x

Iklan

Anisa Fadhilla

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Januari 2024

Selasa, 9 Januari 2024 13:13 WIB

Pentingnya Kehidupan Sosial bagi Lansia

Isolasi sosial pada Lansia merupakan bayangan pilu yang sering kali terabaikan. Data dari riset dan pengamatan mengungkapkan bagaimana kesepian mampu memicu deretan masalah kesehatan yang mengerikan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kehidupan sosial yang sehat sangat penting di setiap tahap kehidupan, namun pentingnya bersosialisasi bagi para lansia merupakan sesuatu yang sering diabaikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa terdapat 9,93 persen penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia, dan dari jumlah itu, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2021 yang dilakukan oleh BPS menyebutkan bahwa 9,99 persen lansia di Indonesia hidup sendirian. Angka ini, tentu saja, terus menaik seiring waktu berjalan.

Individu lansia yang menjalani kehidupan sosial yang memuaskan cenderung berada dalam kondisi yang lebih baik. Mereka memiliki kemungkinan yang lebih rendah mengalami kesulitan fisik, kognitif, dan emosional. Sebaliknya, para lansia yang mengalami isolasi sosial mungkin menghadapi berbagai permasalahan ini.

Penelitian yang dipublikasikan pada 20 Februari 2019, di The Journals of Gerontology, Seri B: Psychological Sciences and Social Sciences, mengidentifikasi bahwa individu lanjut usia yang terlibat dalam interaksi sosial di luar lingkaran sosial mereka, seperti hubungan dengan individu di luar keluarga dan teman terdekat, cenderung memiliki tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi, suasana hati yang lebih positif, dan pengalaman perasaan negatif yang lebih sedikit.
 
Tampaknya, sosialisasi memberikan dorongan besar bagi kesehatan mental para lansia. Interaksi sosial positif secara konsisten membantu menjaga kecerdasan para lansia, menjaga ketajaman pikiran, dan terlibat secara intelektual. Apalagi ketika interaksi sosial ini melibatkan kegiatan seperti kelas olahraga, manfaat dari keduanya meningkat secara signifikan.
 
Bagaimana Isolasi Sosial Mempengaruhi Lansia?
Pengaruh isolasi sosial terhadap lansia adalah topik yang penting dalam diskusi mengenai kesehatan masyarakat. Penelitian dan observasi pada Connect+Health, sebuah sesi interaktif dalam seri Connect+Conversation yang diadakan oleh Foundation for Social Connection (F4SC) dan Social Health Labs, mengungkap bahwa kurva isolasi sosial umumnya mengikuti pola seperti huruf U sepanjang rentang usia, dengan tingkat kesepian yang tinggi selama dewasa muda dan di tahap akhir kehidupan.
 
Bukti menunjukkan bahwa isolasi sosial dan kesepian memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesehatan lansia. Hal ini meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, melemahnya sistem kekebalan tubuh, kecemasan, depresi, penurunan kognitif, penyakit Alzheimer, dan bahkan kematian. Peneliti terkemuka Julianne Holt-Lundstad menemukan bahwa kesepian dapat meningkatkan risiko kematian hingga 50%—lebih tinggi dibandingkan dengan efek polusi udara, obesitas, dan penggunaan alkohol yang berlebihan.
 
Bagaimana cara membantu?
Peran orang-orang terdekat sangat penting dalam membangun koneksi sosial dan mengurangi dampak kesepian kepada lansia. Sebagai individu yang memiliki anggota keluarga atau orang terdekat yang merupakan seorang lansia, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut untuk membantu mengatasi dampak isolasi sosial dan kesepian yang mungkin mereka alami:
1. Memanfaatkan Teknologi
Bantu anggota keluarga Anda yang lebih tua untuk mengintegrasikan teknologi dalam interaksi sosial mereka. Berikan dukungan dalam penggunaan perangkat teknologi yang dirancang khusus untuk mereka, sehingga dapat menjadi suplemen yang memperkuat hubungan sosial secara langsung.
2. Mendorong Persahabatan Lintas Generasi
Dorong dan dukung anggota keluarga Anda untuk memperluas jaringan persahabatan lintas generasi. Persahabatan seperti ini memiliki manfaat unik dalam memperluas perspektif, memberikan inspirasi, serta memberikan dukungan emosional.
3. Memperhatikan Kesehatan Fisik dan Mental
Bantu mereka untuk menjaga kesehatan fisik dengan mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, pemeriksaan gigi, dan vaksinasi. Serta, berikan dukungan dan ajak mereka untuk terlibat dalam kegiatan yang meningkatkan kesehatan mental, seperti berbicara dengan keluarga dan teman secara rutin.
4. Dukungan dalam Keterlibatan Komunitas
Bantu mereka untuk terlibat aktif dalam komunitas, baik dengan menjadi relawan, mengeksplorasi hobi baru, atau bergabung dengan komunitas yang mendukung lansia. Keterlibatan dalam komunitas dapat membantu memperkuat koneksi sosial dan meningkatkan ketahanan pada usia lanjut.
5. Penggunaan Sumber Daya yang Tersedia
Manfaatkan sumber daya yang ada, seperti organisasi dan program yang fokus pada koneksi sosial dan kesehatan lansia. Dukungan dari sumber daya tersebut dapat membantu dalam memberikan panduan dan dukungan tambahan.
 
Dengan mendukung seorang lansia dalam hal-hal ini, Anda dapat membantu mereka mengurangi dampak negatif yang terkait dengan isolasi sosial dan kesepian, serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ikuti tulisan menarik Anisa Fadhilla lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu