x

Iklan

Antonius Satria Hadi
Bergabung Sejak: 17 Maret 2024

Sabtu, 23 Maret 2024 17:13 WIB

Membangun Kepemimpinan Berkualitas dan Berintegritas

Prof. Edy menyoroti masalah kepemimpinan yang terjadi di Indonesia. Banyak pemimpin yang didorong oleh faktor keturunan atau uang, sehingga gaya kepemimpinannya lebih mirip seorang "bos" otoriter daripada seorang pemimpin yang mampu menginspirasi dan memimpin dengan integritas.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Diskusi terbatas yang mengangkat topik penting yakni Leadership: Dari Berbagai Sudut Pandang diadakan di Alra Corner Yogyakarta pada Jumat (22/03/2024) petang. Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., yang menjabat Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), menjadi narasumber utama dalam acara tersebut, memaparkan wawasan mendalam tentang berbagai sudut pandang terkait kepemimpinan. Beberapa peserta aktif dalam diskusi tersebut antara lain dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, dan sejumlah akademisi.

Prof. Edy yang juga mantan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengambil titik tolak dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang menegaskan pentingnya peran seorang pemimpin dalam Islam. Hadist yang diriwayatkan tersebut mengatakan, “Jika kalian berpergian bertiga, angkatlah salah seorang sebagai pemimpin”. Dengan demikian, konsep kepemimpinan dipandang sebagai sifat atau karakter yang mampu mempengaruhi orang lain untuk mengikuti perintah atau melaksanakan tugas yang diberikan. Namun, meskipun banyak pemimpin yang memiliki kapasitas, seringkali mereka kurang memiliki karakteristik penting seorang pemimpin seperti integritas, komitmen, dan kompetensi, yang mengakibatkan hasil kepemimpinan yang kurang memuaskan.

Selain itu dalam diskusi terbatas ini, Prof. Edy juga menyoroti masalah kepemimpinan yang terjadi di Indonesia. Banyak pemimpin yang didorong oleh faktor keturunan atau uang, sehingga gaya kepemimpinannya lebih mirip seorang "bos" yang otoriter daripada menjadi seorang pemimpin yang mampu menginspirasi dan memimpin dengan integritas. “Kita ini terlalu banyak bos tetapi kurang penimpin, atau bahasa lainnya we have too many bosses but too few leaders”, ujar mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menyikapi hal ini, Prof. Edy menekankan pentingnya bagi bangsa ini untuk mencari pemimpin yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan Pemilu 2024, harapannya adalah hasil pemilihan dapat menghasilkan pemimpin yang lebih mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Prof. Edy juga menyoroti peran penting perguruan tinggi dalam membentuk calon-calon pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang kepentingan rakyat dan bangsa. “Kampus harus aktif terlibat dalam menanggapi persoalan-persoalan aktual yang dihadapi oleh masyarakat, sebagai upaya membangun pemimpin yang berkualitas dan berintegritas”, ucap mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia ini.

Ikuti tulisan menarik lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan