x

Ilustrasi stress (Sumber: Pixabay)

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Selasa, 3 Oktober 2023 18:53 WIB

Allah Itu Sebab, Manusia Diberikan Pilihan

Manusia berhak memilih sesuai apa yang menjadi keyakinannya, namun apakah pilihan itu menguntungkan kita untuk selama-lamanya? Atau hanya untuk sementara saja?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seakan saat ini manusia kembali ke zaman keagamaan dahulu saat Pra-Islam, dimana peradaban manusia mulai menganggap bahwa Tuhanlah diciptakan oleh Manusia. Berdasarkan pemikiran mereka, pikiran manusialah yang membentuk eksistensi Tuhan, seperti zaman dahulu sebelum Islam hadir di tanah jazirah arab, orang-orang berlomba-lomba menyembah dewa yang mereka puja dengan selalu memusatkan pikiran mereka pada dewa yang mereka pilih tersebut.

Seakan sugesti dari dewa yang dipuja memberikan kekuatan pada mereka para penyembah tersebut, sampai sang penyembah benar-benar merasakan kekuatan balik dari persembahan mereka, dan mereka mendapatkan ujian hidup guna memantaskan diri bersanding dengan dewa yang mereka puja.

Lantas jika hal tersebut merupakan sebuah keuniversalan antara penyembah dan yang disembah, selama yang disembah itu benar-benar ada eksistensinya di semesta, apa yang kita selalu kita pikirkan semasa hidup (kita sembah) maka kepadanyalah kita akan dikembalikan, seperti dalam Al-Qur'an pun menegaskan:

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"... dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan." (Al-Ankabut ayat 17)

Allah adalah Sang Pencipta. Semesta diciptakan-Nya, dipelihara-Nya, dan dilebur-Nya. Dibalik keberadaan semesta yang nampak penuh ribuan bintang dan galaksi, Allah adalah pencipta semua keindahan semesta, sebab adanya semesta, karena hanya kehendak-Nya semata. Al-Qur'an adalah sebuah kitab yang mampu membuka berbagai rahasia hukum semesta begitu lengkap, salah satunya law of attraction yang jelas esensinya termaktub dalam Al-Qur'an:

"Dan sesungguhnya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS An-Najm 53:39)

Allah pun adalah sebab. Sebab manusia membangun peradaban, maka dibalik itu ada kehendak Allah untuk menggerakan hati dan pikiran mereka. Namun kembali kepada ayat Al-Qur'an sesuai ketetapan-Nya dalam surah Ar-Rad ayat 11, bahwa "Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum kaum itu mengubah keadaannya", artinya semua dikembalikan pada keinginan manusia itu sendiri, karena manusia dikaruniai Allah "Free Will" atau kehendak bebas untuk memilih antara menjadi penyembah Allah yang berfokus mengabdikan diri pada-Nya dan meminta menjadikan diri sebagai hamba-Nya yang beriman dan bertakwa? Atau memilih menjadi seorang tak bertuhan, dan lain sebagainya.

Karena Allah adalah sebab, maka kehadiran-Nya diwakilkan oleh kehadiran para Nabi dan Rasul yang diutus-Nya, disebabkan keinginan manusia yang mendominasi dunia mengharapkan kehadiran sang Nabi tersebut, sebagaimana dijanjikan oleh kitab dan sabda Nabi dan Rasul sebelumnya, untuk mengubah keadaan mereka (baca kembali surah Ar-Rad ayat 11). Namun lagi-lagi manusia kembali memilih antara menjadi pengikut sang Nabi dan Rasul tersebut? Atau malah memeranginya? Karena hanya hati yang tajam diasah oleh kebaikan yang tulus tiada henti yang mampu melihat kebenaran dari orang-orang yang dipilih Allah.

Orang-orang yang tak bertuhan condong memuja orang (manusia) yang sifatnya sangat baik dimatanya (disebabkan pemberian, pertolongan dan bantuannya), sementara orang-orang bertuhan condong menegaskan keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan membuktikan iman mereka melalui cobaan-cobaan hidup yang mereka lalui. Karena itu pilihan sejatinya ada di tangan kita, untuk memilih naik tingkat menjadi orang bertuhan yang kelak dikembalikan kepada Yang Maha Kekal lagi Maha Bijaksana? Atau memilih kebaikan fana dari makhluk, untuk terus bertahan dalam siklus fana semesta? Karena bisa saja kelengahan manusia dieksploitasi oleh sang Antagonis akhir zaman yakni Al-Masih Ad-Dajjal.

Cimahi, 3 Oktober 2023.

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu