x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Selasa, 5 September 2023 12:57 WIB

Hati-hati Terlalu Banyak Keinginan, Inilah Dampaknya

Penyakit salah ingin, terlalu banyak keinginan. Bikin stres dan frustrasi hingga lupa bersyukur. Kok nggak bisa bedakan mana keinginan mana kebutuhan

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Terlalu banyak keinginan. Pengen ini pengen itu. Biar begini biar begitu. Ingin punya banyak duit biar kayak si anu. Pengen sukses biar seperti si A. Akhirnya jadi susah sendiri. Ada saja yang diinginkan, hingga tidak lagi bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan? Jadi beban sendiri, stress, frustrasi, dan akhirnya hidup jadi nggak ada manfaatnya.

 

Salah ingin. Akibat terlalu banyak yang diinginkan. Sudah punya Rp. 10.000 pengen Rp. 100.000. Sudah megang Rp. 100.000 ingin punya Rp. 1.000.000. Tidak pernah puas dan susah bersyukur. Keinginannya banyak. Kemampuannya sedikit. Sulit menerima keadaan, hingga lupa bersyukur. Lupa bahwa semua yang terjadi dan ada pada diri kita adalah kehendak-Nya. Sudah sesuai dengan porsinya, sudah pas untuk kita. Jangan sampai salah ingin.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Salah ingin itu bahaya. Terlalu banyak keinginan dampaknya negatif. Apalagi lebih besar pasak daripada tiang. Terjebak pinjaman online, yang gampang minjamnya susah bayarnya. Akhirnya melibatkan orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Paham agama tapi bergaul dengan orang-orang yang akhlaknya rendah, nggak bisa bedakan jalan yang lurus dan sesat. Keinginannya saja sudah salah, apalagi mau berbuat baik kepada orang lain. Kebaikan yang dibuat orang lain pun dijadikan musuh. Akibat apa? Salah ingin.

 

Gara-gara salah ingin. Waktu terbuang percuma dan sia-sia. Uang pun dipakai untuk hal-hal yang nggak jelas bahkan mudharat. Pikiran jadi bingung. Hati jadi nggak tenang. Stres dan frustasi tentunya, karena banyak keinginan yang nggak kesampaian. Giliran ditanya, kenapa banyak keinginan? Katanya, pengen sukses inin berhasil kayak orang-orang. Karena salah ingin, banyak orang nggak bisa bedakan lagi antara mimpi dan realitas. Makanya, gara-gara keinginan yang banyak itulah jadi menghalalkan segala cara. Biarin orang lain rugi, asal gue untung, Biarkan orang lain susah asal gue senang. Salah ingin.

 

Hati-hati sahabat, jangan salah ingin. Jangan banyak keinginan. Kendalikan hati dan pikiran sendiri yang bertabur keinginan. Karena biasanya einginan itu membuat kita lupa pada Allah SWT. Nggak sedikit orang yang diperbudak oleh keinginannya sendiri  dan menjauhkan kita dari Allah SWT. Maka bila punya banyak keinginan, tanya dan minta tolong kepada Allah SWT boleh atau tidak, hala atau tidak, berlebihan atau tidak? Sialak bertukar pikiran dengan orang-orang yang jernih pikirannya, objektif perilakunya, Jangan ngomong sama orang-orang yang sepaham tapi sesat.

 

Maka saya bersyukur ada di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak. Agar tidak salah ingin, agar tidak banyak keinginan. Tiap week end datang, hanya untuk membimbing anak-anak yang membaca. Mengajar kaum ibu buta huruf baca-tulis. Mengemudikan motor baca keliling dan bergaul dengan orang-orang baik yang mengabdi di taman bacaan. Pikiran jernih, perilaku baik. Karena tidak punya banyak keinginan. Sama sekali tidak tergiur dengan pergaulan dan gaya hidup yang sesat. Dilatih mengendalikan diri untuk lebih baik dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Di taman bacaan, saya “meredam” salah ingin. Karena keinginan, biasanya jadi sebab lupa kepada Allah SWT.  

 

Salah ingin itu sesat. Akibat keinginan selalu menghalalkan segala cara. Mengambil yang bukan haknya. Membenci orang-orang yang tidak harus dibenci. Salah bergaul, salah cara mengelola uang. Terlalu didominasi oleh keinginan dan nafsu. Hidup jadi nggak bermanfaat. Bahkan lebih besar pasak daripada tiang. Tidak mampu membedakan mana kebutuhan mana keinginan. Hingga yang paling mengerikan, jadi lupa bersyukur.

 

Hati-hati salah ingin. Hati-hati banyak keinginan. Karena “alhamdulillah ala kulli hal -segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan.” (HR. Ibnu Majah). Salam literasi #TamanBacaan #PegiatLiterasi #TBMLenteraPustala

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 16 Februari 2024 14:31 WIB

Terkini

Semangat

Oleh: Malik Ibnu Zaman

8 jam lalu

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 16 Februari 2024 14:31 WIB