x

Salat berjamaah adalah kekuatan pendidikan dalam perguruan yang berbasis Boarding School. Jika Salat berjamaahnya bagus maka itu menjadikan pondasi yang kuat dalam penanaman Ruh Karakter Mulia.

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Sabtu, 14 Oktober 2023 09:48 WIB

Bagaimana Cara Utama Mendapatkan Petunjuk Allah

Tundukan hati kepada Allah di setiap salat agar diberi kekuatan terhindar dari perbuatan dosa. Dan yang paling efektif adalah memunajatkan doa saat salat malam tanpa meninggalkan kewajiban salat wajib lima waktu.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam Al-Qur'an surah Al-Munafiqun ayat 6 tertulis:

"Sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."

Dapat digaris bawahi dengan jelas, bahwa sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk bagi orang-orang fasik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Definisi orang fasik adalah orang yang menyimpang dari ketaatan kepada apa yang Allah perintahkan dan apa yang Allah larang, dengan artian orang-orang yang berlumuran dosa.

Sementara perbuatan dosa sendiri adalah perbuatan yang dibenci Allah dan para malaikat-Nya, namun disukai oleh setan dan iblis. Disebabkan perbuatan dosa menjerumuskan seorang manusia kedalam lembah keputusasaan yang kekal jika tidak disegerakan bertobat bersungguh-sungguh tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut, bagi orang fasik yang masih mengakui keesaan Allah dan kerasulan Muhammad SAW.

Sebagai contoh perbuatan dosa yang membuat seorang terhalang dari petunjuk Allah:

Minum khamar, berzina, mencuri, membunuh, berjudi.

Bagaimana panduan praktis agar kita dapat terhindar dari perbuatan dosa? Yakni memohon dengan tunduk hati kepada Allah disetiap salat kita agar kita diberikan kekuatan terhindar dari perbuatan dosa. Dan yang paling efektif adalah memunajatkan doa saat salat malam (tahajud) namun dengan tetap tidak meninggalkan kewajiban salat wajib lima waktu, seperti yang tertulis pada Al-Isra ayat 79 yang berbunyi:

"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."

Pada ayat diatas ditegaskan, bahwa dengan Salat Tahajud dengan penuh ketawadhuan dan permohonan kepada Allah, dapat mengangkat derajat seorang, salah satunya dari yang sebelumnya bergelimang dosa, menjadi hidup dalam penuh ketaatan kepada Allah.

Secara mekanismenya, bagi kita yang rajin Salat Tahajud seperti diatas, maka Allah perbaiki kualitas pikiran kita melalui tangan-tangan-Nya (yakni para Malaikat Allah) sehingga kata-kata kita, tindakan kita, kebiasaan kita hingga karakter kita, Allah ubah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sungguh Allah Maha Kuasa atas hamba-hamba-Nya yang penuh keikhlasan.

Apabila perbaikan diri kita sudah terealisasi, maka lengkapi ketaatan kita dengan tidak meninggalkan ibadah salat lima waktu, zikir setiap waktu, berpuasa wajib ramadhan dan sunah, serta mengaji Al-Qur'an dengan rutin dan teratur.

Dengan ketaatan pada Allah atas apa yang telah diperintahkan-Nya dan apa yang dilarang-Nya, jika kita bersungguh-sungguh menjauhkan diri dari perbuatan fasik, maka petunjuk Allah dapat dengan mudah kita raih. Semata-mata kita memohon petunjuk Allah agar selalu mendapatkan perlindungan, rahmat dan Rida-Nya. Semoga. Amin Ya Rabbal'alamin.

Sebagaimana dalam Al-Qur'an Surah An-Anam ayat 125 berbunyi:

"Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."

Setelah penjelasan di atas secara mendalam, melalui Surah An-Anam ayat 125, dapat diketahui Allah menghendaki seorang untuk menerima Islam, melalui hidayah (petunjuk) yang diberikan-Nya. Petunjuk Allah tersebut bisa berupa ilham pengetahuan dari sisi-Nya (yakni ilmu laduni, ilmu yang diterangkan dalam surah Al-Kahfi ayat 65) yang berasal dari kreasi pengetahuan bersumber dari Al-Qur'an juga kitab-kitab sebelumnya, dan juga petunjuk agar mendapatkan yang terbaik dari segala aspek kehidupan baik itu kesejahteraan dan keselamatan dunia hingga akhirat.

Cimahi, 14 Oktober 2023.

 

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu