x

Iklan

Frank Jiib

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Sabtu, 11 November 2023 07:37 WIB

Penelusuran Berdarah (14)

Bagi Ricky, ini adalah kesempatan emas untuk menaikkan popularitasnya, karena sangat jarang ada seorang youtuber yang berani melakukan hal-hal gila seperti masuk ke dalam sebuah bangunan rumah tua terbengkalai yang berada di tengah hutan belantara, serta berani mengambil risiko yang sedikit di luar nalar dan berbahaya. Dan malam ini, Ricky akan melakukannya dengan penuh percaya diri seperti biasanya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

20

Setelah berjalan singkat melalui jalan tanah yang ditumbuhi dengan rumput liar serta semak belukar yang berada di samping bangunan rumah tua terbengkalai, barulah Ricky dan Andre akhirnya tiba di halaman depan dari bangunan rumah tua terbengkalai. Sekarang, Ricky dan Andre bisa melihat dengan jelas dalam gelapnya malam bangunan rumah tua berlantai satu yang kondisinya sudah rusak di sana-sini serta warnanya yang sudah pudar bahkan sulit dikenali lagi dikarenakan usíanya yang sudah tua. Dari halaman depan terdapat sebuah tangga kayu yang terdiri dari beberapa anak tangga yang mengarah ke serambi depan dari bangunan rumah tua terbengkalai. Di serambi depan rumah, berdiri sebuah pintu kayu setinggi dua meter yang sepertinya masih berdiri kokoh layaknya sebuah benteng yang memberikan perlindungan. Sedangkan di sebelah kanan dan kiri pintu depan terdapat sepasang jendela kayu yang tertutup rapat. Ketika tengah berdiri sambil memandang bagian depan dari bangunan rumah tua terbengkalai itu, tiba-tiba Ricky merasakan dorongan dalam hatinya untuk mencoba masuk ke dalam bangunan rumah tua terbengkalai itu agar dapat melihat isi yang ada di dalamnya. Bagi Ricky, ini adalah kesempatan emas untuk menaikkan popularitasnya, karena sangat jarang ada seorang youtuber yang berani melakukan hal-hal gila seperti masuk ke dalam sebuah bangunan rumah tua terbengkalai yang berada di tengah hutan belantara, serta berani mengambil risiko yang sedikit di luar nalar dan berbahaya. Dan malam ini, Ricky akan melakukannya dengan penuh percaya diri seperti biasanya.

   “Andre, aku akan mencoba masuk ke dalam bangunan rumah tua terbengkalai itu untuk melihat bagian dalam dari bangunan yang sudah tampak mengerikan serta menyedihkan itu,” ujar Ricky mengutarakan niatnya kepada Andre dengan rasa percaya diri.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

   Mendengar keinginan yang baru saja Ricky sampaikan membuat Andre seakan tidak percaya dengan semua ini. “Apa kamu sudah gila Ricky?” ujar Andre sambil menggelengkan kepalanya. “Sekarang kamu berencana untuk masuk ke dalam bangunan rumah tua terbengkalai itu? Padahal engkau tadi telah berjanji, jika kita hanya ingin melihat bagian depan dari bangunan rumah terbengkalai itu, setelah itu kita segera kembali ke tempat Usman dan Vanesa menunggu.” Andre kembali memberi tahu Ricky tentang kesepakatan yang telah mereka putuskan.

   “Dengar Andre, aku begitu penasaran dengan bangunan rumah tua terbengkalai itu. Coba kau pikir Andre, kenapa bisa ada sebuah bangunan rumah tua terbengkalai di tempat seperti ini, di tengah hutan belantara dan jauh dari perkampungan penduduk?” kata Ricky menyampaikan pendapatnya dengan menggebu-gebu seakan Ricky telah lupa dengan kesepakatan sebelumnya.

   “Tapi kau juga tahu, bangunan rumah tua terbengkalai itu terlihat begitu menyeramkan dan tidak seharusnya kita masuk ke dalam properti yang bukan milik kita. Aku merasa takut sesuatu yang buruk akan menimpa kita,” jawab Andre menyampaikan keengganannya mengenai rencana Ricky yang semakin tidak terduga.

   Mendengar keengganan Andre mengenai rencananya, membuat Ricky sedikit merasa kesal. “Kenapa kamu sekarang jadi ragu-ragu Andre? Kalau aku lihat dari sorot matamu, kamu mulai merasa takut saat ini, betul kan?” tanya Ricky sambil menatap wajah Andre.

   “Kamu benar Ricky. Semakin lama aku berada dan berdiri di sini, semakin membuat aku merasa tidak nyaman dan takut. Aku tidak tahu apa penyebabnya, tetapi tempat ini, dan terutama bangunan rumah tua terbengkalai yang ada di depan kita itu seakan menyimpan sesuatu yang buruk dan gelap. Ini yang aku rasakan dalam diriku,” jawab Andre apa adanya.

   “Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksa kamu untuk ikut masuk bersamaku ke dalam bangunan rumah tua terbengkalai itu,” ucap Ricky sambil memandang bangunan rumah tua terbengkalai yang begitu menarik perhatiannya, “kamu boleh tunggu di luar sini Andre. Akan tetapi, aku akan tetap masuk untuk dapat melihat bagian dalam dari bangunan rumah tua terbengkalai itu.”

   Setelah Ricky berkata seperti itu kepada Andre, terjadi keheningan di antara mereka berdua. Andre seolah tenggelam dengan pikirannya sendiri sambil mencerna kata-kata yang baru saja Ricky sampaikan. Malam semakin larut dan halaman depan dari rumah tua terbengkalai itu semakin lama terasa semakin mencekam. Andre merasakan bulu kuduknya mulai meremang dan jantungnya juga mulai berdegup lebih kencang karena ketegangan. Saat ini Andre harus segera memutuskan, apakah ia akan tetap tinggal di luar sini seorang diri atau ikut masuk ke dalam bangunan rumah tua terbengkalai itu bersama Ricky? Sekarang Andre sedang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama buruk dan Andre harus memilih salah satunya. Setelah menimbang-nimbang dengan matang, akhirnya Andre memutuskan biarpun dengan rasa enggan untuk ikut masuk ke dalam bangunan rumah tua terbengkalai itu bersama Ricky.

   “Aku akan ikut masuk bersamamu ke dalam bangunan rumah tua terbengkalai itu,” ujar Andre dengan suara pelan. “Daripada aku berdiri seorang diri di luar sini menunggumu. Dan engkau juga tahu tempat ini semakin lama semakin membuatku takut.

   “Aku berjanji kepadamu. Kita tidak akan lama berada di dalam bangunan rumah tua terbengkalai itu. Setelah itu kita langsung kembali ke tempat Usman dan Vansesa menunggu,” jawab Ricky menenangkan serta menyakinkan sahabatnya dengan senyum kemenangan.

&&&

Ikuti tulisan menarik Frank Jiib lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu