Analisis Kejahatan Siber Peretasan Akun YouTube DPR-RI

Selasa, 11 Juni 2024 05:58 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Malware dan Hack Tool: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menemukan bukti bahwa peretas menggunakan malware dan hack tool untuk mengakses akun Youtube DPR RI. Hal ini menunjukkan bahwa peretas memiliki keahlian teknis dalam melakukan serangan siber.


Pada tanggal 6 September 2023, kanal YouTube DPR RI diretas oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab. Peretasan tersebut menyebabkan kanal tersebut menayangkan siaran langsung judi online selama beberapa jam. Peretas juga mengubah profil akun Youtube DPR-RI dengan gambar bertuliskan "SLOT BARIS" yang identik dengan judi online. Akibat peretasan tersebut, kanal YouTube DPR RI kehilangan lebih dari 2 juta subscriber. Kanal tersebut juga dinonaktifkan sementara oleh Google untuk memulihkannya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

DPR-RI langsung bekerja sama dengan Google untuk mengamankan akunnya. BSSN dan Bareskrim Polri juga turun tangan untuk menyelidiki kasus ini dan menemukan pelakunya. Hasil pelacakan menunjukkan bahwa alamat IP peretas berasal dari Amerika Serikat. Dari serangan peretasan channel  YouTube DPR RI ini, kita jadi tahu bahwa bahwa serangan siber tidak hanya merugikan korban secara materiil namun juga secara reputasi akan turun di mata audience kita.

Analisis Penyebab Munculnya Kasus Tersebut

Faktor Utama

·       Malware dan Hack Tool: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menemukan bukti bahwa peretas menggunakan malware dan hack tool untuk mengakses akun Youtube DPR RI. Hal ini menunjukkan bahwa peretas memiliki keahlian teknis dalam melakukan serangan siber.

·       Phishing: BSSN menduga bahwa peretas menggunakan teknik phishing untuk mendapatkan informasi login akun Youtube DPR RI. Teknik ini biasanya dilakukan dengan mengirimkan email atau pesan palsu yang seolah-olah berasal dari sumber terpercaya, seperti staf DPR RI atau Google.

 

Faktor Pendukung

·       Kemungkinan akun Youtube DPR RI memiliki kelemahan keamanan, seperti password yang lemah atau kurangnya autentikasi dua faktor. Hal ini membuat akun lebih mudah diretas.

·       Staf DPR RI mungkin kurang memiliki kesadaran tentang keamanan siber, sehingga mereka tidak mengetahui cara melindungi akun dengan baik.

·       DPR RI mungkin memiliki prosedur keamanan yang lemah untuk akun media sosialnya. Hal ini membuat peretas lebih mudah untuk mengeksploitasi celah keamanan dan melancarkan aksinya.

 

Dampak Kasus

·       Peretasan ini mencoreng nama baik DPR RI dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

·       Konten judi online yang ditayangkan peretas dapat menyesatkan masyarakat dan mendorong mereka untuk terlibat dalam perjudian.

·       Peristiwa ini memicu spekulasi tentang keamanan siber lembaga pemerintahan di Indonesia.

 

Solusi Penanganan

·       Pemulihan akun: Tim DPR-RI bekerja sama dengan Google untuk memulihkan akun Youtube dan mengamankannya.

·       Penyelidikan: BSSN dan Bareskrim Polri menyelidiki kasus ini untuk menemukan pelakunya.

·       Peningkatan keamanan siber: DPR-RI perlu meningkatkan keamanan sibernya untuk mencegah terjadinya peretasan di masa depan.

 

Peretasan akun Youtube DPR RI merupakan sebuah pelanggaran keamanan siber yang serius dengan dampak yang signifikan. Penting bagi DPR RI dan lembaga pemerintahan lainnya untuk meningkatkan keamanan siber mereka dengan menerapkan langkah-langkah yang tepat, seperti:

·       Menggunakan password yang kuat dan unik untuk setiap akun.

·       Mengaktifkan autentikasi dua faktor.

·       Memberikan edukasi dan pelatihan tentang keamanan siber kepada staf.

·       Menerapkan prosedur keamanan yang ketat untuk akun media sosial.

·       Bekerja sama dengan ahli keamanan siber untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi kerentanan.

*) Artikel ini adalah tugas dari mata kuliah Komunikasi Digital yang diampu Rachma Tri Widuri, S.Sos.,M.Si. Penulis adalah mahasiswa semester 4 pada Prodi Produksi Media, Politeknik Tempo.

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Michelle

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua