat Manda? Tapi aman gak beli coklat di e-commerce? Takutnya sampai di Bandung, coklatnya pada patah jadi lemes, atau lenyek gitu. Apa sih bahasanya yang tepat? Lenyek kaya sejenis cair gitu, lho. Soalnya dimasukkin ke dalam tas aja, coklatnya bisa jadi kaya cair gitu, lembek. Nggak enak dong jadinya.

Biasanya beli coklat ya di supermarket aja biar nggak ribet. Tapi kayanya itu ide yang bagus sih setelah berhasil kirim surat cinta. Kalau kata Sisca Kohl, mari kita coba ~

“Halo.. Boleh nanya?”

Aku memberanikan diri bertanya pada karyawan cewe yang dari tadi aku perhatikan sedang belanja online.

“Menurut lo, kesukaan cewe itu apa aja?”

Aku berusaha mengumpulkan informasi selain dari mbah gugel.

Kenapa sih nih cewe? Dia menatapku dengan sedikit rasa curiga sambil tersenyum licik kaya kuntilanak yang berhasil pesan 100 tusuk sate tapi nggak bayar.

“Ya elo bisa kasih coklat, bunga, itu sih yang sederhana dan hampir semua cewe suka. Kalau cewe yang suka masak, ya beliin dia perlengkapan masak. Easy banget, cari tau deh dari hobinya dulu apaan.”

“Kalau cewe yang tipenya suka shopping, gimana?” tanyaku berusaha untuk to the point kalau Manda tipe cewe yang doyan belanja.

“Kalau dia suka shopping sih ya kaya gue ini, berburu flash-sale buat…..” tiba-tiba obrolan kami terhenti karna seseorang berteriak sambil membawa bungkusan plastik. Siapa lagi kalau bukan si doyan majalah dewasa.

“Woiii….! Ini gua udah bawain,” teriak Patrick dari kejauhan sambil mengangkat plastik kreseknya itu.

“Udah sono, udah dipanggil tuh sama pasangan homo lo,” ucap karyawan cewe itu sambil meledek dan tertawa.

Sialan!

Hahahaha…

“Lo ngapain disitu? Mau daftar arisan ikutan kaya karyawan cewe lainnya?” canda Patrick sambil membuka bungkusan yang dia bawa.

“Gila ya, lo lama banget. Beneran gue keplak pala lo!” aku mulai tersulut emosi.

Aku udah menunggu hampir setengah jam dan Patrick hanya membawa nasi dua porsi kecil. Tapi kok bisa selama itu sih!? Aku pikir dia akan beli banyak nasi sekaligus porsi tambahan karna aku juga merasa lapar. Bakal mabok ayam nih kayanya, makan satu bucket hanya berdua dengan Patrick.

“Sorry..sorry, Sob! Sans..”

“Lo cuma beli nasi dua porsi gini sampai setengah jam? Nasi tambahnya mana?”

“Dengerin dulu.. Gua tadi nyebrangin nenek-nenek. Gua liat dari kejauhan hampir gak ada yang mau bantu nenek itu. Akhirnya gua samperin..” Patrick mencoba menjelaskan situasi saat dia pergi membeli nasi tadi.

“Ternyata lo baik juga ya meski otak mesum,” aku meledek Patrick.

“Lagi berusaha ngumpulin pahala,” sahut Patrick sambil tersenyum sombong. Lalu dia celingak-celinguk melihat keadaan sekitar.

“Tapi kalau ngumpulin majalah dewasa, gua juara. Lo kalau mau bilang ya sama gua,” lanjut Patrick berbisik sambil menepuk bahuku.

Gila nih orang! Hahahaha…

L I N E … ~

Satu notifikasi udah tau dong dari siapa kalau bunyinya kaya gitu. Karna di aplikasi itu cuma ada kontak dia doang.

“Bagus nggak menurut kamu?” isi pesan masuk dari Manda.

Manda mengirim jepretan kukunya. Gila, manis banget jarinya! Putih bersih tanpa ada noda membandel sedikitpun. Hahahaha...

Manda bilang dia barusan nail art. Dan kukunya tampak indah sekali ~

Warna pink polos adalah pilihan warna yang sangat tepat untuk kukunya. Aku suka! Aku senyum-senyum sendiri saat memperhatikan berulang kali gambar kiriman darinya.

“Kok senyum-senyum lo?” tanya Patrick sambil memasukkan suapan pertamanya ke dalam mulut tanpa berdoa terlebih dulu. Ingat, sebelum makan harus berdoa jangan kaya Patrick.

“Kalau gue murung itu tandanya gue banyak cicilan.”

“Kok lo senyum-senyum, chat dari siapa sih?” Patrick mulai penasaran.

“Kalau gue murung pas liat notif masuk berarti gue lagi banyak cicilan dari homkredit..”

“Lah? Kalau itu mah gua. Ini aipon gua masih nyicil,” ungkap Patrick sambil tertawa lepas.

Tepok jidat… Heran liat rekan kerja kaya begini modelannya.

“Nice… Cocok banget sama kamu!” Aku membalas pesan dari Manda dan menyematkan stiker Brown yang terlihat sedang mengintip.

“Lo pernah gak kenalan sama cewe di dating apps?” tanyaku mengajak Patrick mengobrol sambil makan. Awas tersedak, ya.

“Ya pernahlah! Tapi karna bukan tipe gua, ya gua ghosting!” Patrick tertawa terbahak-bahak sampai tersedak. Kan bener, awas tersedak. Baru aja tadi dikasih tau.

Patrick melirik ke arahku.

“Lo lagi jatuh cinta ya? Oh gua tau, cewe yang kemarin itu… Kenal dari dating apps?”

“Sssttt! Diem lo, ya gue nanya experience lo doang. Ga ada maksud apa-apa juga sih,” aku berusaha menjelaskan.

“Cerita aja kali, ngapain juga disembunyiin..”

Tapi aku merasa ini bukan waktu yang tepat buat cerita tentang Manda ke Patrick, takutnya malah kesebar satu kantor.

“Ambil lagi ayamnya, habisin. Sampai mabok ayam goreng..” aku mengalihkan pembicaraan dan mengajak Patrick buat fokus makan, takut tulang ayam tertelan.

Benar-benar terasa kenyang banget siang ini bareng Patrick.

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB