x

Iklan

Retna Setiyarta

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 September 2023

Kamis, 19 Oktober 2023 12:33 WIB

Perisai Kuat untuk Remaja Perkotaan

Sangat penting bagi setiap remaja memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Dengan mengetahui bahwa teman kita sudah terlanjur terjerumus pergaulan yang salah, kita bisa membantu mereka menuju pergaulan yang benar.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sudah tidak asing bukan mendengar pergaulan bebas remaja di kota-kota besar? Biasanya yang terjerumus pergaulan bebas ini adalah remaja. Karena remaja masa di mana pencarian jati diri baru dimulai. Namun remaja yang tinggal di desa tidak banyak yang terjerumus akan pergaulan yang bebas. Banyak warga kota yang berpendapat lebih baik tinggal di desa daripada di kota. Namun warga yang dari desa sendiri justru ingin tinggal di kota. Mengapa demikian? Karena di desa belum berkembangnya pendidikan yang layak. Lantas bagaimana nasib pemuda-pemudi Indonesia di desa yang ingin mendapatkan pendidikan yang layak? Sebagai pelajar Indonesia yang gencar akan pendidikan yang tinggi dan juga layak. Banyak remaja desa yang  merantau ke kota-kota besar. Namun mereka yang dari desa merantau ke kota-kota besar rentan mengalami culture shock. 

Culture shock atau dalam bahasa Indonesia disebut gegar budaya adalah istilah untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang dalam menghadapi kondisi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Fenomena ini tentunya dialami oleh masyarakat perantauan yang bermigrasi dari daerah asal menuju daerah lain dengan tujuan untuk menetap dalam jangka waktu yang lama. Termasuk juga remaja dari desa yang merantau ke kota-kota besar.

Pergaulan dan lingkup di kota-kota besar sudah jauh berbeda dengan desa. Banyak sekali remaja di kota besar menetralkan akan pergaulan yang bebas. Terutama seks bebas. Data survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2007 pernah mencatatkan bahwa dari 4.500 remaja yang disurvei, 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno. Sebanyak 93,7 persen remaja SMP dan SMA pernah berciuman serta berhubungan seks.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bahkan, survei KPAI tersebut menunjukkan bahwa 62,7 persen remaja SMP pada sudah pernah berhubungan seks. Selain itu, sebanyak 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi. Data survei KPAI ini dipublikasi 15 tahun silam. Artinya, angka ini bisa berubah, lebih baik atau bahkan lebih buruk. Tidak hanya itu banyak juga remaja yang sudah memakai narkoba, bermain judi, dan tidak mementingkan pendidikan. Sebagai warga dari desa yang merantau ke kota besar. Maka perlu untuk membuat perisai yang kuat dan juga menghindar dari terjerumus nya akan pergaulan yang bebas. Kita perlu menanamkan hal hal baik dan mempunyai prinsip dalam diri yang tinggi. Sebagaimana contohnya ialah pertahanan diri.

Pertahanan diri atau yang juga dikenal dengan istilah self defense merupakan cara yang digunakan seseorang untuk melindungi diri dari rasa tidak nyaman yang melanda. Maka dari itu pentingnya memilih lingkungan pertemanan. Jika dirasa sudah tidak nyaman dengan lingkungan pertemanan tersebut maka jauhi. Tidak hanya itu, sangat penting juga memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Dengan mengetahui bahwa jika teman kita sudah terlanjur terjerumus pergaulan yang salah kita sebagaimana harus membantu membimbing menuju pergaulan yang benar. Agar tidak semakin banyak remaja Indonesia yang melenceng jauh dari pergaulan yang benar. Dengan cara menasehati nya secara baik baik dan tidak menyinggung salah satu pihak. Maka menjadi pribadi yang berpengaruh baik dalam lingkungan dan juga memiliki prinsip adalah salah suatu kebanggaan diri sendiri dan juga menjadi kebanggaan warga Indonesia yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Tentunya dari permasalahan di atas tentang pergaulan bebas remaja membuat dampak yang sangat berbahaya untuk masa depan. Kita harus berani tampil beda di kalangan pergaulan remaja yang sudah melenceng adanya untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Banyak hal yang bisa dilakukan agar tampil beda menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti menyibukkan diri dengan organisasi, mengikuti lomba-lomba, belajar dengan tekun, menggapai banyak prestasi, mengikuti seminar atau webinar, dan kegiatan positif lainnya. 

 

Ingatlah masa remaja yang berguna akan menuntun kita ke dalam masa depan yang cerah. Untuk itu demi masa depan yang cerah maka jauhi hal-hal buruk yang dapat membuat gagal. Karena masa depan yang cerah tidak memandang bulu siapapun dan dari mana mereka berasal.

Ikuti tulisan menarik Retna Setiyarta lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu