x

Kendaraan Ramah Lingkungan Roda 4

Iklan

Pawen Ary

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 September 2023

Jumat, 8 September 2023 19:10 WIB

Matching Fund Wujudkan Karling 4R

Salah satu inovasi terbaru yang membutuhkan dukungan sumber daya adalah pembuatan kendaraan listrik roda empat atau yang nantinya akan menjadi Karling 4R. Gagasan tersebut akhirnya bisa dieksekusi setelah dibukanya Program Matching Fund 2022 pada platform Kedaireka.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

MATCHING FUND WUJUDKAN KARLING 4R

KARLING 4R

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pengembangan keilmuan menjadi sebuah karya inovasi terimplementasi membutuhkan banyak sumber daya, baik dari segi waktu, tenaga, ataupun dana. Institut Teknologi PLN (ITPLN) sebagai salah satu perguruan tinggi yang berfokus dalam bidang ketenagalistrikan pun memiliki banyak inovasi yang terpendam karena kurangnya sumber daya. Sebelumnya, Mahasiswa ITPLN sudah pernah membuat koleksi kendaraan listrik yang dinamai kendaraan ramah lingkungan atau disingkat KARLING. Sayangnya, koleksi ini berhenti pada KARLING 3R atau kendaraan ramah lingkungan roda tiga yang berfungsi untuk membantu memenuhi kebutuhan kendaraan penumpang jarak pendek seperti kompleks perumahan, tempat wisata, dan lokasi pabrik yang membutuhkan kendaraan untuk akses ke lokasi sekitar. Salah satu inovasi terbaru yang membutuhkan dukungan sumber daya adalah pembuatan kendaraan listrik roda empat atau yang nantinya akan menjadi KARLING 4R.

Gagasan tersebut akhirnya bisa dieksekusi setelah dibukanya Program Matching Fund 2022 pada platform Kedaireka yang dinaungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud). Dibentuklah tim peneliti yang terdiri dari empat dosen dari jurusan tenaga elektro dan tenaga mesin serta mengajak sepuluh orang mahasiswa untuk berpartisipasi sekaligus untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Penyusunan proposal cukup mudah dengan panduan dan template yang sudah disediakan oleh Kedaireka. Selama penyusunan proposal, tim peneliti mencari mitra untuk bekerjasama, untungnya sudah ada mitra sebelumnya yang pernah berkolaborasi pada koleksi KARLING terdahulu, PT Kresna Catur Rekatama.

Pengunggahan proposal dilakukan pada laman Kedaireka ketika pihak institusi dan pihak mitra sudah menyetujui kerja sama di laman tersebut. Ada beberapa tahapan sebelum akhirnya proposal usulan Tim Peneliti ITPLN berhasil mendapatkan sumber dana dukungan dari Matching Fund. Tahapan pertama setelah pengunggahan proposal adalah tahap pitching, di mana tim peneliti diwawancarai oleh reviewer mengenai inovasi yang akan dibuat dan progres penelitian. Dalam tahapan ini, tim peneliti perlu menyiapkan paparan presentasi serta video pemaparan sebagai bagian dari evaluasi. Jika sudah lolos tahapan tersebut, tim peneliti akan dipanggil untuk hadir dalam tahap uji kelayakan. Dalam tahapan ini perlu disiapkan proposal lengkap, rincian anggaran biaya, kerangka acuan kegiatan, serta paparan untuk kembali dinilai dan dievaluasi oleh tim reviewer. Pada tahapan ini tim peneliti harus didampingi oleh Kepala Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

Penandatangan PKS Matching Fund

Tim Peneliti ITPLN sukses berhasil hingga ke tahap akhir dalam proses pengajuan sumber dana, yaitu penandatangan perjanjian kerja sama antara perguruan tinggi dengan Kemendikbud. Acara penandatanganan serta prosesi penerima pendanaan program Matching Fund Kedaireka tahun anggaran 2022 dilaksanakan di Gedung Kemendikbudristek pada hari Senin 25 Juli tahun lalu. Acara tersebut dihadiri oleh 157 perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia dengan total dana yang diberikan oleh pemerintah mencapai 3,5 triliun rupiah untuk dukungan penelitian se-Indonesia. Tiap perguruan tinggi bisa mendapatkan satu sampai dua milliar rupiah.

Ini merupakan suatu kebanggaan bagi ITPLN, karena merupakan keikutsertaan yang pertama dan langsung berhasil lolos mendapatkan sumber dana dukungan dari Kemendikbud sebesar 350 juta rupiah untuk penelitian KARLING 4R. Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., M.T., selaku Rektor ITPLN menyampaikan motivasi dan harapannya untuk seluruh dosen di ITPLN untuk dapat mengikuti program ini di waktu mendatang.

“Tentunya ini adalah kesempatan yang sangat baik, terpilihnya perwakilan dari ITPLN membuktikan bahwa ITPLN memiliki kesempatan yang sama dengan perguruan tinggi top lainnya di Indonesia. Dengan ikut serta dalam penelitian Matching Fund ini, sudah merupakan salah satu upaya menerapkan Tri Dharma Perguruan tinggi yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat,” ujar Prof. Iwa.

Pernyataan tersebut didukung oleh Pawenary selaku Ketua Tim Peneliti. Beliau menyampaikan bahwa ITPLN yang baru pertama lulus program matching fund ini, telah membuktikan bahwa ITPLN mampu sejajar dengan universitas negeri lainnya se-Indonesia. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh ITPLN agar ke depannya semakin banyak mengirimkan perwakilan untuk meraih dukungan sumber daya penelitian dari program Matching Fund ini.

“Matching fund ini adalah bukti nyata dukungan pemerintah, mari sama-sama kita manfaatkan untuk kemajuan dunia akademik dan industri. Kita sudah banyak bekerjasama dengan beberapa perusahaan atau industri yang bergerak dalam berbagai proyek. ITPLN dapat bekerjasama dengan beberapa industri tersebut untuk menjadi mitra atau dalam hal ini disebut sebagai Dunia Usaha Dana Dunia Industri (DUDI) untuk mendapatkan Target Matching Fund Tahun 2023 mendatang,” ucap Pawenary.

Adanya program matching fund seperti angin segar bagi tim peneliti di pihak kampus yang masih membutuhkan sumber daya. Selain pengajuan proposal Matching Fund, Platform Kedaireka pun memiliki peran penting, karena dengan adanya Kedaireka, tim peneliti yang belum mendapatkan dukungan sumber daya atau mitra untuk bekerjasama dapat mencari dan bertemu dalam laman ini.  

Seperti yang pernah disampaikan oleh  PLT. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D, bahwa sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia industri dapat memberikan manfaat yang lebih besar mengingat dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan.

“Perguruan tinggi dapat menjadi tempat untuk lahirnya khasanah-khasanah ilmu pengetahuan serta solusi-solusi untuk permasalahan yang ada,” ujarnya.

Setelah proses penandatangan kontrak bukan inovasi yang diajukan sudah selesai, namun ini sebagai langkah awal untuk menyelesaikan usulan yang sudah berjalan sesuai kerangka acuan kegiatan yang disepakati. Tahap pencairan dana yang dibagi menjadi dua tahap, pengajuan dana dengan mengirimkan dokumen demi dokumen, serta laporan progress 50% inovasi yang diusulkan, merupakan bagian dari pelaksanaan pembuatan KARLING 4R.

Kurang dari satu tahun, prototipe KARLING 4R akhirnya selesai sesuai dengan yang sudah direncanakan. Kendaraan listrik roda empat dengan konsep multi propose vehicle yang bisa dikembangkan untuk kendaraan penumpang dan juga angkutan barang. Terwujudnya gagasan inovasi ini menambah daftar koleksi kendaraan listrik yang dimiliki ITPLN. Prof. Iwa Garniwa menyatakan bahwa dengan mengaplikasikan teknologi kendaraan listrik di kampus oleh para mahasiswa melalui berbagai produk kendaraan listrik yang telah hasilkan. Diharapkan agar ITPLN dapat terus berkontribusi terhadap ekosistem electric vehicle untuk menuju transisi energi bersih.

Sebagai syarat luaran yang diajukan oleh Tim Reviewer Matching Fund 2022, prototipe KARLING 4R ini mengikuti Seminar Nasional Kendaraan lListrik di Jakarta. Pameran ini dihadiri oleh Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang berkunjung ke booth ITPLN.

Rangkaian kegiatan matching fund tidak selamanya berjalan lancar, namun dengan adanya dinamika dalam proses pengajuan, pencairan, serta penyelesaian hingga akhirnya berhasil membuat prototipe KARLING 4R merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.  

Sebagai wujud rasa syukur dan guna mengajak dosen lain untuk ikut serta di tahun selanjutnya, diadakanlah workshop program matching fund oleh ITPLN. Bentuk peningkatan 8 Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi, Institut Teknologi PLN menyelenggarakan acara Worskhop pada dua sesi terkait penulisan Jurnal Internasional dan juga Tips n Trik untuk mendapatkan pendanaan matching fund dari Kedaireka Kemendikbudristek. Acara ini terselenggara pada Kamis, 13 Oktober 2022 pada pukul 09.30 – 15.00 WIB.

Zoom Workshop

Acara ini dihadiri oleh Bapak Dipl.-Ing. Iwan Tutuka Pambudi, M.Eng., Ph.D selaku Wakil Rektor I, Narasumber sesi pertama yaitu Bapak Zico Alaia Akbar Junior, S.Si., M.Sc., Ph.D, dan Bapak Riki Ruli A Siregar, S.Kom., M.Kom, MT. Narasumber sesi kedua Bapak Dr. Ir. Pawenary, MT., MPM., IPU. Sementara itu yang hadir sebanyak 50 peserta adalah para Dosen ITPLN dari masing-masing Fakultas baik secara luring maupun daring.

Dalam Workshop ini, Bapak Zico membawakan materi tentang Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Bereputasi Internasional, Bapak Riki membahas Perangkat Lunak Pendukung Penulisan Artikel Ilmiah, dan Bapak Pawenary memberikan Tips n Trik untuk mendapatkan pendanaan matchingfund. Bapak Pawenary salah satu dosen IT PLN yang merupakan penerima matchingfund pada tahun 2022.

Melalui sambutannya, Bapak Iwan Tutuka menyampaikan bahwa publikasi jurnal internasional dari suatu institusi merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan reputasi Perguruan Tinggi, sehingga dapat mendukung terwujudnya Visi dan Misi ITPLN, “Mari sama-sama kita tingkatkan publikasi melalui Jurnal Internasional di mana kegiatan-kegiatan penelitian yang menghasilkan luaran-luaran tersebut dapat bermanfaat bukan hanya untuk Institusi melainkan juga manfaat bagi ilmu pengetahuan untuk lingkungan.” Ujar Bapak Iwan.

Sementara itu, Bapak Pawenary melalui presentasinya memberikan semangat kepada para Dosen, di mana beliau mendorong para Dosen untuk ikut serta dalam program matchingfund yang akan dibuka pada tahun mendatang. “Matchingfund yang akan mendatang merupakan sebuah peluang yang sangat sayang untuk dilewatkan. Dengan mengikuti matchingfund ini dapat membawa banyak manfaat, program kerjasama dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Sehingga luaran yang didapat berkontribusi terhadap dunia akademis maupun dunia industri dimana kampus ITPLN sudah banyak menjalin kerjasama dengan beberapa industri khususnya PLN grup dan swasta lainnya secara umum.” persiapan harus di lakukan mulai saat ini. Kami siap membantu Untuk persiapan proposal tahun depan Pungkas Bapak Pawenary dalam presentasinya.

Semoga dengan adanya workshop ini, para Sivitas Akademika ITPLN menjadi semakin semangat dalam menjalani penelitian untuk peningkatan akreditasi & reputasi ITPLN.

Ikuti tulisan menarik Pawen Ary lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan