x

ilustr: The New York Times\xd \xd

Iklan

Ruang Dakwah Medis Indonesia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Maret 2023

Jumat, 25 Agustus 2023 20:52 WIB

Mendengarkan Earphone di Telinga Terlalu Kencang Tingkatkan Resiko Tuli

Mendengarkan Earphone di Telinga Terlalu Kencang Tingkatkan Resiko Tuli

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Musik saat ini merupakan salah satu hidangan hiburan bagi masyarakat pada umumnya, hampir semua kalangan banyak mendengarkan musik. Ada yang mendengarkan musik sambil bekerja dengan speaker, ada yang mendengarkan musik diperjalanan menggunakan Aerphone dll.

Earphone merupakan alat bantu pendengaran yang dipasang dilubang telinga yang bertujuan supaya suara tidak keluar serta tidak didengar oleh orang lain. Tujuan pemasangan aerphone salah satunya digunakan supaya tidak mau didengarkan oleh orang lain ataupun supaya tidak mengganggu orang lain.

Mendengarkan musik menggunakan earphone sambil perjalanan merupakan salah satu hal yang menyenangkan dikarenakan tidak menyebabkan mengantuk. Headshet atau earphone mempunyai efek samping apabila digunakan secara berlebihan. Penggunaan volume earphone yang kencang dan berlebihan bisa mengganggu fungsi pendengaran manusia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut penelitian dari WHO bahwa lebih dari 1milliar orang berusia 12 – 35 tahun beresiko kehilangan pendengarannya dikarenakan sering mendengarkan musik memakai headshet atau dengan volume yang keras dan kencang. Hal ini dikarenakan volume suara yang keras dapat merusak sel – sel saraf pendengaran sehingga telinga akan kesulitan atau bahkan tidak akan bisa menghantarkan rangsangan suara untuk menuju ke otak yang mengakibatkan akan beresiko terjadinya tuli.

Salah satu tanda apabila telinga mulai merasakan gangguan adalah terjadi tinitus atau telinga yang berdengung sehingga akan sering meminta lawan bicara untuk mengulang apa yang diucapkannya. Kemudian ketika melihat televisi atau mendengarkan radio harus meningkatkan volume suara tersebut. Gejala lainnya adalah telinga mulai terasa nyeri dan sakit. Apabila terjadi merasakan gejala tersebut, hal yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan kebiasaan mendengarkan volume kencang segera dihentikan serta segera memeriksakan diri ke dokter Spesialis THT.

Dosen Spesialis Medikal Bedah Prima Trisna Aji memberikan tips yang aman ketika mendengarkan Headshet atau aerphone untuk mencegah terjadinya tunitis yaitu : Atur volume suara tidak lebih dari 60%, hindari penggunaan headshet selama lebih dari 1 jam dan istirahatkan telinga setidaknya selama 5 menitsetiap jamnya.

Selain itu bahaya menggunakan headset terhadap kesehatan yang harus anda perhatikan adalah gangguan pada otak. Paparan jangka panjang terhadap suara keras dapat menyebabkan gangguan otak dalam menerima sinyal suara. Lama kelamaan, menggunakan headset tanpa aturan dapat menyebabkan keluhan pusing berputar atau vertigo. Maka dari itu pentingnya kita harus menghindari sedini mungkin mendengarkan suara apapun menggunakan headshet dengan volume kencang. *Red

Ikuti tulisan menarik Ruang Dakwah Medis Indonesia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu