x

Iklan

Elin Sri Handayani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Februari 2024

Selasa, 27 Februari 2024 12:33 WIB

Inilah Hubungan Media Sosial dan Media Arus Utama

Artikel ini merupakan tugas mata kuliah Komunikasi Digital dari Program Studi Produksi Media, dengan dosen pengampu Rachma Tri Widuri, S.Sos., M.Si.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Menjamurnya teknologi mempermudah dalam menjangkau informasi. Tidak lagi harus membeli koran untuk membaca berita, tidak lagi harus mempunyai televisi untuk melihat siaran berita, tidak lagi harus mendengarkan radio untuk mendapatkan informasi. Media arus utama tersebut kini berdampingan dengan media sosial yang memiliki nilai lebih dalam mengakses informasi. 

Sebelum itu perlu dipahami pengertian dari keduanya. Media sosial merujuk pada suatu platform digital yang menyediakan fasilitas untuk melakukan aktivitas sosial bagi setiap penggunanya. Sedangkan media arus utama secara kolektif merujuk kepada sejumlah besar media massa.

Berdasarkan data oleh We Are Social pada tahun 2024, alasan utama orang di Indonesia menggunakan media sosial yaitu:

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

  • Sebanyak 58,9% menggunakan internet untuk mengisi waktu luang.
  • Sebanyak 57,1% menggunakan internet untuk berhubungan dengan teman dan keluarga.
  • Sebanyak 48,8% menggunakan internet untuk mengetahui apa yang dibicarakan oleh orang lain.
  • Sebanyak 47,9% menggunakan internet untuk mencari inspirasi tentang apa yang akan dilakukan atau produk.

 

Tentunya media sosial juga digunakan untuk mengakses berita. Seperti dalam laporan Kemenkominfo dan KIC media sosial menjadi sumber informasi terbesar bagi 72,6% responden pada 2022. Sedangkan televisi dan situs berita online menjadi sumber informasi pilihan kedua dan ketiga dengan proporsi masing-masing 60% dan 27,5% pada 2022.

Adapun platform media sosial yang banyak digunakan di Indonesia tahun 2024 yaitu:

  • Pengguna Whatsapp 90,9% dari jumlah populasi.
  • Pengguna Instagram 85,3% dari jumlah populasi.
  • Pengguna Facebook 81,6% dari jumlah populasi.
  • Pengguna Tik Tok 73,5% dari jumlah populasi.

Lantas apa hubungan media sosial dan media arus utama? Berikut penjelasannya. 

Media sosial memiliki kecepatan, hiburan, khalayak atau publik lebih atraktif, dan komunikatif. Selain itu, media sosial dapat mengangkat derajat kemanusiaan. Derajat kemanusiaan yang dimaksud adalah aspek kesetaraan yang diberikan media sosial, sehingga di sana hampir tidak ada bedanya antara produsen dengan konsumen. Sedangkan dalam media arus utama produsen adalah sebuah perusahaan dan publik menjadi konsumennya.

Seperti contoh ketika Indonesia dilanda Covid-19. Saat awal muncul Covid-19 langsung banyak yang memposting, membagikan, dan komentar tentang COVID-19. Padahal ketika itu para para ahli medis masih meraba-raba, para dokter dan akademisi masih menahan diri, juga termasuk para ekonom masih mengkalkulasi dampak COVID-19. Di media sosial kita akan menyaksikan opini netizen yang begitu berjubel di ruang maya, hingga akhirnya kita tidak bisa membedakan mana yang benar dan tidak.

Sampai akhirnya, kita akan melirik media arus utama yang konten-kontennya telah terlebih dahulu melewati beberapa tangan yang ahli di bidang informasi yaitu jurnalis. Mereka inilah yang telah dan selalu memastikan bahwa setiap kontennya benar dan faktual.

Setiap konten di media arus utama, baik itu televisi, media cetak, radio, maupun media massa daring, telah dipastikan bahwa informasi atau berita dapat dipertanggungjawabkan. Konten yang disajikan kepada publik merupakan kerja kolektif, sehingga mencerminkan kebijakan dari perusahaan media massa. 

Jika dilihat dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan, sebenarnya kedua media ini yaitu media sosial dan media arus utama memiliki banyak irisan. Media sosial dikendalikan oleh setiap orang, apapun profesinya, apapun status sosialnya. Hampir bisa dipastikan tidak ada orang yang tidak memiliki akun media sosial, minimal satu. Sedangkan media arus utama dimiliki oleh perusahaan media massa dan terikat etika atau aturan dalam mengumpulkan, membuat, dan menyebarkan kontennya.

Ikuti tulisan menarik Elin Sri Handayani lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler