x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 7 Maret 2024 08:45 WIB

Muhasabah Buku, Duduklah Bersama Membahas Buku dan Bukan Membicarakan Orang Lain

Muhasabah buku, duduklah bersama membahas buku dan adab. Bukan duduk bareng membicarakan orang lain. Karena tidak lebih baik dari mereka

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Terkadang, membaca buku tidak harus untuk menambah pengetahuan. Tapi buku bisa menjadi alat untuk memperbaiki diri. Sadar atas kesalahan, paham atas kekeliruan yang pernah terjadi. Membaca buku tidak harus mendapat wawasan baru. Tapi justru untuk merenungkan pentingnya introspeksi diri. Dan membaca buku pun tidak hanya menemukan sesuatu yang baru. Tapi lebih dari itu, kita jadi mengerti kekhilafan yang dimiliki diri sendiri tanpa perlu menuding orang lain.

 

Buku selalu berpesan. Jangan pernah merasa dijatuhkan tanpa tahu artinya bangkit. Jangan menganggap diri paling tahu tanpa paham ketidaksempurnaan. Jangan pula gampang menghakimi orang lain tanpa tahu keburukan diri sendiri. Buku yang jadi sebab introspeksi diri. Bacaan yang mengajak mengerti kekurangan diri. Muhasabah buku.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Buku menyuruh kita untuk bercermin. Bukan untuk tampil baik dan dipuji. Tapi untuk untuk melihat kesalahan dan kekurangan diri. Agar mau memperbaiki diri. Tanpa menuntut kesempurnaan orang lain. Hingga lupa kita hanya ciptaan-Nya.

 

Buku mengajak kita muntuk menunduk. Bukan untuk pura-pura patuh dan meras apaling baik. Tapi untuk menghancurkan keegoisan yang merusak diri. Untuk merasakan sakitnya terlalu bangga pada diri. Agar segera diobati dan kian menjauh dari keangkuhan diri sebagai makhluk Ilahi.

 

Muhasabah buku. Bahwa dunia ini sementara, bahwa dunia ini pasang-surut. Kemarin kita senang, hari ini sedih. Kemarin merasa bahagia, hari ini terselip luka. Kemarin dipuji, hari ini dicaci. Kemarin dikatakan baik, hari ini disebut buruk. Bahkan hari ini bisa jadi disanjung-sanjung tapi esok dipandang sebelah mata. Tidak apa-apa, segalanya pasti bisa terjadi di dunia. Tapi semua yang terjadi, sama sekali tidak ada yang kebetulan. Tapi karena kita tidak memahami kesengajaan Allah.

 

Hari ini kita didekati, esok dijauhi. Hari ini kita dicintai, esok dibenci. Hari ini kita dicari, esok kebiri. Sekali lagi, tidak apa-apa. Itulah cara Allah membuat kita makin mengerti, Makin sadar akan kekurangan diri. Maka hisablah diri sendiri, jangan menghisab orang lain. Tidak usah berjuang untuk sempurna. Tapi kerjakan yang baik dan bermanfaat sehari-hari. Biarkan komentar, ejekan, dan gosipan orang lain. Jadikan semuanya pelajaran untuk introspeksi diri. Muhassabah buku.

 

Seperti anak-anak Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Membaca buku tidak harus jadi pintar tapi untuk mengisi waktu senggang. Membaca buku bukan untuk dibilang jadi kutu buku. Tapi untuk membangun pergaulan yang positif. Buku-buku yang mengajarkan untuk hati-hati memilih majelis duduk. Buku yang mengingatkan untuk hati-hati dalam berucap dan bersikap. Agar tetap sibuk dalam kebaikan.

 

Muhasabah buku. Hanya mengingatkan betapa pentingnya memperbaiki lingkungan dan pergaulan kita. Untuk duduk bersama orang-orang yang membahas ilmu dan adab. Bukan duduk bersama orang-orang yang hanya membicarakan orang lain. Apalagi hanya banyak omong tapi aksinya kosong. Salam literasi #BacaBukanMaen #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler