x

Panorama nan elok

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Selasa, 9 April 2024 06:02 WIB

Aspal Buton, Sekeping Kecil Surga di Pulau Buton

Sangat disayangkan sekali Jokowi tidak mampu melihat sekeping kecil surga di Pulau Buton, ketika beliau berkunjung pada 2022.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kalau kita mendengar kata “Surga”, yang terbayang oleh kita adalah suatu tempat yang tidak pernah akan ada kesedihan, penderitaan, dan kemiskinan. Di Surga penuh dengan segala sukacita, kebahagiaan, dan kenikmatan yang tidak pernah kita bayangkan sama sekali sebelumnya, ketika kita hidup dunia. Itulah janji Allah SWT kepada orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Dan janji Allah SWT itu pasti akan ditepati.

Ternyata di dunia ini, ada sekeping kecil Surga yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada rakyat Indonesia. Sekeping kecil Surga itu bernama aspal alam yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Banyak rakyat Indonesia tidak percaya bahwa ada sekeping kecil Surga di Pulau Buton. Sejak untuk pertama kali Indonesia merdeka di tahun 1945, sampai dengan berakhirnya pemerintahan dua periode pak Jokowi pada akhir bulan Oktober 2024, semua presiden RI juga tidak percaya. Mengapa? Apakah mereka semuanya bukan orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT?

Mungkin kita perlu melakukan refleksi diri. Apakah kita sudah benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Untuk membuktikan apakah benar aspal Buton itu merupakan sekeping kecil Surga, maka kita harus mau membuktikannya dengan memanfaatkan dan mengolahnya untuk tujuan kemakmuran dan kesehjateraan rakyat Indonesia. Selama pemerintah lebih mengutamakan impor aspal daripada mau memanfaatkan dan mengolah aspal Buton, maka misteri aspal Buton adalah sekeping kecil Surga di Pulau Buton tidak akan pernah terkuak selamanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pendapat ini sebaiknya disampaikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Buton kepada pemerintah pusat di Jakarta. Bupati Buton harus berani menyampaikan paradigma ini kepada Presiden RI yang baru periode 2024-2029, bahwa ada sekeping kecil Surga terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Mendengar kata “Surga”, tentu presiden yang baru itu akan sangat terkejut. Setahunya Surga itu berada di akhirat. Lho, kok di bumi ada Surga?. Dan lagi pula, Surga itu terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Nah, ini adalah kesempatan baik bagi Bupati Buton untuk menjelaskan kepada presiden yang baru mengenai potensi besar dari aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor. Deposit aspal alam di Pulau Buton cukup untuk memenuhi kebutuhan aspal di dalam negeri selama 100 tahun lebih. Oleh karena itu potensi aspal alam Buton yang besar ini untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia harus menjadi perhatian yang seksama dari presiden yang baru.

Presiden yang baru pasti akan balik bertanya: “Apakah pak Jokowi sudah tahu bahwa ada sekeping kecil Surga di Pulau Buton?”. Pak Jokowi sudah pernah datang berkunjung ke Pulau Buton pada tanggal 27 September 2022. Tetapi pak Jokowi tidak melihat ada sekeping kecil Surga di Pulau Buton. Yang pak Jokowi lihat adalah sebuah pabrik ekstraksi aspal Buton yang telah mangkrak dan tidak berproduksi.

Presiden baru bertanya lagi: “Apa yang pak Jokowi instruksikan, setelah beliau tidak melihat ada sekeping Surga di Pulau Buton?”. Pak Jokowi memutuskan akan stop impor aspal pada tahun 2024.

“Apakah sekarang impor aspal sudah distop?”, tanya presiden baru dengan nada tinggi. Belum pak. Bagaimana impor aspal mau distop, kalau Indonesia sendiri masih belum mampu berswasembada aspal.

Presiden baru lalu berpikir agak lama, dan menyimpulkan: “Oh, sekarang saya baru paham. Sekeping kecil Surga di Pulau Buton itu baru akan kelihatan oleh kita, apabila kita sudah mampu berswasembada aspal. Apakah betul demikian?”.

Betul pak presiden. Sekeping kecil Surga di Pulau Buton itu baru akan kelihatan apabila Indonesia sudah mampu berswasembada aspal. Dengan asumsi untuk Indonesia mampu berswasembada aspal, maka Indonesia harus memproduksi 2 juta ton per tahun aspal Buton ekstraksi. Dengan asumsi harga aspal Buton ekstraksi adalah sebesar Rp 15.000 per kg, maka silahkan para ahli keuangan dan ahli ekonomi untuk menghitung berapa omzet untuk 2 juta ton per tahun. Silahkan dibuat feasibility study yang komprehensif untuk menarik para investor. Silahkan Bapak Presiden yang baru untuk memasukkan “Proyek Swasembada Aspal” ini ke dalam Proyek Strategis Nasional untuk segera ditindaklanjuti.

Apa yang akan terbayang oleh rakyat Indonesia, apabila Indonesia sudah mampu berswasembada aspal? Yang terbayang adalah semua jalan-jalan di seluruh wilayah Indonesia akan terbuat dari aspal Buton yang berkualitas tinggi. Kita semua akan merasa bangga dan bahagia, karena aspal Buton sudah mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Dan kehidupan rakyat di Pulau Buton akan semakin makmur dan sejahtera. Mungkin inilah gambaran dari sekeping kecil Surga yang terdapat di Pulau Buton.

Sangat disayangkan sekali. pak Jokowi tidak mampu melihat sekeping kecil Surga di Pulau Buton, ketika beliau datang berkunjung ke Pulau Buton pada tahun 2022.

 

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

10 jam lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

10 jam lalu