x

Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo tampil dalam debat capres pertama di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Desember 2023. YouTube/KPU

Iklan

MUUFI

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Oktober 2022

Senin, 12 Februari 2024 12:26 WIB

Merenungkan Pilihan Presiden

Memilih pemimpin mesti melihat cakrawala dalam program dan pribadi mereka secara lebih luas, menelaah orang-orang yang mengelilingi calon presiden dan wakil presiden yang akan kita pililih.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Lama rasanya tidak lagi menuangkan ide melalui tulisan, cukup sulit mengumpulkan niat untuk kembali bernarasi di depan papan keyboard hitam yang seolah terus memanggil dari kejauhan. Tapi akhirnya muncul juga sedikit ide untuk memberikan renunggan, terutama terhadap diri sendiri yang sebentar lagi akan melaksanakan Pemilihan Umum (PEMILU) 

14 Februari mendatang (2024) seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih akan melaksanakan proses demokrasi 5 tahunan. Memilih presiden dan wakil presiden ialah bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara, dan menjadi bagian saling membahagiakan antar masyarakat. Jikalau masyarakat memiilh pemimpin yang amanah, taat hukum  dan mampu memberikan keadilan terhadap rakyatnya maka bahagia untuk seluruh masyarakat, dan jikalau salah pula  dalam memilih maka kesengsaraanlah untuk kita semuannya.

Memilih pemimpin mesti melihat cakrawala dalam program dan pribadi mereka secara lebih luas, menelaah orang-orang yang mengelilingi calon presiden dan wakil presiden yang akan kita pililh. Semua itu akan menjadi saling terikat satu dengan yang lain. Memang tidak ada calon presiden yang sempurna tetapi kita dapat melihat indikator presiden yang mendekati  kecukupan itu. Kemampuan memberikan argumen, ide kemudian gagasan dan memiliki kerangka fikir itu sangat diperlukan untuk pemimpin Indonesia dimuka dunia. Kemampuan dalam bekerja dan melaksanakan kebijakan yang baik untuk masyarakat juga sangat penting. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Masyarakat mesti sadar bahwa, pemerintahan saat ini telah banyak melakukan tindakan yang mencederai etika bangsa, mengukung masyarakat dalam kemiskinan. Mari lihat lebih dalam dan jauh tentang masyarakat kita, bagaimana ekonomi mereka, hanya hidup mencari sesuap nasi, harga pangan yang  mahal dengan pendapatan yang paspasan. Lihat pendidikan anak-anak bangsa ini, apakah layak ketika anggota DPR dengan gaji ratusan juta dengan hasil suara rakyat tapi tidak memberikan perubahan apapun bagi bangsa ini, yang mereka hanya menjilat rakyat ketika datang waktu pemilu. Hati-hati dengan politik uang, Suara kita lebih berharga dari selembar uang kertas. Dukungan kita lebihbermakna dari sehelai baju partai.

Dua hari ini menjadi waktu yang masih cukup untuk masyarakat kembali merenungkan pilihan pemimpin-nya, jangan terbawa oleh keseruan dan keriuhan kampanye satu paslon saja lalu tidak  menganalisa ulang calon pemimpin bangsa yang akan kita pilih. Perumpamaan bagi orang yang salah memiliih sama artinya dengan mengorbankan diri masuk dalam ranjau dan melukai dirinya sendiri.

Presiden adalah representasi bangsa Indonesia dimuka dunia.

Semoga Allah menjauhkan dan menyelamatkan kita dari memilih pemimpin yang  merugikan masyarakat Indonesia. Semoga bangsa Indonesia ditempatkan pemimpin yang mampu memberikan kebahagiaan, memberikan keadilan bagi rakyat,bangsa dan negara.

Ikuti tulisan menarik MUUFI lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu