x

Aspal. Ilustrasi Pembangunan Jalan

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Selasa, 21 Mei 2024 14:04 WIB

Aspal Buton, Aspal Alam Terbaik di Dunia?

Apabila hati nurani pemerintah merasa tergugah mencari kebenaran mengenai kesimpulan: Kualitas aspal Buton adalah yang terbaik di dunia. Dan harganya lebih murah”, janganlah pemerintah buang-buang waktu untuk mempersiapkan rencana uji coba.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Aspal Buton adalah jenis aspal alam yang ditemukan di daerah Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Aspal Buton dikenal memiliki kualitas yang sangat baik, terutama dalam hal kelenturan, viskositas, dan ketahanan terhadap suhu tinggi.

Aspal Buton dianggap sebagai salah satu jenis aspal alam yang terbaik di dunia, karena sifatnya yang sangat lentur, mudah diaplikasikan, serta tahan terhadap suhu tinggi. Hal ini membuat aspal Buton menjadi pilihan utama dalam membuat jalan-jalan raya, terutama di daerah-daerah dengan suhu tinggi atau suhu yang sering berubah-ubah.

Mengutip berita dari www.kompas.id, tanggal 25 Oktober 2022, dengan judul:: “Aspal Buton Mengungguli Kualitas Aspal Minyak”, menginformasikan bahwa kualitas aspal Buton Performance Grade (PG) 70 melebihi kualitas aspal minyak yang dominan digunakan saat ini. Nilai stabilitas aspal produk dalam negeri ini jauh di atas aspal minyak. Namun aspal ini belum menjadi pilihan, Sejauh ini, pemerintah serta para pelaksana pembangunan lebih memilih aspal minyak yang sebagian besar merupakan produk impor.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mengutip berita dari www.pertamina.com, tanggal 15 Juni 2020, dengan judul: “Riset Pemanfaatan Aspal Pulau Buton untuk Kurangi Impor”, menginformasikan tahun ini, RTC sedang melkukan studi kelayakan pembangunan pabrik ekstraksi aspal Buton. Aspal Buton sendiri memiliki potensi mencapai 1,2 juta ton per tahun. Selain itu, dengan cara ektraksi ini akan mendapatkan produk dengan harga Rp 5.500 per kilogram produk aspal Buton yang lebih murah dari harga aspal minyak sekitar RRp 7.000 per kilogram aspal oil.

Dari mengutip berita-berita di atas, apa yang dapat kita simpulkan? Kesimpulannya adalah aspal Buton adalah aspal alam yang terbaik di dunia, dan harga aspal Buton ekstraksi lebih murah daripada harga aspal minyak, atau aspal impor. Kesimpulan ini sungguh sangat luar biasa hebatnya. Kejutan? Kualitas aspal Buton adalah yang terbaik di dunia. Dan harganyapun lebih murah daripada harga aspal impor. Tetapi anehnya, pemerintah Indonesia malah justru mengimpor aspal daripada mau memproduksi aspal Buton ekstraksi sendiri. Dimana letak kesalahan nalar dan akal sehat dari pemerintah Indonesia dalam hal berpikir dan memaknai kesimpulan: “Kualitas aspal Buton adalah yang terbaik di dunia. Dan harganyapun lebih murah daripada harga aspal impor”.

Informasi bahwa aspal Buton adalah aspal alam yang terbaik di dunia telah didukung oleh bukti-bukti ilmiah hasil penelitian dari para ahli dan pakar. Dan informasi harga aspal alam Buton ekstraksi adalah lebih murah daripada harga aspal minyak impor juga telah dikukung oleh bukti-bukti hasil studi kelayakan yang telah dilakukan oleh RTC Pertamina. Apakah bukti-bukti ini tidak cukup bagi pemerintah untuk mau segera berupaya untuk memulai berswasembada aspal? Apakah pemerintah masih butuh data-data dan bukti-bukti yang lebih konkrit dan update untuk mau mulai memperhatikan mengenai potensi besar dari aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor? Bukankah semuanya itu sudah cukup terang dan jelas bahwa aspal Buton adalah aspal alam yang terbaik di dunia, baik dipandang dari kualitas maupun harga?

Apakah pemerintah masih belum yakin dan percaya mengenai kesimpulan ini bahwa harga aspal Buton ekstraksi lebih murah daripada harga aspal minyak impor? Kalau pemerintah menginginkan kepastian, silahkan pemerintah melakukan asesmen dan due dilligent terhadap hasil studi kelayakan yang sudah pernah dilakukan oleh RTC Pertamina. Tetapi mengapa pemerintah tidak mau melakukannya? Apakah hasil riset RTC Pertamina untuk mengurangi impor telah dianggap tidak penting bagi pemerintah? Jadi pemerintah maunya apa? Apakah pemerintah mau mengimpor aspal terus meskipun harganya akan naik terus? Apakah pemerintah tidak merasa iba dan kasihan melihat aspal Buton, produk aspal dalam negeri, yang sudah 100 tahun merana dan terpuruk? Apakah pemerintah sudah tidak memiliki hati nurani lagi?

Mungkin salah satu cara untuk menggugah hati nurani pemerintah bahwa kualitas aspal Buton ekstraksi adalah yang terbaik di dunia, dan harganya bisa lebih murah daripada harga aspal impor adalah dengan mengundang perusahaan-perusahaan Teknologi canggih dari seluruh dunia untuk mengadakan ujicoba atau Pilot Project.

Dalam undangan untuk melakukan ujicoba atau Pilot Project, pemerintah harus menentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para perusahaan Teknologi tersebut, antara lain Teknologi harus handal, ekonomis, dan ramah lingkungan. Dan persyaratan lain adalah bahwa ujicoba atau Pilot Project ini akan menggunakan sistim “No Cure – No Pay”, dimana apabila para perusahaan Teknologi tidak mampu memenuhi persyaratan yang diminta oleh pemerintah, seperti Teknologi wajib handal, ekonomis, dan ramah lingkungan, maka semua biaya-biaya ujicoba atau Pilot Project yang sudah dikeluarkan tidak akan mendapatkan penggantian biaya sama sekali dari pemerintah.

Dengan melakukan ujicoba atau Pilot Project ini diharapkan pemerintah akan dapat membuat keputusan yang tegas, bijak, dan cerdas, apakah mau segera memulai untuk berswasembada aspal, atau tetap mengimpor aspal selamanya. Dari hasil ujicoba atau Pilot Project ini pemerintah akan dapat menghitung secara rinci berapa besar kerugian negara akibat kebijakan impor aspal. Dan berapa besar keuntungan negara dengan melakukan kebijakan swasembada aspal.

Perhitungan-perhitungan ekonomis ini harus juga mempertimbangkan keuntungan atau kerugian secara moral akibat kebijakan pemerintah tersebut. Sebagai contoh, pemerintah telah melakukan impor aspal selama 45 tahun. Kerugian moral apa yang telah dialami oleh rakyat Buton dengan adanya kebijakan impor aspal tersebut? Dan sebaliknya, dengan adanya kebijakan swasembada aspal, keuntungan-keuntungan moral apa yang akan dialami oleh rakyat Buton dan rakyat Indonesia.

Apabila hati nurani pemerintah sudah merasa tergugah untuk mau mencari kebenaran yang sejati dan hakiki mengenai kesimpulan: “Kualitas aspal Buton adalah yang terbaik di dunia. Dan harganya lebih murah daripada harga aspal impor”, maka janganlah pemerintah buang-buang waktu lagi untuk segera mempersiapkan rencana ujicoba atau Pilot Project ini.

Dengan demikian, semua prasangka buruk terhadap pemerintah akan terhapus. Antara lain; prasangka buruk bahwa pemerintah sudah masuk sangat dalam di dalam jebakan perangkap maut zona nyaman impor aspal, sehingga sudah tidak mampu keluar lagi. Di sisi lain, apabila pemerintah memang tidak sudi dan mau untuk melakukan ujicoba atau Pilot Project, maka prasangka buruk ini akan selalu dan tetap melekat sampai tujuh turunan.

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler