x

ilustr: distractify

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Rabu, 29 November 2023 12:59 WIB

Cara Menghindari Perdebatan dari Orang yang Tidak Mau Mendengarkan Penjelasan Kita

Orang-orang keras kepala biasanya selalu ingin membuat lawan bicaranya mengikuti jalan pikirannya dan apa-apa yang ia kehendaki. Untuk menghadapi orang seperti itu, tidak perlu serius menanggapinya, dan berikut penjelasan trik sederhananya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Selama bermedia sosial bahkan dalam bermasyarakat kita tentu menyaksikan orang-orang keras kepala yang ingin membuat lawan bicaranya mengikuti pemikiran dan kehendaknya. Untuk menghadapi orang-orang seperti ini, kita sejatinya tidak perlu menjelaskan kepada mereka perihal apa yang kita anggap benar dan faktanya yang sebenarnya.

Apabila kita menjelaskan kepada mereka perihal apa yang kita tahu sebenar-benarnya, mereka akan terus menyerang kita dengan pendapatnya, dan semakin keras kepala lah mereka melakukan pembenaran atas apa yang mereka pikirkan, ucapkan dan dituliskannya. Sangat beresiko jika kita malah terbawa arus dengan bersikukuh menjelaskan apa yang kita tahu sebenarnya, karena hanya akan mengarah pada konflik yang tidak diperlukan.

Sebagai informasi ... biasanya orang yang keras kepala terpengaruh ucapan atau tulisan yang ia dapatkan dari orang-orang yang amat ia percaya atau sumber bacaan yang ia percaya karena sesuai dengan apa yang ia yakini. Dan karena hal itu yang menyebabkan pembenaran terjadi disebabkan logikanya tidak berjalan, tanpa ingin mengetahui fakta yang sebenar-benarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lantas solusinya bagaimana? Apabila kita punya bukti kuat untuk membuat ia diam seribu kata dan malu atas pendapatnya, maka tunjukanlah bukti kuat tersebut. Namun jika kita belum menemukan bukti kuat tersebut, lebih baik tidak usah dilayani, atau jika saat komunikasi lisan dengarkan saja sebagai sikap menghormati lawan bicara kita. Biar ia bersikukuh dengan pendapatnya, sampai tiba waktunya ia melihat kebenarannya.

Orang-orang keras kepala yang menekankan pendapatnya kepada orang lain dan hal itu dijadikan pembenaran bagi mereka. Kita tidak perlu menghadapi mereka yang sudah dibutakan oleh pembenarannya secara serius karena hanya akan memicu pertengkaran, perdebatan dan permusuhan. Rileks dan santai menanggapi mereka, biar waktu dan bukti nyata yang membuat mereka diam seribu bahasa, tertunduk malu mengakui kebenaran yang telah kita nyatakan.

Cimahi, 29 November 2023.

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu