x

Iklan

Michelle

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Februari 2024

Selasa, 27 Februari 2024 12:33 WIB

Dinamika Hubungan Media Arus Utama dan Media Sosial di Indonesia: Perkembangan Pesat dan Tantangan Berita Palsu

Artikel ini merupakan tugas mata kuliah Komunikasi Digital dari program studi Produksi Media. Dengan dosen pengampu Rachma Tri Widuri, S.Sos., M.Si

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Media sosial di Indonesia mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan ekosistem informasi yang dinamis dan kompleks. Menurut laporan We Are Social pada Januari 2023, terdapat total 167 juta pengguna aktif media sosial di Indonesia, setara dengan 60,4% dari populasi dalam negeri. Platform seperti YouTube, Facebook, dan Instagram menjadi pilihan utama, dengan YouTube mendominasi dengan 139 juta pengguna.

Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada LinkedIn, yang mengalami peningkatan sebanyak 3 juta pengguna atau 15% dari tahun sebelumnya. Meskipun YouTube menduduki peringkat tertinggi, posisi Instagram sebagai aplikasi media sosial dengan pengguna terbanyak keempat di dunia per Oktober 2023 memberikan gambaran mengenai keberagaman preferensi pengguna di Indonesia.

Dalam konteks ini, peran media sosial tidak hanya terbatas pada aspek hiburan atau koneksi sosial, tetapi juga menjadi kanal penting untuk mendapatkan informasi. Interaksi dengan teman dan keluarga (60,6% pengguna internet), penggunaan waktu luang (58,2%), dan pencarian informasi (51,2%) adalah kegiatan utama yang dilakukan pengguna melalui media sosial.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Keterkaitan yang erat antara media sosial dan media arus utama di Indonesia mencerminkan peran penting keduanya dalam membentuk lanskap informasi. Media arus utama di Indonesia telah mengadopsi media sosial sebagai alat yang efektif untuk mencapai dan berinteraksi dengan audiens mereka. Banyak media arus utama memiliki keberadaan yang kuat di berbagai platform media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Pemanfaatan media sosial oleh media arus utama tidak hanya berfungsi sebagai saluran distribusi, tetapi juga sebagai mekanisme untuk meningkatkan interaksi dan keterlibatan dengan audiens. Akun resmi media arus utama di platform-platform ini menjadi wadah di mana informasi disajikan secara lebih langsung, memungkinkan audiens untuk memberikan tanggapan, mengajukan pertanyaan, atau bahkan berpartisipasi dalam diskusi online.

Keberadaan media sosial juga memungkinkan media arus utama untuk memberikan konten tambahan, seperti video singkat, wawancara, dan liputan langsung. Hal ini menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan interaktif bagi pengguna, memperkaya cara informasi disampaikan.

Namun, seiring dengan peran positifnya, penggunaan media sosial sebagai sumber berita dan informasi juga membawa risiko tertentu. Kecepatan dan sifat viral dari konten di media sosial dapat menyebabkan penyebaran berita palsu atau hoaks yang signifikan. Berita palsu yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah menyebar, mempengaruhi persepsi publik, dan bahkan memicu tindakan yang tidak diinginkan.

Fenomena ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan literasi digital di kalangan masyarakat Indonesia. Masyarakat perlu diberdayakan untuk dapat mengidentifikasi informasi yang tidak valid, memeriksa kebenaran sebelum membagikannya, dan memahami dampak dari penyebaran berita palsu.

Tantangan utama dalam menghadapi penyebaran berita palsu adalah bagaimana menyediakan strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Edukasi publik yang lebih baik mengenai cara memeriksa keaslian sumber informasi, cross-checking dengan sumber terpercaya, dan memahami mekanisme penyebaran berita di media sosial dapat menjadi langkah penting.

Pendidikan literasi digital harus melibatkan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan platform media sosial. Program-program edukasi yang proaktif dan terarah dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab dalam mengelola dan mengonsumsi informasi di dunia maya.

Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa media sosial telah menjadi kekuatan besar dalam menyebarkan informasi di Indonesia. Dengan peran krusialnya dalam kehidupan sehari-hari, media sosial bukan hanya wadah interaksi sosial, tetapi juga menjadi sumber utama berita. Keterkaitan erat antara media sosial dan media arus utama menciptakan dinamika yang membutuhkan pendekatan holistik, yang melibatkan pemangku kepentingan utama untuk mengatasi risiko berita palsu dan memperkuat literasi digital di tengah masyarakat yang semakin terkoneksi.

Ikuti tulisan menarik Michelle lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler