x

Aspal. Ilustrasi Pembangunan Jalan

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Rabu, 6 September 2023 18:50 WIB

Ajang Debat Aspal Buton vs Aspal Impor; Siapakah Pemenangnya?

Jika pemenangnya adalah kesebelasan “Aspal Buton”, maka akan didokumentasikan dalam sebuah Buku Putih, dengan judul “Aspal Buton Selalu di Hati”.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hampir semua orang Indonesia pasti sudah tahu dan mengenal apa aspal Buton itu. Aspal Buton adalah aspal alam yang terdapat di pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal alam ini hanya terdapat di tiga tempat di dunia. Pertama, di Trinidad, Amerika Selatan. Kedua, di pulau Buton Indonesia. Dan ketiga, di Kanada. Jadi Indonesia merupakan negara yang paling beruntung, karena telah dikaruniai sumber daya aspal alam yang jumlahnya sangat melimpah, sebesar 662 juta ton.

Kalau kita merasa sangat beruntung, karena kita memiliki aspal alam Buton. Tetapi sebaliknya kita juga merasa sangat merugi. Mengapa? Penyebabnya adalah karena sudah hampir 1 abad aspal Buton masih belum mampu menyejahterakan rakyat Buton. Sangat berbeda jauh dengan apa yang telah terjadi di Trinidad dan Kanada. Sudah sejak lama Trinidad dan Kanada telah menikmati berkah dan nilai tambah dari sumber daya aspal alamnya. Mereka sudah dikenal oleh dunia sebagai negara produsen dan pengekspor aspal alamnya yang berkualitas tinggi. Bagaimana dengan Indonesia? Boro-boro Indonesia ekspor aspal alam. Mirisnya, justru Indonesia adalah salah satu negara importir aspal terbesar di dunia. Ini sungguh sangat ironis, bukan?

Indonesia sudah 43 tahun lebih mengimpor aspal. Pada saat ini, Indonesia mengimpor aspal sejumlah 1,2 juta ton per tahun. Atau senilai US$ 900 juta ton per tahun. Padahal deposit aspal alam Indonesia di pulau Buton berjumlah 662 juta ton. Mengapa Indonesia tidak mau memproduksi aspal Buton, seperti apa yang sudah dilaksanakan di Trinidad dan Kanada? Sejatinya, bukan karena Indonesia tidak mau memproduksi aspal Buton. Tetapi Indonesia sudah terjebak dan masuk perangkap sangat lama di dalam zona nyaman aspal impor, sehingga sudah tidak mampu keluar lagi. Aspal impor sudah menjadi darah, daging, tulang, otak, mata, hati, dan semua bagian lain-lain dari tubuh Indonesia. Sudah menyatu, dan sudah tidak mungkin akan dapat dipisahkan lagi. Sungguh sangat menyedihkan sekali, bukan?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bagaimana cara kita sekerang menyelesaikan masalah atau mengobati penyakit aspal Buton yang sudah sangat kronis ini? Padalah kita sudah tahu pasti bahwa virus apa yang telah meyebabkan aspal Buton sakit. Dan kita juga sudah tahu pasti, obat apa yang akan mampu menyembuhkan penyakit aspal Buton tersebut. Tetapi mengapa kita tidak mau memberikan obat itu kepada aspal Buton? Apakah karena harga obat itu terlalu mahal? Atau, apakah karena obat itu masih berada di dalam pikiran dan angan-angan kita?. Obat itu masih belum ada wujudnya. Obat itu masih harus diciptakan dan diperjuangkan terlebih dahulu oleh rakyat Buton sendiri. Ingat, ikrar: “Aspal Buton selalu di hati”, sudah terucapkan!.

Bagaimana cara kita memproduksi obat untuk penyakit aspal Buton? Obatnya adalah kalau aspal Buton itu sakit, karena virus aspal impor, maka kita harus menyuntikkan vaksin, yaitu virus aspal impor yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh aspal Buton. Dengan demikian tubuh aspal Buton akan memproduksi dan menghasilkan antibodi guna melawan virus aspal impor tersebut, sehingga aspal Buton akan dapat menjadi sehat. Bagaimana cara kita melaksanakan bentuk pemikiran atau ide ini ke dalam alam kehidupan kita sehari-hari di dunia nyata?

Diusulkan kepada Bapak Pj Bupati Buton yang baru saja dilantik untuk mau berjuang dengan sekuat tenaga demi aspal Buton. Bagaimana cara memperjuangkannya? Caranya adalah dengan mengundang semua para tokoh-tokoh masyarakat Buton, cendekiawan, akademisi, dan kaum intelektual, serta para pemuda dan mahasiswa, untuk datang beramai-ramai menyaksikan ajang debat antara kesebelasan “Aspal Buton” melawan kesebelasan “Aspal Impor”. Pemenang dari ajang debat ini akan menerima hadiah Piala Pj Bupati Buton, dan hadiah uang sebesar Rp 11,4 triliun per tahun dalam bentuk iming-iming atau pemikat hati agar masyarakat Buton mau hadir dalam acara ajang debat ini. Adapun uang sebesar Rp 11,4 triliun per tahun ini adalah potensi besar keuntungan Indonesia apabila Indonesia mampu mengsubstitusi aspal impor dengan aspal impor.

Aturan main dari ajang debat ini adalah membagi hadirin yang datang menjadi 2 buah kelompok. Masing-masing kelompok harus memilih 11 orang terbaiknya. Kelompok pertama yang terdiri dari 11 orang yang terbaik itu, akan diberi nama kesebelasan “Aspal Buton”. Dan kelompok kedua yang terdiri dari 11 orang yang terbaik itu, akan diberi nama kesebelasan “Aspal Impor”. Dan sekarang masing-masing kesebelasan akan diberi waktu 30 menit untuk menuliskan di papan tulis yang sudah disediakan, alasan mengapa aspal Buton atau aspal impor adalah yang terbaik bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Jadi masing-masing kelompok diharapkan akan mampu menuliskan semua alasan, justifikasi, legitimasi, pembenaran, pengesahan, dan validasi bahwa aspal Buton atau aspal impor adalah yang terbaik bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Setelah tahap pertama ini selesai, masing-masing kesebelasan diberi waktu 30 menit lagi, untuk menuliskan di atas kertas mengenai apa-apa saja keburukan, kelemahan, dan kejelekan dari kesebelasan lawannya. Jadi masing-masing kesebelasan harus berperan sebagai pendukung setia dan fanatik dari aspal Buton atau aspal impor. Oleh karena itu orang-orang yang terpilih ini nanti harus memainkan peranannya sebaik mungkin, secara bersungguh-sungguh dan antusias, agar hasil dari perdebatan ini akan dapat dipertanggung jawabkan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Setelah masa 30 menit berlalu, sekarang masing-masing kesebelasan diberi waktu 15 menit untuk membaca dan mempelajari apa saja yang sudah tertulis di papan tulis oleh kesebelasan lawannya. Kemudian mereka harus memilih 5 butir pernyataan yang dianggap merupakan titik paling lemah atau keburukan dari pernyataan-pernyataan kesebelasan lawannya tersebut, untuk dikritisi, diulas, dan dikomentari.

Acara ajang debat ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi antar kesebelasan. Kesebelasan “Aspal Buton” akan mengkritisi 5 buah pernyataan dari kesebelasan “Aspal Impor”. Dan demikian juga sebaliknya, kesebelasan “Aspal Impor” akan mengkritisi 5 buah pernyataan dari kesebelasan “Aspal Buton”. Tahapan ini akan menjadi ajang adu debat, mencari kebenaran, dan berargumentasi secara intelektual yang seru, mengenai pernyataan-pernyataan dari kesebelasan mana yang dianggap paling jujur dan masuk akal, dipandang dari sudut ilmiah, akal sehat, dan kepentingan nasional.

Apabila ada sebuah pernyataan dari kesebelasan “Aspal Impor” yang setelah didebat oleh kesebelasan “Aspal Buton”, dan ternyata kesebelasan “Aspal Impor” tidak mampu menjelaskan dan berargumentasi dengan baik, maka akan dianggap kesebelasan “Aspal Impor” kalah 1 – 0 dari kesebelasan “Aspal Buton”. Dan demikian seterusnya untuk 4 buah pernyataan-pernyataan berikutnya. Untuk menetapkan kalah atau menang, maka harus ada 5 orang wasit yang ditunjuk. Wasit-wasit ini mewakili semua kelompok masyarakat di Buton. Diharapkan wasit-wasit ini akan bertindak secara profesional, dan berani mengatakan sejujur-jujurnya, dan seadil-adilnya, sehingga tidak akan ada tuduhan rekayasa sedikitpun.

Apabila hasil dari ajang debat antara kesebelasan “Aspal Buton” melawan kesebelasan “Aspal Impor” ini pemenangnya adalah kesebelasan “Aspal Buton”, maka hasil tersebut akan didokumentasikan dalam bentuk sebuah Buku Putih, dengan judul “Aspal Buton Selalu di Hati”. Buku Putih ini akan diserahkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara untuk diteruskan dan diberikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo. Di dalam surat pengantar Buku Putih ini akan disebutkan bahwa rakyat Sulawesi Tenggara, khususnya rakyat Buton, memohon dengan segala hormat dan kerendahan hati kepada pak Jokowi untuk segera mewujudkan hilirisasi aspal Buton dengan justifikasi seperti apa yang tertulis pada hasil dari ajang debat di dalam Buku Putih tersebut. Disamping itu rakyat Buton juga menuntut pak Jokowi dan jajaran kementerian-kementerian terkait untuk mengucapkan ikrar dan kebulatan tekad: “Aspal Buton selalu di hati”. Ini adalah permohonan sumpah dan janji untuk menyejahterakan rakyat Buton.

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler